Asing Gencar Jual Saham Big Caps, IHSG Kembali Tergelincir Tinggalkan Level 9.000
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 18,15 poin atau 0,20 persen ke level 8.992,18 pada perdagangan Kamis (22/1/2026). IHSG bergerak dalam rentang 8.980,00 hingga 9.005,00 sepanjang sesi perdagangan.()
18:12
22 Januari 2026

Asing Gencar Jual Saham Big Caps, IHSG Kembali Tergelincir Tinggalkan Level 9.000

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah dan kembali turun ke bawah level 9.000 pada penutupan perdagangan Kamis (22/1/2026).

Indeks berakhir di posisi 8.992,18, terkoreksi 18,14 poin atau 0,20 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

IHSG tampak bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Indeks dibuka di posisi 9.052,168 dan sempat menguat hingga menyentuh level tertinggi harian di 9.109,71.

Namun, tekanan jual yang meningkat pada paruh kedua perdagangan membuat IHSG berbalik arah dan terus tertekan hingga menyentuh posisi terendah di 8.992,13.

Aktivitas transaksi tercatat cukup ramai. Volume perdagangan saham mencapai 72,18 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 38,06 triliun. Frekuensi perdagangan menyentuh 4,09 juta kali.

Dari sisi pergerakan saham, tekanan terlihat relatif merata.

Sebanyak 331 saham ditutup melemah, 345 saham menguat dan 128 saham lainnya bergerak stagnan.

Pelemahan IHSG pada perdagangan Kamis sore ini tak lepas dari derasnya aksi jual investor asing yang menyasar saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). Tekanan jual itu membuat IHSG kembali bergerak di zona merah dan meninggalkan level psikologis 9.000.

Investor asing paling banyak melepas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Nilai net foreign sell mencapai Rp 883,22 miliar, dengan volume transaksi sekitar 2,68 juta saham. Saham BBCA ditutup melemah 0,65 persen ke Rp 7.650 per saham.

Di posisi berikutnya, investor asing juga mencatat aksi jual bersih pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp 207,53 miliar. Volume perdagangan mencapai 1,45 juta saham, dengan harga saham BMRI ditutup turun 0,20 persen ke Rp 4.980.

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turut dibebani aksi jual asing sebesar Rp 127,06 miliar. Saham emiten tambang milik negara ini ditutup melemah 1,17 persen di Rp 4.220, dengan volume perdagangan 1,85 juta saham.

Aksi jual asing juga terlihat pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) senilai Rp 104,23 miliar. Saham BBNI diperdagangkan sebanyak 602.550 saham dan ditutup stagnan di posisi Rp 4.590.

Selanjutnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat net foreign sell sebesar Rp 103,11 miliar. Volume perdagangan mencapai 1,54 juta saham, dengan harga saham BBRI melemah 0,26 persen ke posisi Rp 3.810.

Dari sektor pertambangan emas, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dibukukan aksi jual asing senilai Rp 67,10 miliar. Saham ARCI ditutup turun tajam 4,43 persen ke level Rp 1.940, dengan volume transaksi 1,63 juta saham.

Investor asing juga melepas saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) senilai Rp 65,37 miliar. Saham BUVA diperdagangkan sebanyak 3,47 juta saham dan ditutup anjlok 8,76 persen ke level Rp 1.980.

Tekanan jual asing berlanjut pada PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan nilai Rp 58,54 miliar. Saham BRPT ditutup melemah 3,85 persen ke posisi Rp 2.750, dengan volume perdagangan 1,52 juta saham.

Sementara itu, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatat net foreign sell sebesar Rp 55,28 miliar, meskipun harga sahamnya justru melonjak 30,61 persen ke level Rp 128, dengan volume transaksi sangat besar mencapai 56,13 juta saham.

Terakhir, investor asing juga mencatat aksi jual bersih pada PT Petrosea Tbk (PTRO) senilai Rp 54,96 miliar. Saham PTRO ditutup merosot tajam 12,93 persen ke harga Rp 10.775, dengan volume perdagangan 1,33 juta saham.

Tag:  #asing #gencar #jual #saham #caps #ihsg #kembali #tergelincir #tinggalkan #level #9000

KOMENTAR