Amran Ancam Cabut Izin Usaha Biang Kerok Daging Sapi Mahal
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, mengancam akan mencabut izin usaha feedlotter maupun distributor yang menjadi biang kerok harga daging sapi mahal.
Pernyataan itu Amran sampaikan saat dimintai tanggapan terkait aksi feedloter pedagang daging sapi yang protes harga sapi timbang hidup dari feedlotter (pengusaha penggemukan) tinggi.
Amran mengatakan, pihaknya telah mendengar rencana feedloter berdagang itu sejak Rabu (21/1/2026) malam.
“Kami sudah bahas tadi dan bahkan tadi malam langsung kami tindak lanjuti aksi feedloter,” ujar Amran saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Kamis (22/1/2026).
Berdasarkan informasi yang pihaknya terima dari asosiasi pedagang daging sapi, pihak feedlotter menjual sapi timbang hidup di atas batas harga yang telah ditetapkan.
Merespons hal ini, Amran mengancam akan mencabut izin usaha feedlotter jika memang mereka terbukti melanggar aturan.
Ia menegaskan, impor sapi bakalan yang kemudian digemukkan oleh pengusaha feedlotter dikeluarkan dari Kementan.
“Hampir pasti izinnya aku cabut kalau dia coba-coba main-main. Aku yang cabut. Kenapa? Impornya sapi bakalan itu dari saya. Aku pastikan cabut dan tidak akan saya berikan. Itu tegas!” ujar Amran.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu mengungkapkan, sebagai Menteri Pertanian pihaknya mencoba memenuhi kebutuhan pengusaha maupun masyarakat selaku konsumen.
Kepada pengusaha penggemukan, ia telah menerbitkan 700.000 izin impor sapi bakalan selama setahun.
“Aku hafal angkanya. Kalau coba-coba aku sudah berbuat baik,” tutur Amran.
Lebih lanjut, Amran menjelaskan dalam rapat koordinasi pengendalian harga pangan di Kementan hari ini, pihaknya juga mengundang pngusaha feedlotter.
Amran lalu meminta penjelasan dari pengusaha penggemukan terkait persoalan tersebut.
Kepada Amran, pengusaha feedlotter itu mengeklaim menjual sapi hidup timbangan Rp 55.000 per kilogram. Sementara, Harga Pokok Penjualan (HPP) sapi hidup timbangan itu Rp 56.000.
Karena mendengar dua klaim yang berbeda, Amran memerintahkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk mengecek kebenaran kedua klaim tersebut.
Pemeriksaan dilakukan menyasar pengusaha feedlotter hingga distributor yang berpotensi menjadi biang kerok harga daging sapi mahal.
“Nanti jawabannya ketemu. Pasti ketemu, mau ke mana? Aku tanya di ujung.
“Kalau ada aku temukan di antara 700.000 (impor) ini perusahaannya berapa pengusahanya semua? Sekitar 80,” kata Amran.
Sebelumnya, anggota Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), bandar daging, dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) se Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menggelar aksi feedloter jualan mulai Kamis (21/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).
Mereka protes harga sapi timbang hidup dari feedlotter di atas ketentuan.
Mereka lalu meminta Amran selaku Menteri Pertanian dan Kepala Bapanas untuk turun tangan.
“Kami berharap kepada Menteri Pertanian dan Kepala Bapanas dapat segera mengambil langkah konkret menstabilkan harga untuk hajat hidup orang banyak dan keberlangsungan UMKM di hilirisasi,” kata Wahyu dalam surat resmi yang diterima Kompas.com, Kamis.
Tag: #amran #ancam #cabut #izin #usaha #biang #kerok #daging #sapi #mahal