Xiaomi Bongkar Strategi Hadapi Krisis Chipset: Its Only Obstacles
Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng dalam peluncuran REDMI Note 15 Series di Jakarta, Kamis (22/1/2026). [Suara.com/Dythia]
15:16
23 Januari 2026

Xiaomi Bongkar Strategi Hadapi Krisis Chipset: Its Only Obstacles

Baca 10 detik
  • Xiaomi Indonesia tetap tenang menghadapi tantangan krisis chipset dan RAM global di tahun 2026.
  • Strategi antisipasi gangguan pasokan telah disiapkan Xiaomi sejak tahun 2025 untuk peluncuran 2026.
  • Fokus utama perusahaan tetap memberikan nilai terbaik melalui produk seperti peluncuran REDMI Note 15 Series.

Gelombang krisis global kembali menghantam industri teknologi. Kelangkaan chipset dan RAM kini menjadi tantangan besar bagi hampir seluruh produsen smartphone dunia.

Namun di tengah situasi tersebut, Xiaomi menegaskan satu sikap, yakni tetap tenang dan siap menghadapi segala kemungkinan.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, saat ditemui usai peluncuran REDMI Note 15 Series di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

“Tahun 2026 memang menjadi tahun yang challenging, tapi kita always ready untuk 2026,” tegas Andi dengan penuh keyakinan.

Strategi Sudah Disiapkan Jauh Hari

Kepercayaan diri Xiaomi bukan tanpa dasar. Menurut Andi, perusahaan telah mengantisipasi potensi gangguan pasokan jauh sebelum krisis chipset dan RAM menjadi isu global.

“Jauh sebelum fenomena ini, setiap produk yang akan kita launching di tahun 2026, di tahun 2025 kita sudah punya map-nya,” ungkap pria yang akrab disapa Bung Andi itu.

Ia menegaskan, hingga saat ini Xiaomi tidak melakukan perubahan strategi besar dalam menghadapi situasi pasar yang penuh tekanan tersebut.

“So far tidak ada perubahan. Kalau penundaan saya rasa nggak. Kalau soal value, itu nanti kita lihat di masing-masing peluncuran,” jelasnya.

Fokus Xiaomi: Value untuk Pengguna

Di tengah keterbatasan pasokan global, Bung Andi menekankan bahwa fokus utama Xiaomi justru tetap pada peningkatan nilai produk bagi konsumennya, khususnya komunitas Xiaomi Fans.

“Buat kami, yang paling penting adalah bagaimana tetap memberikan value terbaik ke pelanggan, meskipun kondisi market cukup challenging di 2026,” katanya.

Ia menyebut kehadiran REDMI Note 15 Series sebagai salah satu wujud komitmen tersebut.

Menurutnya, lini terbaru ini bukan sekadar produk baru, melainkan upaya Xiaomi untuk menetapkan standar baru di segmen smartphone.

“Dengan REDMI Note 15 Series ini, kita ingin memberikan standar baru dari sebuah smartphone,” imbuhnya.

Pasar Turun, Optimisme Tetap Tinggi

Peluncuran REDMI Note 15 Series di Jakarta, Kamis (22/1/2026). [Suara.com/Dythia] PerbesarPeluncuran REDMI Note 15 Series di Jakarta, Kamis (22/1/2026). [Suara.com/Dythia]

Bung Andi juga tak menampik bahwa pasar smartphone Indonesia secara keseluruhan mengalami tekanan.

Sepanjang 2025, pasar disebut mengalami penurunan sekitar 5 persen. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi optimisme Xiaomi.

“Itu tidak menutup semangat kami untuk terus membawa teknologi dan produk-produk yang akan mengejutkan Indonesia,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Bung Andi kembali menegaskan sikap Xiaomi dalam menghadapi tahun depan yang penuh tantangan.

“Tahun 2026 memang challenging tapi Xiaomi Indonesia tetap confidence. Jadi 2026 itu it’s just obstacles, nggak usah takut,” pungkasnya.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #xiaomi #bongkar #strategi #hadapi #krisis #chipset #only #obstacles

KOMENTAR