Jangan Anggap Enteng, Ini 4 Risiko Telat Ganti Filter Udara Mobil
Filter udara mobil sering dianggap komponen sepele karena ukurannya kecil dan tidak terlihat dari luar. Padahal, perannya sangat vital dalam menjaga performa mesin tetap optimal. Komponen ini bertugas menyaring debu, pasir, dan partikel halus sebelum udara masuk ke ruang pembakaran.
Jika filter udara dibiarkan kotor atau terlalu lama tidak diganti, berbagai masalah bisa muncul secara bertahap. Dampaknya bukan hanya pada tenaga mesin, tetapi juga konsumsi bahan bakar hingga usia pakai kendaraan.
Sejumlah bengkel resmi menyarankan filter udara diperiksa setiap servis berkala dan diganti setiap 10.000–20.000 kilometer, tergantung kondisi jalan serta intensitas pemakaian. Berikut empat risiko yang mengintai jika pemilik mobil telat mengganti filter udara.
1. Performa Mesin Menurun
Filter udara yang kotor membuat aliran udara menuju ruang bakar menjadi tidak optimal. Padahal, mesin membutuhkan campuran udara dan bahan bakar yang seimbang agar pembakaran berlangsung sempurna.
Saat suplai udara berkurang, tenaga mesin otomatis menurun. Gejalanya bisa dirasakan ketika mobil terasa kurang responsif saat berakselerasi, terutama saat menyalip kendaraan lain atau melaju di tanjakan.
2. Konsumsi Bahan Bakar Lebih Boros
Asupan udara yang terhambat membuat sistem injeksi menyesuaikan campuran bahan bakar. Mesin pun bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga yang sama.
Akibatnya, konsumsi BBM menjadi lebih boros meski gaya berkendara tidak berubah. Dalam jangka panjang, kondisi ini tentu merugikan karena biaya operasional kendaraan meningkat tanpa disadari.
3. Emisi Gas Buang Meningkat
Pembakaran yang tidak sempurna akibat kurangnya udara bersih dapat meningkatkan kadar emisi gas buang. Selain berdampak pada lingkungan, kondisi ini juga bisa memengaruhi hasil uji emisi yang kini menjadi perhatian di berbagai kota besar.
Jika emisi melebihi ambang batas, pemilik kendaraan berisiko dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku di daerah masing-masing.
4. Risiko Kerusakan Mesin
Debu dan partikel halus yang tidak tersaring dengan baik berpotensi masuk ke dalam ruang mesin. Dalam jangka panjang, kotoran tersebut dapat menyebabkan gesekan berlebih pada komponen internal seperti piston dan dinding silinder.
Jika dibiarkan, keausan mesin bisa terjadi lebih cepat dan biaya perbaikannya tidak murah. Karena itu, mengganti filter udara secara rutin jauh lebih ekonomis dibanding harus melakukan overhaul mesin. (*)
Tag: #jangan #anggap #enteng #risiko #telat #ganti #filter #udara #mobil