World Economic Forum Dinilai Jadi Ajang Prabowo Bicara Disiplin Fiskal
- Chief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai, Presiden Prabowo Subianto perlu membicarakan terkait disiplin kebijakan fiskal pemerintah dalam pidatonya pada World Ecomic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss mendatang.
Menurut Fakhrul kondisi fiskal Indonesia pada 2025 cenderung negatif, dengan posisi defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang mendekati batas atas 3 persen dari PDB.
"Menunjukkan pada dunia ini Indonesia itu negara yang seperti apa. dan tentunya disiplin fiskal ini adalah hal yang sangat penting untuk dikomunikasikan," ujar Fakhrul ditemui di Jakarta pada Rabu (21/1/2026).
Fakhrul menjelaskan jika kebijakan fiskal adalah hal yang penting untuk meyakinkan para audiens internasional bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dikelola dengan hati-hati dan prudent di tengah berbagai tekanan eksternal.
Tak hanya bicara disiplin fiskal, harapannya forum WEF 2026 dapat menjadi ajang untuk memamerkan posisi Indonesia di kancah global.
Termasuk, soal bagaimana APBN 2026 didesain agar tetap adaptif dan dinamis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu menurut Fakhrul dapat menjadi bayangan investor jika kondisi dalam negeri akan membaik sehingga dapat turut menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Sekadar informasi, World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 merupakan penyelenggaraan ke-56 dari forum ekonomi global tahunan yang mempertemukan para pemimpin dunia dari sektor pemerintahan, bisnis, akademisi, dan masyarakat sipil.
World Economic Forum 2026 akan mengusung tema “A Spirit of Dialogue”. Tema ini dipilih sebagai respons atas meningkatnya fragmentasi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, sekaligus menekankan urgensi dialog terbuka dan kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi dunia yang stabil dan inklusif.
Indonesia memanfaatkan WEF Davos sebagai platform strategis untuk menegaskan posisinya sebagai mitra dialog yang kredibel dan kompetitif.
Melansir laman Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Indonesia juga menegaskan transformasi strategis dalam pengelolaan aset negara melalui peran Danantara Indonesia sebagai superholding baru.
Kehadiran Danantara di WEF Davos disebutkan dapat menjadi salah satu alat pergeseran pendekatan Indonesia dalam mengonsolidasikan kekuatan aset negara dan menghadirkan skema pendanaan yang profesional, transparan, serta sejalan dengan praktik internasional untuk mendukung investasi berskala besar.
Melalui partisipasi aktif di WEF Davos 2026, Indonesia menegaskan kesiapan untuk menjadi mitra global yang andal, inklusif, dan berorientasi jangka panjang.
"Forum ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta investasi dunia sekaligus berkontribusi pada penciptaan pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan," tulis laman Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Tag: #world #economic #forum #dinilai #jadi #ajang #prabowo #bicara #disiplin #fiskal