DPR Gelar Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI Pekan Ini
Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono. Profil Thomas Djiwandono. Thomas Djiwandono calon Gubernur BI.(ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
17:20
20 Januari 2026

DPR Gelar Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI Pekan Ini

- Komisi XI DPR RI menjadwalkan fit and proper test atau uji kelayakan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Jumat (23/1/2026) dan Senin (26/1/2026).

Ketua Komisi XI, Muhammad Misbakhun mengatakan, telah menggelar rapat dan memutuskan fit and proper test bakal digelar pada akhir pekan ini dan awal pekan depan.

“Tingkat pimpinan kita sudah menyepakati bahwa jadwal fit and proper test akan dijalankan di hari Jumat dan hari Senin,” kata Misbakhun saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Komisi IX berencana membawa hasil fit and proper test itu ke Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (27/1/2026).

Politikus Partai Golkar tersebut mengatakan, berdasarkan Surat Presiden (Surpres) terdapat tiga kandidat calon Deputi Gubernur BI.

Mereka adalah Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono, dan Asisten Gubernur BI Solikin M. Juhro.

“Tentunya saya harus mengatur jadwal karena hari Jumat itu hari yang pendek, kemungkinan Jumat 1 dan kemungkinan di hari Seninnya ada dua orang,” ujar Misbakhun.

Lebih lanjut, Misbakhun mengaku belum mengetahui jadwal fit and propert test masing-masing kandidat.

Dalam waktu terdekat , Komisi XI akan mengirim surat kepada masing-masing kandidat untuk mengikuti fit and proper test.

Surat juga akan dilayangkan ke pimpinan DPR RI karena Jumat selama ini ditetapkan sebagai hari fraksi.

“Kita kan harus berkirim surat, berkirim surat kepada pihak-pihak yang selama ini dilakukan fit and proper dan juga surat pemberitahuan kepada pimpinan DPR,” tutur Misbakhun.

Nama Thomas Jadi Sorotan

Masuknya nama Thomas sebagai kandidat calon Gubernur BI menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir.

Thomas merupakan politikus Partai Gerindra sekaligus keponakan Presiden Prabowo Subianto.

Meski sejumlah pihak menyoroti independensi BI jika Thomas terpilih, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak melihat tersaoat masalah.

Thomas, kata Purbaya, telah mempelajari kebijakan fiskal di Kementerian Keuangan. Dengan menjadi Deputi Gubernur BI, ia akan memiliki pengalaman terkait moneter.

“Sudah di fiskal sekarang kalau masuk kan ke moneter, kan bagus. Saya mendukung,” kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Masuknya nama Thomas salam bursa calon Deputi Gubernur BI sebelumnya dikonfirmasi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

"Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Tommy Djiwandono," kata Prasetyo di Istana, Jakarta, Senin.

Posisi Deputi Gubernur BI tengah menjadi sorotan karena Juda Agung mengundurkan diri.

Namun, sejauh ini belum terdapat penjelasan mengenai alasan pengunduran diri Juda.

Saat ini, Istana telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) terkait kandidat calon Deputi Gubernur BI ke DPR RI untuk menjalani fit and proper test.

"Jadi berkenaan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia, itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur,” ujar Prasetyo.

Tag:  #gelar #proper #test #calon #deputi #gubernur #pekan

KOMENTAR