Soal Isu ''Tukar Kursi'' BI-Kemenkeu Antara Juda-Thomas, Purbaya: Saya Dengar Juga Gitu...
Wakil Menkeu Thomas Djiwandono saat media gathering di Novus Jiva Anyer, Banten, Rabu (25/9/2024). Prabowo calonkan Thomas sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.(KOMPAS.com/Isna Rifka Sri Rahayu)
06:28
20 Januari 2026

Soal Isu ''Tukar Kursi'' BI-Kemenkeu Antara Juda-Thomas, Purbaya: Saya Dengar Juga Gitu...

– Mundurnya Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung memunculkan isu pergeseran posisi antara otoritas moneter dan fiskal. 

Juda disebut-sebut bakal ditunjuk menjadi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) menggantikan Thomas Djiwandono, yang justru masuk bursa calon Deputi Gubernur BI.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah mendengar kabar tersebut. 

Meski belum ada keputusan resmi, informasi soal rencana pertukaran posisi itu, menurut dia, sudah beredar di kalangan internal pemerintahan.

“Kelihatannya begitu, saya dengar juga begitu,” kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Purbaya mengatakan, dirinya telah menjadwalkan pertemuan dengan Juda Agung pada Selasa (20/1/2026) untuk membicarakan perkembangan tersebut.

Di tengah isu saling tukar kursi antara pejabat BI dan Kementerian Keuangan itu, Purbaya menilai tidak ada hal yang perlu dipersoalkan secara prinsip.

Purbaya: perpindahan pejabat bukan sesuatu yang luar biasa...

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Dok. TVR Parlemen Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Menurut Purbaya, perpindahan pejabat antara pemerintah dan bank sentral bukanlah sesuatu yang luar biasa, selama tidak disertai intervensi langsung dalam proses pengambilan keputusan.

“Itu satu exchange, pertukaran yang saya pikir seimbang, enggak ada yang aneh,” ujar Purbaya.

Ia juga menepis anggapan bahwa masuknya Juda ke Kementerian Keuangan dapat dimaknai sebagai cara pemerintah atau Gubernur BI menekan independensi bank sentral. Selama ini, kata dia, masing-masing lembaga tetap bekerja sesuai mandatnya.

Purbaya menegaskan, BI tetap menjalankan kebijakan moneter secara independen, sementara Kementerian Keuangan mengelola kebijakan fiskal. 

Keduanya berkoordinasi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk memastikan stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Selama ini kan enggak ada (intervensi pemerintah). Jadi BI independen, kita jalankan fiskal, mereka jalankan moneter,” tutur Purbaya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya mengonfirmasi bahwa Thomas Djiwandono, yang saat ini menjabat Wamenkeu, masuk dalam daftar calon Deputi Gubernur BI yang diusulkan pemerintah.

“Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Tommy Djiwandono,” kata Prasetyo di Istana, Jakarta, Senin.

Juda Agung ajukan surat "resign" ke Presiden

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana, Jakarta, Senin (19/1/2026).KOMPAS.com/Rahel Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana, Jakarta, Senin (19/1/2026).Sebagai informasi, posisi Deputi Gubernur BI menjadi perhatian setelah Juda Agung mengajukan surat pengunduran diri. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan pengunduran diri tersebut.

Prasetyo menyampaikan, Presiden telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) ke DPR RI terkait calon-calon Deputi Gubernur BI untuk menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan.

“Jadi berkenaan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia, itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur,” ujar Prasetyo.

Proses di DPR itu akan menentukan arah pengisian kursi pimpinan BI, di tengah dinamika pergeseran pejabat yang kini juga bersinggungan langsung dengan Kementerian Keuangan.a prinsip.

Tag:  #soal #tukar #kursi #kemenkeu #antara #juda #thomas #purbaya #saya #dengar #juga #gitu

KOMENTAR