Harga Minyak RI Turun, Produksi AS dan OPEC Plus Jadi Penekan
Ilustrasi minyak mentah. Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Asia, Jumat (16/1/2026), dan melanjutkan tren penurunan dari sesi sebelumnya(Freepik)
09:04
17 Januari 2026

Harga Minyak RI Turun, Produksi AS dan OPEC Plus Jadi Penekan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kelebihan pasokan minyak dunia menekan harga minyak mentah Indonesia.

Rata-rata Indonesian crude price (ICP) Desember 2025 turun ke 61,1 dolar AS per barel.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menilai penurunan ICP dipicu kekhawatiran pasar terhadap narasi super glut. Produksi minyak Amerika Serikat yang tinggi ikut memperkuat kondisi oversupply global.

"Penurunan angka ICP pada bulan Desember 2025 diakibatkan kekhawatiran pasar akan narasi super glut atau kelebihan pasokan, serta kondisi oversupply minyak dunia yang dipengaruhi oleh produksi Amerika Serikat yang tinggi," ujar Laode di Jakarta, Jumat (16/1/2026).

Tekanan harga juga datang dari peningkatan produksi OPEC plus. Produksi kelompok ini pada November 2025 naik dibandingkan November 2024. Total produksi mencapai 43,1 juta barel per hari.

OPEC turut merevisi proyeksi pertumbuhan produksi negara non OPEC plus untuk 2025. Proyeksi pada publikasi Desember 2025 naik 40 ribu barel per hari dibandingkan publikasi November. Total kenaikan diperkirakan mencapai 0,95 juta barel per hari dibandingkan 2024.

Arah sebaliknya terlihat pada sisi permintaan. S and P Global menurunkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak 2025. Revisi Desember 2025 mencatat penurunan 16 ribu barel per hari menjadi 730 ribu barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya.

Badan Energi Internasional memproyeksikan surplus minyak pada 2026. Besaran surplus diperkirakan 3,7 hingga 4 juta barel per hari. Angka ini melampaui kondisi stok pada masa pandemi.

Laode menambahkan faktor geopolitik ikut memengaruhi harga. Risiko konflik Rusia dan Ukraina dinilai berpotensi mereda setelah muncul penawaran pembatalan aspirasi Ukraina untuk bergabung dengan NATO.

Pejabat Rusia juga menyampaikan proyeksi kenaikan produksi minyak. Produksi 2025 diperkirakan mencapai 10,36 juta barel per hari. Produksi pada 2026 diproyeksikan naik lagi menjadi 10,54 juta barel per hari.

"Penurunan ICP bulan Desember disebabkan peningkatan suplai minyak dunia," kata Laode.

Kawasan Asia Pasifik menghadapi tekanan tambahan. Perubahan harga minyak dipengaruhi penurunan crude throughput China. Volume pengolahan turun 0,9 persen secara bulanan pada November 2025 menjadi 14,86 juta barel per hari. Level ini menjadi yang terendah dalam enam bulan terakhir.

ICP Desember 2025 turun 1,73 dolar AS per barel dibandingkan November 2025 yang berada di 62,83 dolar AS per barel. Penetapan ICP sebesar 61,10 dolar AS per barel tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 10.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Desember 2025.

Harga minyak mentah utama juga melemah. Dated Brent turun 0,95 dolar AS per barel dari 63,65 menjadi 62,70 dolar AS per barel. WTI Nymex turun 1,61 dolar AS per barel dari 59,48 menjadi 57,87 dolar AS per barel. Brent ICE turun 2,02 dolar AS per barel dari 63,66 menjadi 61,64 dolar AS per barel.

Basket OPEC turun 2,61 dolar AS per barel dari 64,46 menjadi 61,85 dolar AS per barel. Rata rata ICP minyak mentah Indonesia turun 1,73 dolar AS per barel dari 62,83 menjadi 61,10 dolar AS per barel.

Tag:  #harga #minyak #turun #produksi #opec #plus #jadi #penekan

KOMENTAR