Minat Kolektor dan Pembeli Naik, JWX Bidik Transaksi Rp200 Miliar Selama Empat Hari Pameran
Jakarta Watch Exchange Show (JWX) digelar 15-18 Januari 2026 di Main Atrium, Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan/(Dimas Choirul/Jawapos.com).
09:36
16 Januari 2026

Minat Kolektor dan Pembeli Naik, JWX Bidik Transaksi Rp200 Miliar Selama Empat Hari Pameran

Jakarta Watch Exchange Show (JWX) menargetkan nilai transaksi hingga Rp200 miliar selama empat hari penyelenggaraan 15-18 Januari 2026 di Main Atrium, Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.   Event Director JWX, Nike April, menjelaskan jumlah peserta pameran secara fisik tercatat sekitar 37 booth. Namun dari sisi merek, jumlahnya lebih dari 40 brand karena beberapa booth diisi oleh lebih dari satu merek.   “Secara brand itu ada 40 lebih yang join. Rata-rata 90 persen dari Jakarta, sisanya ada dari Semarang, Surabaya, dan Jogja,” ujar Nike kepada wartawan, Kamis (15/1).   Dari sisi kunjungan, JWX menargetkan 15.000 hingga 17.000 pengunjung selama empat hari. Angka ini disesuaikan dengan lokasi penyelenggaraan saat ini, yang diperkirakan tidak seramai pameran sebelumnya di Grand Indonesia (GI) yang pernah mencatat hampir 20.000 pengunjung.   Soal tren jam tangan yang diminati tahun ini, Nike menilai model dengan sentuhan berlian menjadi primadona masyarakat pencinta jam. “Kalau yang saya lihat, tahun ini kebanyakan yang bakal banyak diminati itu yang diamond, yang full diamond,” ujarnya.  

  Menurut Nike, segmen pasar JWX didominasi kolektor dan penggemar jam tangan berusia 25 hingga 34 tahun, dengan batas usia pembeli hingga sekitar 55 tahun. Namun dari sisi kemampuan beli, mayoritas datang dari kelompok usia di atas 34 tahun. “Secara demografi watch enthusiast mungkin di 25–34, tapi secara kemampuan membeli itu di atas 34,” jelasnya.   Harga jam tangan yang paling banyak dicari di JWX, menurut Nike, berada di kisaran Rp300 juta ke atas. Namun untuk kolektor pemula, masih tersedia pilihan entry level. “Kalau baru mau mulai koleksi, misalnya Tag Heuer, masih ada jam cowok di harga Rp20–30 juta. Tapi Rolex untuk jam cowok sudah tidak ada yang di bawah Rp200 juta. Kalau Tudor, minimal sekitar Rp50 jutaan,” ungkapnya.   Untuk rentang harga secara keseluruhan, jam tangan vintage masih bisa ditemukan di bawah Rp10 juta. Sementara jam tangan modern umumnya dibanderol mulai Rp50 juta ke atas. Adapun harga tertinggi yang pernah ditampilkan di JWX mencapai belasan miliar rupiah.    “Pasti ada yang lebih. Terakhir itu ada yang sampai Rp9 miliar, bahkan ada yang Rp11,5 miliar,” kata Nike.   Nike juga menyinggung tren industri jam tangan yang terus menunjukkan kenaikan harga pada beberapa merek dan model tertentu. Ia mencontohkan kebijakan kenaikan harga yang diumumkan prinsipal.    “Misalnya Rolex, di awal 2026 sudah diumumkan mau naik sekitar 7 persen. Tenant yang sudah nyetok dari Desember tentu happy, karena kenaikannya lumayan di industri ini,” ujarnya.   Dari sisi pasar, Nike memastikan minat kolektor dan pembeli terus bergerak. “Selalu ada new buyer, potential buyer, dan loyal buyer. Kalaupun mereka tidak beli bulan ini, mereka bisa tukar tambah atau titip jual. Jadi market ini terus bersirkulasi,” tutupnya.      

Editor: Mohamad Nur Asikin

Tag:  #minat #kolektor #pembeli #naik #bidik #transaksi #rp200 #miliar #selama #empat #hari #pameran

KOMENTAR