IHSG ''All Time High'', Dana Triliunan Rupiah Mengalir ke BUMI, BBRI, BMRI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan di zona hijau pada Rabu (15/1/2026). IHSG berakhir di level 9.075,41, menguat 42,83 poin atau 0,47 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.()
07:04
16 Januari 2026

IHSG ''All Time High'', Dana Triliunan Rupiah Mengalir ke BUMI, BBRI, BMRI

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah (all-time high/ATH) pada sesi pertama perdagangan Kamis (15/1/2026), seiring derasnya perputaran dana di pasar reguler.

Penguatan IHSG ditopang oleh transaksi jumbo pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar, di tengah tingginya likuiditas pada saham-saham volatil yang menjadi arena distribusi dan akumulasi investor.

Pada penutupan perdagangan Kamis, IHSG menguat 42,82 poin atau 0,47 persen ke level 9.075,41. Sejak dibuka di posisi 9.072,30, indeks tak berselang lama langsung menguat dan menanjak hingga menyentuh level tertinggi harian 9.100,83.

Ilustrasi Bank MandiriDOK. BANK MANDIRI Ilustrasi Bank MandiriInvestment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Ahmad Faris Mu’trashim, mencatat saham-saham dengan nilai transaksi terbesar didominasi oleh emiten berkapitalisasi besar.

Ia mencatat PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan nilai transaksi tertinggi, yakni Rp 1,55 triliun. Disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 1,28 triliun, serta PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai transaksi Rp 1,1 triliun.

“Saham yang paling banyak ditransaksikan investor pada data per tanggal 15 Januari 2025 pukul 15.20. Yang pertama, ada BUMI dengan nominal Rp 1,55 triliun. Kedua ada BBRI dengan nominal Rp 1,28 triliun, dan ketiga ada BMRI dengan nilai transaksi Rp 1,1 triliun,” ujar Ahmad Faris kepada Kompas.com.

Adapun, pada perdagangan hari ini saham BUMi ditutup di level 410, turun 12 poin atau 2,84 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Bagaimana IHSG pekan depan? 

Sementara itu, saham BBRI berakhir di 3.820, naik 100 poin atau 2,69 persen. Sedangkan saham BMRI berakhir di level 4.990, naik 150 poin atau 3,10 persen.

Untuk pekan depan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan tren jangka menengah yang masih menguat.

Ahmad Faris menyebut selama indeks mampu bertahan di atas level 9.068 dalam beberapa hari ke depan, ruang penguatan dinilai tetap terbuka dengan area support di kisaran 8.920 dan resistance di 9.200.

“Untuk rentang harga pergerakan IHSG minggu depan diestimasikan bergerak konsolidasi dengan tren jangka menengah cenderung menguat dengan support di 8.920 dan resistance di 9.200 apabila dalam beberapa hari kedepan mampu bertahan diatas level 9.068,” paparnya.

Dalam kondisi itu, perhatian investor dapat diarahkan pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar yang mulai menunjukkan apresiasi harga.

Penguatan sektor ini didorong oleh proyeksi perbaikan kinerja, khususnya dari sisi penurunan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL), serta potensi pelebaran spread yang relatif lebih menarik jika dibandingkan dengan pergerakan nilai tukar rupiah.

“Investor dapat memperhatikan sektor perbankan besar, yang sudah mulai terapresiasi karena proyeksi perbaikan kinerja dari sisi NPL dan dan spread yang lebar jika dibandingkan dengan nilai tukar rupiah,” bebernya.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #ihsg #time #high #dana #triliunan #rupiah #mengalir #bumi #bbri #bmri

KOMENTAR