BKPM Perkirakan Investasi 2026 Meningkat, Ditopang Danantara
Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani saat memaparkan realisasi investasi semester I 2025 Kantor Kementerian Investasi, Selasa (29/7/2025).(Kompas.com/Dian Erika)
17:56
15 Januari 2026

BKPM Perkirakan Investasi 2026 Meningkat, Ditopang Danantara

- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memproyeksikan kinerja investasi nasional pada 2026 akan tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun 2025, dengan penanaman modal dalam negeri (PMDN) diperkirakan menjadi penopang utama.

Salah satu pendorong utama peningkatan tersebut adalah peran Danantara yang akan berinvestasi di berbagai sektor strategis.

Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan, meski realisasi investasi pada 2025 tercatat tinggi, pertumbuhan penanaman modal asing (PMA) relatif melambat.

“Kalau saya melihat di tahun 2026 atau tahun ini, pertumbuhan akan meningkat lebih tinggi lagi. Karena ada faktor danantara yang akan investasi di beberapa sektor,” kata Rosan, di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Pertumbuhan PMA

Terbitnya Perpres Nomor 109 Tahun 2025 tentang program waste to energy (WtE) disambut positif oleh pelaku usaha. Aturan ini dinilai memberi kepastian investasi dalam proyek energi berbasis pengolahan sampah. Terbitnya Perpres Nomor 109 Tahun 2025 tentang program waste to energy (WtE) disambut positif oleh pelaku usaha. Aturan ini dinilai memberi kepastian investasi dalam proyek energi berbasis pengolahan sampah.Berdasarkan data BKPM, Penanaman Modal Asing (PMA) mengalami pertumbuhan 0,1 persen atau Rp 900,9 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri tumbuh 26,6 persen menjadi Rp 1.030,3 triliun.

Menurut Rosan, kondisi tersebut akan berubah pada 2026 seiring masuknya investasi Danantara di sejumlah sektor prioritas, seperti hilirisasi, industri kimia, kesehatan, pengelolaan bandara, hingga sektor pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy).

“Belum lagi nanti, yang waste energy kan juga masuk tuh pengolahan sampah sudah mulai berjalan. Penawarannya sudah berjalan, dan kita melihat di bulan Maret itu akan mulai konstruksi awal,” lanjut dia.

Rosan optimistis kehadiran Danantara akan mendorong kenaikan PMDN secara persentase lebih besar dibandingkan PMA pada 2026.

Proyek pengolahan sampah jadi energi

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Danantara tidak bergerak sendiri, melainkan menggandeng pelaku usaha lain, termasuk investor asing dan domestik.

Sebagai contoh, dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi, kepemilikan Danantara disebut hanya sekitar 30 persen. Sementara sisanya melibatkan investor asing dan investor dalam negeri di luar Danantara.

“Contohnya di waste to energy atau pengolahan sampah, kita memang yang driver, tapi di situ kepemilikan kita itu hanya 30 persen,” ungkap dia. 

“Jadi yang investor luar ada yang masuk, tapi kan (aturannya) mesti mengajak juga investor dalam negeri juga, di luar Danantara. Nah dengan itu harapannya adanya nanti transfer of teknologinya, transfer of knowledge-nya (ada),” jelas Rosan.

Ia menegaskan, pendekatan kolaboratif tersebut bertujuan agar pertumbuhan investasi tidak hanya didorong oleh satu pihak, melainkan berkembang secara bersama-sama dan berkelanjutan.

“Kita ajak dunia usaha juga, karena kita ingin semuanya itu tumbuh bersama-sama, berkembangnya juga bersama-sama,” tegas dia. 

Tag:  #bkpm #perkirakan #investasi #2026 #meningkat #ditopang #danantara

KOMENTAR