Fokus dari Hulu, Kementerian PU Bangun Puluhan Sabo Dam di Aceh
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo. [Ist]
21:41
13 Januari 2026

Fokus dari Hulu, Kementerian PU Bangun Puluhan Sabo Dam di Aceh

Baca 10 detik
  • Kementerian PU mempercepat pembangunan sabo dam dan check dam di hulu Aceh Tenggara untuk mengendalikan banjir bandang dan melindungi infrastruktur.
  • Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan penanganan banjir harus fokus di hulu sebagai sumber material perusak infrastruktur vital.
  • Pemerintah menargetkan 30-40 titik dam di Aceh, sambil memprioritaskan perbaikan Jembatan Pantai Dona dan meninjau relokasi Puskesmas Jambul Alam.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan sabo dam dan check dam di wilayah hulu sungai di Kabupaten Aceh Tenggara. Langkah ini dinilai strategis untuk mengendalikan banjir bandang sekaligus melindungi infrastruktur vital, termasuk jembatan yang rusak akibat terjangan material saat hujan deras.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan penanganan bencana tidak cukup dilakukan di bagian hilir sungai. Menurutnya, persoalan utama justru berada di wilayah hulu yang menjadi sumber material kayu, batu, dan sedimen saat debit air meningkat.

“Penanganan banjir bandang harus dimulai dari hulu. Sabo dam berfungsi sebagai penangkap material sehingga aliran air ke hilir bisa lebih terkendali dan tidak merusak infrastruktur,” kata Dody dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).

Pelajar melintas di atas jembatan gantung yang baru selesai pembangunannya di Meureudu, Pidie Jaya, Aceh, Jumat (9/1/2026). [ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/bar] PerbesarPelajar melintas di atas jembatan gantung yang baru selesai pembangunannya di Meureudu, Pidie Jaya, Aceh, Jumat (9/1/2026). [ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/bar]

Ia menjelaskan, pembangunan sabo dam dan check dam menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi dampak banjir bandang yang kerap merusak fasilitas publik. Tanpa pengendalian di hulu, pembangunan infrastruktur di hilir berpotensi terus mengalami kerusakan berulang.

Untuk memperkuat sistem pengendalian banjir, Kementerian PU merencanakan pembangunan sekitar 30 hingga 40 titik check dam dan sabo dam di wilayah Aceh. Sejumlah titik prioritas berada di daerah rawan banjir bandang, termasuk kawasan hulu di Aceh Tenggara.

Pembangunan tersebut ditargetkan dilakukan secara bertahap dengan percepatan pada lokasi-lokasi strategis. Salah satu fokus utama adalah hulu Sungai Alas, mengingat sungai ini menjadi aliran utama yang kerap membawa material besar saat banjir terjadi.

Jembatan Pantai Dona yang membentang di Sungai Alas disebut sebagai akses vital bagi masyarakat. Infrastruktur ini menghubungkan tiga kecamatan, yakni Lawe Alas, Tanoh Alas, dan Babul Rahman, sehingga keberadaannya sangat menentukan aktivitas sosial dan ekonomi warga setempat.

"Kalau kita mau membangun jembatan, tidak bisa hanya membangun di titik ini saja. Harus dibarengi dengan pembangunan sabo dam di hulunya agar lebih efisien dan berkelanjutan. Sabo dam ini berfungsi sebagai penangkap material agar tidak turun ke hilir,” ujar Dody.

Lebih lanjut, Dody juga meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk membantu percepatan penanganan infrastruktur konektivitas di daerah terdampak. Penanganan Jembatan Pantai Dona diminta dilakukan secara intensif agar segera bisa digunakan kembali.

"Saya minta dikerjakan siang dan malam dari dua sisi. Mudah-mudahan dalam waktu 2–3 bulan sudah bisa selesai dan kembali difungsikan," ucap Dody.

Selain Jembatan Pantai Dona, Menteri Dody turut meninjau Jembatan Mbarung di Kecamatan Babussalam yang terdampak bencana banjir bandang pada Kamis, 27 November 2025. Jembatan ini menjadi penghubung empat kecamatan, yakni Lawe Alas, Tanoh Alas, Babul Rahmah, dan Darul Hasanah.

Jembatan Mbarung juga memiliki peran penting dalam mendukung pergerakan ekonomi masyarakat. Akses ini kerap dilalui warga untuk aktivitas perdagangan dan mobilitas sehari-hari, sehingga perbaikannya menjadi perhatian pemerintah pusat.

Tak hanya infrastruktur konektivitas, Menteri Dody juga meninjau Puskesmas Jambul Alam yang berada di kawasan rawan banjir. Ia menilai lokasi fasilitas kesehatan tersebut sudah tidak ideal karena posisinya dekat dengan dasar sungai dan memiliki risiko tinggi terdampak bencana.

"Puskesmas ini memang sudah direkomendasikan untuk direlokasi dari kawasan sungai ke lokasi yang lebih aman. Kita akan lihat kondisi lahannya dan menyiapkan pembangunan di tempat baru agar pelayanan kesehatan masyarakat tetap terjamin," pungkasnya.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #fokus #dari #hulu #kementerian #bangun #puluhan #sabo #aceh

KOMENTAR