Bahlil Murka! Ada Oknum SPBU Swasta Viral Jualan Kopi Demi Tekan Negara Minta Kuota Impor BBM
– Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membongkar praktik tak elok yang dilakukan oknum badan usaha swasta pemilik SPBU. Bahlil mengungkap, ada pihak yang sengaja memviralkan kondisi SPBU seolah tak lagi menjual BBM dan hanya berjualan kopi serta teh, demi menekan pemerintah agar diberi tambahan kuota impor BBM.
Ia mengungkapkan sebelum ada kejadian viral, kesepakatan kolaborasi antara SPBU swasta dengan PT Pertamina (persero) sudah terjad dalam rapat yang dipimpin langsung olehnya. Semua pihak, kata Bahlil, menyetujui dengan skema win-win solution tanpa saling merugikan.
Namun, setelah kesepakatan tercapai, muncul oknum badan usaha swasta yang memanfaatkan media sosial untuk memengaruhi opini publik. Ia menilai, tujuannya sudah jelas bahwa oknum SPBU swasta itu meminta untuk Pemerintah bisa kasih kuota impor tambahan yang nyatanya sudah mencapai 110 persen.
“Pasca itu, ada oknum yang main-main, mempergunakan sosmed untuk menekan kebijakan pemerintah. Ujungnya supaya kita kasih kuota impor tambahan. Mana bisa Bahlil digituin,” ujarnya dalam Podcast Youtube Kasisolusi yang dikutip Selasa (13/1).
Bahlil menegaskan, negara tidak boleh ditekan oleh kepentingan tertentu, apalagi oleh pihak asing. Namun, ia memastikan bahwa pemerintah pun tidak akan bertindak dzolim kepada para pengusaha.
Ia juga membantah framing yang viral di media sosial seolah-olah ada SPBU swasta yang berhenti beroperasi dan menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK). Padahal menurutnya, SPBU tetap beroperasi untuk penjualan solar, sementara yang terdampak hanya BBM bensin jenis RON 92, RON 95, dan RON 98.
"Itu sama dengan orang Papua bilang, adek kalau baru mau tulis kakak sudah baca. Itu. Jadi datanya itu, udahlah, udah tau sama tau aja," tutur Bahlil.
"Dengan memframing dengan tidak menjual minyak, menjual kopi, menjual teh, seolah-olah bahwa ada PHK. Mereka kan untuk BBM jenis solar kan tetap kerja. Kan itu ada. Tapi yang bensinnya, RON 92, RON 95, RON 98-nya yang nggak," imbuhnya.
Saat ditanya soal siapa oknum SPBU swasta yang dimaksud, Bahlil tak menyebut secara spesifik. Namun ia berkali-kali mengatakan bahwa logo SPBU swasta itu berwarna kuning.
"Saya katakan begini. Udahlah aku ini mantan pengusaha. Sesama pelat kuning jangan saling mendahului. Jangan gertak-gertak. (Logonya juga warna kuning lagi ya?) Iya. Ini adek kau baru mau tulis kakak subaca. Sori ye," tukasnya.
Nama Penulis: - [email protected]
Rubrik/Kanal: Ekonomi
Tagging:
Tag: #bahlil #murka #oknum #spbu #swasta #viral #jualan #kopi #demi #tekan #negara #minta #kuota #impor