Wall Street Ditutup Menguat, S&P 500 dan Dow Jones Cetak Rekor Baru
Ilustrasi Wall Street, bursa saham AS New York Stock Exchange. (UNSPLASH/DAVID VIVES)
08:28
13 Januari 2026

Wall Street Ditutup Menguat, S&P 500 dan Dow Jones Cetak Rekor Baru

- Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street menutup perdagangan di awal pekan dengan catatan impresif, Senin (12/1/2026).

Dua indeks utama, Dow Jones Industrial Average dan S&P 500, menorehkan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa, seiring reli saham teknologi dan lonjakan saham raksasa ritel Walmart. Pasar juga terlihat tenang, meski muncul kabar penyelidikan kriminal Departemen Kehakiman AS terhadap Ketua Federal Reserve, Jerome Powell.

Dow Jones menguat 86,13 poin atau 0,17 persen ke level 49.590,20. S&P 500 naik 10,99 poin atau 0,16 persen ke 6.977,27, sementara Nasdaq Composite bertambah 62,56 poin atau 0,26 persen ke 23.733,90.

Penguatan pasar ditopang kinerja Walmart yang melonjak 3 persen. Saham perusahaan ini baru saja memindahkan pencatatan dari NYSE ke Nasdaq bulan lalu, sehingga mendorong kenaikan S&P 500 dan Nasdaq. Dampaknya, sektor barang konsumsi pokok melesat 1,4 persen dan menjadi pemimpin penguatan sektoral, diikuti sektor teknologi.

Walmart dijadwalkan masuk ke Nasdaq-100 pada 20 Januari. Perubahan ini diperkirakan dapat “menarik miliaran dolar” arus dana dari produk indeks pasif.

Padahal, pasar saham AS sempat dibuka melemah di tengah kekhawatiran seputar kabar penyelidikan terhadap Powell. Isu tersebut berkaitan dengan komentar Powell di hadapan Kongres soal proyek renovasi gedung, yang memicu kekhawatiran akan independensi bank sentral.

Powell menilai isu tersebut sebagai “dalih” untuk meningkatkan tekanan terhadap kebijakan suku bunga, yang sejak awal masa jabatan Donald Trump pada Januari 2025 didorong untuk dipangkas agresif.

“Berita bahwa Powell diselidiki Departemen Kehakiman pada dasarnya sudah diisyaratkan oleh Trump, sehingga pasar menerimanya dengan relatif tenang,” ujar Peter Cardillo, Kepala Ekonom Pasar Spartan Capital Securities, New York.

“Dukungan dari mantan gubernur Fed terhadap Powell juga ikut menenangkan pasar,” lanjutnya.

Selain faktor kebijakan, investor kini menanti laporan keuangan kuartal IV-2025. Musim rilis laporan secara tidak resmi dimulai Selasa (13/1/2026) dengan hasil dari JPMorgan Chase dan bank-bank besar lainnya.

Berdasarkan data LSEG, analis memperkirakan sektor teknologi akan memimpin pertumbuhan laba S&P 500 pada kuartal ini dengan lonjakan 26,5 persen secara tahunan. Secara keseluruhan, laba perusahaan S&P 500 diproyeksikan tumbuh 8,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, saham sektor keuangan tertekan setelah Trump menyerukan pembatasan suku bunga kartu kredit di level 10 persen selama satu tahun mulai 20 Januari. Akibatnya, sektor keuangan melemah 0,8 persen dan menjadi penekan utama S&P 500.

Saham Citigroup merosot 3 persen, sementara American Express turun 4,3 persen. Perusahaan pembiayaan konsumen juga tertekan, termasuk Capital One yang anjlok 6,4 persen. Adapun emiten buy now pay later Affirm Holdings melemah 6,6 persen.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke rilis indeks harga konsumen (IHK) AS pada Selasa, yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed. Untuk sementara, pasar masih memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin hingga akhir tahun, menurut data LSEG.

Tag:  #wall #street #ditutup #menguat #jones #cetak #rekor #baru

KOMENTAR