Tak Mau Cuma Jadi Tukang Rakit, Indonesia Bidik Industri Chip Global
Wamenkomdigi Nezar Patria dalam Rapat Kerja bersama Komite I Dewan Perwakilan Daerah RI di Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. (Dok. Komdigi)
06:04
30 Januari 2026

Tak Mau Cuma Jadi Tukang Rakit, Indonesia Bidik Industri Chip Global

 

 

- Pemerintah tengah menyiapkan strategi agar industri teknologi di dalam negeri tidak berhenti pada aktivitas perakitan semata. Melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), upaya diarahkan untuk mendorong transformasi menuju industri semikonduktor bernilai tambah tinggi yang berpotensi menciptakan peluang ekonomi baru.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menilai Indonesia perlu segera mengambil peran dalam rantai pasok global semikonduktor sebagai langkah paling realistis dalam jangka pendek.

"Kita masuk dulu ke rantai pasokan global. Di komponen yang strategis, kita harus ada. Dari situ daya tawar Indonesia akan tumbuh," ujar Wamen Nezar Patria beberapa waktu lalu.

Indonesia disebut memiliki fondasi awal yang cukup kuat untuk masuk ke sektor ini. Salah satunya adalah ketersediaan pasir silika yang melimpah, yang merupakan bahan baku utama silicon wafer, komponen krusial dalam pembuatan chip semikonduktor.

Nezar menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan industri kecerdasan buatan telah mendorong lonjakan permintaan silicon wafer secara global. Kondisi kelangkaan chip dunia pun menjadi peluang besar bagi negara dengan cadangan bahan baku seperti Indonesia.

"Permintaan silicon wafer sangat tinggi karena industri AI berkembang pesat. Ini momentum yang jarang dan harus dimanfaatkan," katanya.

Di luar kekayaan sumber daya alam, posisi geopolitik Indonesia yang relatif netral juga dinilai memberikan keuntungan strategis. Pemerintah melihat potensi untuk menggandeng mitra dari berbagai negara sekaligus mendorong terjadinya alih teknologi.

"Yang kita kejar itu transfer teknologi. Kalau hanya tenaga kerja, dampak jangka panjangnya kecil," tegas Wamen Nezar.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri teknologi nasional, Kemkomdigi turut menerapkan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Produk seperti ponsel, komputer genggam, dan tablet diwajibkan memenuhi TKDN minimal sebesar 35 persen.

Menurut Nezar, kebijakan tersebut menjadi pemicu tumbuhnya rantai pasok industri dalam negeri. Seiring meningkatnya kebutuhan komponen lokal, kapasitas produksi nasional pun diharapkan berkembang.

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah menargetkan industri teknologi Indonesia dapat naik kelas. Tidak hanya menjadi basis perakitan, tetapi mampu berperan aktif dalam industri semikonduktor global dan menghadirkan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Editor: Estu Suryowati

Tag:  #cuma #jadi #tukang #rakit #indonesia #bidik #industri #chip #global

KOMENTAR