Liga China Diguncang Skandal Pengaturan Skor, 73 Orang Disanksi Seumur Hidup
Asosiasi sepak bola China (CFA) mengeluarkan larangan seumur hidup kepada 73 orang, termasuk mantan pelatih kepala tim nasional Li Tie, dan menghukum 13 klub profesional papan atas karena pengaturan pertandingan dan korupsi, demikian pernyataan mereka pada 29 Januari 2026.(AFP/WANG ZHAO)
07:37
30 Januari 2026

Liga China Diguncang Skandal Pengaturan Skor, 73 Orang Disanksi Seumur Hidup

- CFA (PSSI-nya China) mengumumkan hukuman larangan seumur hidup kepada 73 individu, termasuk mantan pelatih tim nasional Li Tie, dalam langkah besar melawan praktik pengaturan skor dan korupsi di sepak bola profesional China.

Langkah tersebut merupakan bagian dari gelombang penindakan korupsi yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping.

Operasi tersebut mengungkap praktik pelanggaran yang melibatkan pejabat federasi, pemain, hingga klub profesional.

Dalam pernyataan resminya, federasi menyebut hukuman dijatuhkan setelah evaluasi menyeluruh.

“Hukuman ini diperlukan untuk menegakkan disiplin industri, memurnikan lingkungan sepak bola, dan menjaga persaingan yang adil,” tulis CFA dalam akun media sosial resminya, seperti dikutip dari AFP.

Larangan Seumur Hidup dan Kasus Korupsi Besar

Li Tie, mantan pemain Everton yang melatih timnas China pada 2019–2021, sebelumnya telah menjalani hukuman penjara 20 tahun sejak Desember 2024 atas kasus suap.

Kini, ia juga dilarang berpartisipasi dalam seluruh aktivitas sepak bola seumur hidup.

Dalam daftar sanksi sama terdapat mantan ketua CFA Chen Xuyuan, yang saat ini menjalani hukuman penjara seumur hidup setelah terbukti menerima suap senilai 11 juta dollar AS.

CFA tidak merinci detail kasus terbaru, termasuk kapan praktik match-fixing terjadi maupun mekanisme yang digunakan.

Federasi hanya menyebut pelanggaran berkaitan dengan pengaturan skor, perjudian, dan suap.

CFA menegaskan pendekatan tanpa toleransi.

“Kami akan selalu mempertahankan kebijakan tanpa toleransi dengan tekanan hukuman maksimal, serta menyelidiki dan menindak setiap pelanggaran disiplin atau regulasi sepak bola segera setelah ditemukan, tanpa kelonggaran,” tulis CFA.

Liga Super China Terkena Dampak Besar

Skandal ini juga berdampak langsung pada klub profesional di Liga Super China. Dari 16 klub peserta musim 2025, sebanyak 11 klub dijatuhi pengurangan poin dan denda.

Saat musim 2026 dimulai pada Maret, sembilan klub dipastikan memulai kompetisi dengan poin minus.

Sanksi terberat dijatuhkan kepada Tianjin Jinmen Tiger dan Shanghai Shenhua, yang masing-masing menerima pengurangan 10 poin serta denda satu juta yuan.

Juara tiga musim terakhir, Shanghai Port, mendapat pengurangan lima poin dan denda 400.000 yuan, hukuman yang juga dijatuhkan kepada Beijing Guoan.

Federasi menyatakan sanksi ditentukan berdasarkan jumlah transaksi ilegal, kondisi kasus, sifat pelanggaran, serta dampak sosialnya.

Krisis Finansial dan Ambisi Sepak Bola China

Skandal ini terjadi di tengah tekanan finansial yang melanda banyak klub profesional China.

Salah satu klub paling sukses dalam sejarah liga, Guangzhou FC, resmi bubar pada 2025 setelah gagal melunasi utang sebelum musim baru dimulai.

Presiden Xi Jinping diketahui merupakan penggemar sepak bola dan pernah menyampaikan ambisi agar China suatu hari bisa menjadi tuan rumah sekaligus juara Piala Dunia.

Namun, tim nasional China gagal lolos ke Piala Dunia 2026 di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Langkah penindakan besar-besaran ini menandai fase baru dalam upaya reformasi sepak bola profesional China, dengan fokus pada penegakan disiplin dan pembersihan praktik ilegal di seluruh level kompetisi.

Tag:  #liga #china #diguncang #skandal #pengaturan #skor #orang #disanksi #seumur #hidup

KOMENTAR