Asing Masih Borong Saham Rp 16,28 Triliun di Tengah Trading Halt IHSG
– Investor asing tercatat masih aktif bertransaksi di tengah gejolak pasar saham Indonesia.
Pada perdagangan Jumat (30/1/2026), investor asing membukukan pembelian saham senilai Rp 16,28 triliun, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt sebanyak dua kali.
Data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Senin (2/2/2026) menunjukkan, pada hari itu investor asing mencatatkan nilai jual Rp 17,81 triliun. Dengan komposisi tersebut, investor asing masih mencatatkan aktivitas beli yang signifikan di tengah tekanan pasar.
Dari sisi struktur transaksi, investor domestik mendominasi perdagangan harian dengan porsi 59 persen dari total nilai transaksi, sedangkan investor asing menyumbang 41 persen. Secara year to date (YTD), kontribusi investor domestik mencapai 69 persen, sementara investor asing sebesar 31 persen.
Pada perdagangan 30 Januari 2026, investor domestik mencatatkan nilai beli Rp 25,33 triliun dan nilai jual Rp 23,80 triliun. Kondisi ini membuat investor domestik masih membukukan pembelian bersih.
Baca juga: IHSG Sesi Satu Ditutup Anjlok 5,31 Persen
Tekanan Beruntun ke IHSG
IHSG mengalami tekanan berat selama dua hari berturut-turut. Pada Rabu (28/1/2026), IHSG ambruk 7,35 persen dan ditutup di level 8.320,56, turun 659,67 poin. Pada hari itu, BEI sempat menghentikan perdagangan sementara sebelum dibuka kembali.
Tekanan jual berlanjut pada Kamis (29/1/2026). IHSG ditutup melemah 1,06 persen atau 88,35 poin ke level 8.232,20. Tak lama setelah pembukaan perdagangan, BEI kembali mengaktifkan trading halt setelah IHSG anjlok 835,20 poin atau setara 10,04 persen ke level 7.485,35.
Pada Jumat (30/1/2026), IHSG akhirnya ditutup menguat ke level 8.329,60. Namun, indeks sempat menyentuh level psikologis 7.400 di tengah perdagangan. Secara akumulatif, IHSG terkoreksi 6,94 persen sepanjang pekan terakhir Januari.
Tekanan kembali berlanjut pada Senin (2/2/2026). Hingga penutupan sesi pertama, IHSG merosot 5,31 persen atau 442,44 poin ke level 7.887,16. IHSG dibuka di level 8.306,16 dan sempat menyentuh 8.313,06 sebelum tekanan jual menyeret indeks ke level terendah 7.858,40.
Pada sesi tersebut, volume perdagangan mencapai 35,35 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 18,94 triliun dan frekuensi 2,08 juta kali. Sebanyak 715 saham melemah, 65 saham menguat, dan 33 saham stagnan. Seiring pelemahan indeks, kapitalisasi pasar menyusut menjadi Rp 14.205,64 triliun.
Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat, IHSG Justru Anjlok Pagi Ini
OJK dan BEI Temui MSCI
Di tengah gejolak pasar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (2/2/2026) sore. Pertemuan ini menjadi bagian dari komunikasi lanjutan terkait sejumlah isu pasar modal Indonesia.
Anggota Dewan Komisioner OJK yang menggantikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fawzi, menyampaikan agenda pertemuan direncanakan berlangsung pada Senin sore.
“Saya terinfo kemungkinan di waktu sore hari,” ujar Hasan kepada media di Gedung BEI, Jakarta, Minggu (2/2/2026).
Ia menjelaskan, pertemuan tersebut difokuskan pada penyampaian kesiapan OJK dan Self Regulatory Organization (SRO), termasuk rencana implementasi atas berbagai isu yang menjadi perhatian penyedia indeks global.
“Kami sudah memberikan instruksi kepada tim kami di OJK dan SRO yang akan hadir dalam pertemuan bersama salah satu indeks provider global, dan terkonfirmasi per hari ini seluruh concern atau katakanlah permintaan dari pihak indeks provider global itu setelah kami periksa tidak ada yang tidak bisa kita hadirkan dan sanggupi,” paparnya.
Hasan berharap pertemuan tersebut menghasilkan tindak lanjut yang lebih konkret dari komunikasi sebelumnya.
“Kita berharap dari mekanisme yang dilakukan, kita akan mendapatkan pernyataan atau kesepakatan sebagai hasil dari pertemuan itu,” lanjut Hasan.
Sebagai catatan, kebijakan dan penilaian MSCI menjadi sentimen utama pergerakan IHSG. Penilaian terkait free float, transparansi data, hingga bobot dan status Indonesia dalam indeks MSCI kerap memicu respons cepat investor institusi asing di pasar saham domestik.
Tag: #asing #masih #borong #saham #1628 #triliun #tengah #trading #halt #ihsg