Konferensi China-ASEAN Digelar di Jakarta, Alibaba-Huawei Bakal Hadir
Wakil Ketua Umum Koordinator III KADIN Indonesia, Shinta W. Kamdani (tengah) dan Executive Managing Editor, South China Morning Post, Zuraidah Ibrahim (kiri) dalam konferensi pers di St. Regis, Jakarta, Kamis (30/1/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
06:16
30 Januari 2026

Konferensi China-ASEAN Digelar di Jakarta, Alibaba-Huawei Bakal Hadir

- Raksasa perusahaan teknologi dari China daratan, Alibaba Cloud, Huawei, hingga Ant International bakal turut menghadiri China Conference: Southeast Asia.

Forum ini akan digelar South China Morning Post (SCMP), bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Hotel St. Regis, Jakarta, pada 10-11 Februari mendatang.

Executive Managing Editor, South China Morning Post, Zuraidah Ibrahim mengatakan, melalui forum ini pihaknya akan fokus menghubungkan pihak-pihak yang tertarik dengan China maupun Indonesia.

“Kami menjadi platform tempat bagi  mereka untuk bertukar ide, informasi, wawasan, kebijaksanaan sehingga bisa membuat keputusan yang tepat ke mana mereka akan berinvestasi,” kata Zuraidah dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (29/1/2026) petang.

Baca juga: Harga Tembaga Meroket di Pasar Global, Investor China Jadi Pendorong

Sebagai media, kata Zuraidah, SCMP melaporkan berita yang fokus pada isu ekonomi.

Pihaknya akan membantu memfasilitasi dialog, pertukaran pemahaman, dan menjalankan tanggung jawab media dalam menciptakan dunia yang lebih baik.

“Kami sangat fokus pada ekonomi, berfokus ke ekonomi, karena kami yakin di situlah keuntungan terbesar bagi perkembangan umat manusia dapat terwujud,” ujar Zuraidah.

Pada kesempatan yang sama, Director, Global Events South China Morning Post, Razlan Manjiaji, mengatakan pertemuan itu bakal membahas tiga pilar topik utama.

Pihaknya memandang, isu diplomasi dan geopolitik akan menjadi materi yang perlu banyak dibicarakan.

Pembahasan topik itu bakal menghadirkan sejumlah menteri strategis sebagai keynote speaker.

Topik lainnya menyangkut perdagangan dan arus modal serta teknologi yang penting bagi Asia Tenggara.

“Tentang teknologi keuangan serta rantai pasokan dan keberlanjutan. Ini mencakup tiga pilar utama yang kami bahas di acara tersebut,” kata Razlan.

Forum bakal dihadiri sekitar 500 tamu undangan dari perwakilan berbagai industri terkemuka dengan 54 persen di antaranya dari Indonesia.

Kemudian, perusahaan lainnya dari Hong Kong, Malaysia, Singapura, dan China daratan.

Sejumlah perwakilan perusahaan ternama yang akan hadir adalah Alibaba Cloud, Ant International, Fosun Health Group, dan Huawei. 

“Sebenarnya kami memiliki lebih dari itu, tetapi mereka adalah sponsor, jadi saya perlu menyebutkan nama mereka. Kemudian kami memiliki industri yang beragam yang diwakili oleh lebih dari 30 perusahaan Chuhai,” tutur Razlan.

Baca juga: Dag Dig Dug Ekonomi China dan Nostalgia Krisis Negeri Sakura

Tak Target Investasi, tapi Koneksi

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator III KADIN Indonesia sekaligus Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apind), Shinta W. Kamdani menyebut, forum ini bakal menjadi kesempatan membuka lebih banyak peluang hubungan investasi dan perdagangan.

Menurutnya, peluang menarik investasi di berbagai sektor, termasuk manufaktur sangat besar, terutama menyangkut electronic vehicle (EV) atau kendaraan listrik.

Di luar itu, pemerintah juga sedang menggencarkan hilirisasi di sektor tambang dan pertanian.

“Itu semua juga kesempatan untuk membawa lebih banyak investasi baik itu dari China, Hong Kong maupun sekitarnya juga sangat besar,” tutur Shinta.

Baca juga: Bos INCO Blak-blakan: RI Kaya Nikel, tapi Teknologi Dikuasai China

Sementara, dari sisi perdagangan pihaknya melihat kesempatan ini menjadi peluang untuk diversifikasi atau penganekaragaman ekspor.

Sebab, kondisi ekonomi global membuat banyak negara lain sulit melakukan impor.

“Jadi kita sekarang kalau kita bilang diversifikasi itu karena pasar-pasar kita tidak bisa hanya rely ke pasar-pasar tradisional, juga non-tradisional,” kata Shinta.

Pada saat yang bersamaan, pihaknya menyoroti 70 persen bahan baku industri Indonesia masih impor.

Baca juga: Populasi China Kembali Menyusut pada 2025, Kelahiran dan Penuaan Jadi Faktor

China menjadi salah salah satu negara sumber impor tersebut.

“Oleh karena itu, kita juga mesti melihat peluang untuk bisa jadi lebih meningkatkan ekspor kita juga ke sana,” ujar Shinta.

Meski demikian, pihaknya tidak menargetkan berapa nilai investasi dari pertemuan besar tersebut.

Kadin lebih melihat forum itu sebagai upaya membawa perusahaan Indonesia bertemu dan membangun relasi dengan perusahaan asing, terutama dari China.

Menurutnya, di luar perusahaan ternama dari negeri tirai bambu maupun Hong Kong seperti Huawei dan BYD, terdapat banyak perusahaan lain yang belum cukup dikenal.

“Jadi ini ini saya rasa adalah lebih pembuka jalan untuk connecting, tapi saya mau mungkin menegaskan satu hal tambahan,” kata dia.

Tag:  #konferensi #china #asean #digelar #jakarta #alibaba #huawei #bakal #hadir

KOMENTAR