Tekanan Politik Trump ke The Fed Guncang Wall Street, Investor Lari ke Emas
- Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka tertekan di awal pekan, Senin (12/1/2026) waktu negara setempat. Pasar saham, obligasi, dan dolar AS kompak melemah setelah investor berbondong-bondong beralih ke aset aman, terutama logam mulia.
Mengutip Bloomberg, pergeseran ini terjadi menyusul meningkatnya ketegangan antara pemerintahan Presiden Donald Trump dan Federal Reserve (The Fed), yang memicu kekhawatiran atas independensi bank sentral Amerika Serikat.
Meski pergerakan tersebut masih relatif terbatas dan belum mencerminkan aksi jual besar-besaran aset AS, pasar menilai adanya sinyal meningkatnya campur tangan politik terhadap kebijakan moneter. Kekhawatiran ini cukup untuk menahan laju penguatan indeks saham utama. Indeks S&P 500 menghentikan reli yang sebelumnya mendekatkannya ke level psikologis 7.000.
Tekanan saham perbankan
Tekanan juga melanda saham perbankan. Saham JPMorgan Chase & Co., Capital One Financial Corp., dan sejumlah bank besar lainnya melemah setelah Trump menyerukan agar perusahaan kartu kredit membatasi suku bunga maksimal 10 persen selama satu tahun.
Di pasar obligasi, surat utang pemerintah AS bertenor panjang berkinerja lebih buruk dibanding tenor pendek. Yield US Treasury 30 tahun naik dan berpotensi mencatatkan kenaikan terbesar sepanjang tahun ini. Sebaliknya, yield obligasi dua tahun relatif stabil. Di pasar valuta asing, dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama dunia.
Analis Evercore, Krishna Guha, menilai tekanan terhadap pasar berpotensi berlanjut. Menurutnya, risiko terhadap independensi The Fed akan menjadi tema utama sepanjang 2026, meskipun pasar belum tentu bereaksi secara ekstrem.
“Kami menilai perdagangan ini berpotensi semakin menguat dan, dalam kondisi apa pun, akan memiliki daya tahan, dengan risiko terhadap independensi The Fed menjadi tema utama sepanjang 2026,” ujar Krishna Guha dari Evercore.
“Namun, kami juga menyadari adanya kemungkinan pasar tidak akan bereaksi secara ekstrem,” paparnya.
Independensi the Fed
Ia menambahkan, pelaku pasar sejauh ini telah terbiasa dengan tekanan Trump terhadap The Fed. Selain itu, masa jabatan Ketua The Fed Jerome Powell tersisa sekitar empat bulan, tidak ada ancaman pemecatan dalam waktu dekat, dan Powell berkomitmen menjalankan kebijakan moneter seperti biasa.
“Belajar hidup berdampingan dengan tekanan Trump terhadap The Fed, masa jabatan Powell sebagai Ketua The Fed hanya tersisa empat bulan, tidak ada ancaman pencopotan dalam waktu dekat, dan Powell telah berjanji akan tetap menjalankan kebijakan seperti sebelumnya,” lanjutnya.
Independensi The Fed selama ini menjadi fondasi penting pasar keuangan AS. Setiap perubahan persepsi atas independensi tersebut dinilai dapat membebani sentimen investor.
Di sisi lain, Powell mengungkapkan bahwa bank sentral AS menerima panggilan juri dari Departemen Kehakiman AS yang berpotensi mengarah pada dakwaan pidana. Dalam pernyataan tertulis dan video yang dirilis Minggu malam waktu setempat, Powell menjelaskan langkah hukum tersebut berkaitan dengan kesaksiannya di Kongres pada Juni lalu mengenai proyek renovasi kantor pusat The Fed.
Adapun pergerakan pasar utama pada perdagangan pagi waktu New York:
Di pasar saham, S&P 500 turun 0,4 persen, Nasdaq 100 melemah 0,6 persen, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,6 persen. Di Eropa, Stoxx Europe 600 naik tipis 0,1 persen, sementara MSCI World Index turun 0,2 persen.
Di pasar valuta asing, Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,2 persen. Euro menguat 0,3 persen ke level 1,1676 dollar AS, poundsterling naik 0,5 persen ke 1,3466 dollar AS, sementara yen Jepang relatif stabil di kisaran 158,00 per dollar AS.
Di pasar kripto, harga Bitcoin turun 0,5 persen ke level 90.184,75 dollar AS, sedangkan Ether melemah 1,3 persen ke 3.075,64 dollar AS.
Di pasar obligasi global, yield US Treasury 10 tahun naik tiga basis poin ke 4,19 persen. Yield obligasi Jerman 10 tahun turun dua basis poin ke 2,84 persen, sementara yield obligasi Inggris 10 tahun naik satu basis poin ke 4,38 persen. Yield US Treasury dua tahun naik satu basis poin ke 3,55 persen, sedangkan tenor 30 tahun naik empat basis poin ke 4,85 persen.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,4 persen ke 58,91 dollar AS per barel. Sebaliknya, harga emas spot melonjak 1,8 persen ke level 4.592,05 dollar AS per ons.
Tag: #tekanan #politik #trump #guncang #wall #street #investor #lari #emas