Penjualan Eceran Naik pada November 2025, Ditopang Makanan dan Suku Cadang
Ilustrasi belanja di supermarket.(PEXELS/ Marianne Tang)
19:32
12 Januari 2026

Penjualan Eceran Naik pada November 2025, Ditopang Makanan dan Suku Cadang

Kinerja penjualan eceran nasional pada November 2025 menunjukkan penguatan baik secara tahunan maupun bulanan.

Bank Indonesia (BI) dalam Survei Penjualan Eceran (SPE) November 2025 mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2025 sebesar 222,9, yang berarti tumbuh 6,3 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan IPR November 2025 lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Oktober 2025 sebesar 4,3 persen (yoy).

Ilustrasi belanja.PIXABAY/PREIS_KING Ilustrasi belanja.

Secara bulanan, penjualan eceran pada November 2025 juga meningkat. BI mencatat IPR tumbuh 1,5 persen secara bulanan (month to month/mtm), lebih tinggi dibandingkan 0,6 persen (mtm) pada Oktober 2025.

Kinerja ini terutama didorong oleh meningkatnya penjualan kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Suku Cadang dan Aksesori, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau.

Ini seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru .

Suku cadang dan makanan jadi motor pertumbuhan penjualan ritel

Dari sisi kelompok komoditas, seluruh kelompok mencatatkan kinerja yang lebih baik secara tahunan pada November 2025.

Kenaikan penjualan tertinggi terjadi pada kelompok Suku Cadang dan Aksesori sebesar 17,7 persen (yoy). Pertumbuhan ini diikuti oleh Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 8,5 persen (yoy), serta Barang Budaya dan Rekreasi sebesar 8,1 persen (yoy).

Ilustrasi belanja, belanja di supermarket. PIXABAY/TUNG LAM Ilustrasi belanja, belanja di supermarket.

Sementara itu, penjualan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor tumbuh 0,8 persen (yoy).

Secara bulanan, mayoritas kelompok juga mencatatkan peningkatan. Peralatan Informasi dan Komunikasi tumbuh 5,5 persen (mtm), diikuti oleh Suku Cadang dan Aksesori sebesar 4,2 persen (mtm), Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar 2,8 persen (mtm), serta Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 1,2 persen (mtm).

BI menyebutkan peningkatan ini terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat sebagai persiapan memasuki periode akhir tahun.

Penjualan eceran Desember 2025 diprediksi tetap tumbuh

BI juga memproyeksikan kinerja penjualan eceran pada Desember 2025 tetap tumbuh secara tahunan dan meningkat secara bulanan.

IPR Desember 2025 diprakirakan sebesar 231,7, atau tumbuh 4,4 persen (yoy), meski lebih rendah dibandingkan pertumbuhan November 2025 yang sebesar 6,3 persen (yoy).

Pertumbuhan tahunan Desember 2025 diprakirakan ditopang oleh kelompok Suku Cadang dan Aksesori (12,4 persen yoy), Makanan, Minuman, dan Tembakau (6,9 persen yoy), Barang Budaya dan Rekreasi (3,5 persen yoy), serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (0,2 persen yoy).

Secara bulanan, IPR Desember 2025 diprakirakan tumbuh 4,0 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan 1,5 persen (mtm) pada November 2025.

Kinerja tersebut terutama ditopang oleh Peralatan Informasi dan Komunikasi (13,9 persen mtm), Barang Budaya dan Rekreasi (3,5 persen mtm), Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya (3,6 persen mtm), serta Makanan, Minuman, dan Tembakau (3,7 persen mtm).

Ini sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru yang didukung oleh kelancaran distribusi.

Kinerja spasial: Surabaya dan Semarang menonjol

Ilustrasi SurabayaShutterstock/Oyek Photo Ilustrasi Surabaya

Dari sisi spasial, kinerja penjualan eceran pada November 2025 ditopang oleh sejumlah kota cakupan survei.

Secara tahunan, peningkatan penjualan eceran tercatat di Surabaya sebesar 21,4 persen (yoy), Semarang (termasuk Purwokerto) sebesar 10,5 persen (yoy), dan Denpasar sebesar 3,8 persen (yoy).

Sementara itu, secara bulanan, peningkatan pertumbuhan terbesar terjadi di Manado sebesar 13,5 persen (mtm), Medan sebesar 5,3 persen (mtm), dan Surabaya sebesar 1,3 persen (mtm).

Untuk Desember 2025, BI memperkirakan penjualan eceran secara tahunan akan tumbuh lebih tinggi di Denpasar sebesar 3,9 persen (yoy).

Penjualan di Surabaya dan Semarang (termasuk Purwokerto) diperkirakan tetap tumbuh meskipun melambat dibandingkan periode sebelumnya, masing-masing sebesar 17,0 persen (yoy) dan 8,2 persen (yoy).

Secara bulanan, peningkatan penjualan diprakirakan terjadi di sebagian besar kota cakupan survei, terutama Bandung (11,2 persen mtm), Semarang (5,8 persen mtm), Jakarta (4,5 persen mtm), dan Banjarmasin (3,6 persen mtm).

Ekspektasi inflasi pedagang meningkat dalam jangka pendek

Dari sisi harga, BI mencatat bahwa tekanan inflasi dalam tiga bulan mendatang, yaitu Februari 2026, diperkirakan meningkat, sementara tekanan inflasi enam bulan mendatang, yaitu Mei 2026, diprakirakan menurun.

Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Februari 2026 yang tercatat sebesar 168,6, lebih tinggi dibandingkan 163,2 pada periode sebelumnya, yang didorong oleh ekspektasi kenaikan harga menjelang periode Ramadhan 1447 H.

Sementara itu, IEH Mei 2026 tercatat sebesar 154,5, lebih rendah dibandingkan 161,7 pada periode sebelumnya.

Tag:  #penjualan #eceran #naik #pada #november #2025 #ditopang #makanan #suku #cadang

KOMENTAR