Defisit APBN Nyaris 3 Persen, Airlangga: Masih Aman, Fokus Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY )
14:12
9 Januari 2026

Defisit APBN Nyaris 3 Persen, Airlangga: Masih Aman, Fokus Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi

- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan defisit APBN 2025 masih berada dalam batas aman meski posisinya relatif mendekati ambang batas yang ditetapkan undang-undang.

Menurutnya, kondisi defisit APBN 2025 yang masih di bawah 3 persen atau tepatnya 2,92 persen tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

“Tentu tidak masalah, kan tahun kemarin sudah ditutup defisit masih aman masih di bawah 3 persen,” ujar Airlangga saat ditemui di Kementerian Perekonomian pada Jumat (9/1/2025).

Airlangga mengatakan, pemerintah telah menutup kinerja fiskal 2025 dengan defisit yang tetap terkendali, meskipun realisasinya melebar dibandingkan target awal.

Airlangga menambahkan, pelebaran defisit juga perlu dilihat secara proporsional dengan capaian penerimaan negara yang telah mencapai sekitar 91,7 persen dari target APBN 2025.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kinerja fiskal yang masih cukup solid di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

Airlangga menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ia menilai, pertumbuhan memiliki keterkaitan langsung dengan penciptaan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja. “Yang paling penting adalah kita mengejar pertumbuhan, karena pertumbuhan itu dampaknya langsung ke employment dan penciptaan lapangan kerja,” jelasnya.

Terkait kinerja ekonomi pada kuartal IV-2025, Airlangga memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut berpotensi menjadi yang tertinggi dibandingkan kuartal sebelumnya.

Dengan demikian, secara keseluruhan target pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2025 dinilai masih berpeluang untuk didekati. “Kita lihat nanti angkanya, tapi kuartal IV itu diharapkan tumbuh lebih tinggi dibanding kuartal-kuartal sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, menjelang tahun 2026, Airlangga menyampaikan pemerintah akan terus memantau perkembangan ekonomi, termasuk kemungkinan perlunya stimulus tambahan pada kuartal I-2026.

Namun, ia menekankan kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi yang ada. “Kita akan monitor. Apalagi di kuartal I ada momentum Lebaran di bulan Maret, itu tentu akan berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi,” pungkasnya.

Tag:  #defisit #apbn #nyaris #persen #airlangga #masih #aman #fokus #pemerintah #kejar #pertumbuhan #ekonomi

KOMENTAR