Bos OpenAI Blak-blakan: Era AGI Sudah Dekat, Kecerdasan ''Dewa'' Menyusul
Ilustrasi AI Bisnis Bank di China Gunakan AI untuk Perekrutan Karyawan(DOK. SHUTTERSTOCK)
10:03
24 Februari 2026

Bos OpenAI Blak-blakan: Era AGI Sudah Dekat, Kecerdasan ''Dewa'' Menyusul

– Perkembangan akal imitasi (artificial intelligence, AI) melesat dengan kecepatan yang mencengangkan.

Kini, teknologi tersebut tak sekadar bisa diajak mengobrol, tetapi sudah mulai mampu memecahkan masalah matematika rumit hingga merancang kode pemrograman kompleks.

Di tengah pesatnya evolusi ini, CEO OpenAI, Sam Altman, melontarkan prediksi mengejutkan mengenai kemunculan Artificial General Intelligence (AGI), yakni tingkatan AI di mana mesin memiliki kecerdasan kognitif yang setara dengan kemampuan otak manusia secara umum.

Sebagai informasi, AGI sering dianggap sebagai "cawan suci" di industri teknologi.

Jika AI yang kita pakai sekarang hanya pintar untuk tugas spesifik seperti merangkum teks, menulis kode, atau membuat gambar, AGI berada di level yang jauh berbeda.

AGI adalah mesin serbabisa yang daya nalar dan kepintarannya setara dengan kognitif otak manusia secara umum.

Sederhananya, AGI bisa belajar secara mandiri, merencanakan sesuatu, dan memecahkan masalah baru di berbagai bidang sekaligus, tanpa harus diprogram satu per satu oleh manusia.

Baca juga: Canggungnya Bos OpenAI dan Anthropic di Atas Panggung Forum AI, Ogah Gandengan

Dalam sebuah forum diskusi acara di sela-sela KTT India-AI Impact 2026, Altman secara blak-blakan menyebut bahwa wujud kecerdasan mesin selevel manusia ini tak lama lagi akan hadir di tengah kita.

"AGI terasa sudah cukup dekat pada titik ini," ujar Altman, seperti dikutip KompasTekno dari kanal YouTube The Indian Express.

CEO OpenAI sekaligus pembuat chatbot AI ChatGPT Sam Altman membela penggunaan kecerdasan buatan (AI) dari kritik soal dampak lingkungan.Youtube/ Indian Express CEO OpenAI sekaligus pembuat chatbot AI ChatGPT Sam Altman membela penggunaan kecerdasan buatan (AI) dari kritik soal dampak lingkungan.

Pernyataan Altman ini bukan sekadar sesumbar kosong. Ia menyoroti betapa pesatnya lompatan kemampuan model AI yang sedang mereka kembangkan di dapur OpenAI.

Altman mengajak audiens mundur sejenak ke enam tahun lalu.

Jika di masa itu kita ditanya soal kemungkinan adanya sistem yang bisa melakukan riset sains baru secara mandiri, menulis program komputer kompleks, hingga beroperasi layaknya dokter, pengacara, atau ilmuwan, kita pasti akan menganggapnya tidak masuk akal.

Namun saat ini, berbagai kemampuan "khayalan" itu perlahan mulai terwujud. Altman mengeklaim, jika melihat seberapa masif teknologi di internal OpenAI berakselerasi, wujud utuh AGI memang tinggal selangkah lagi.

Bahkan, bos OpenAI ini meramalkan bahwa fase takeoff atau titik lepas landas teknologi AI ke depannya akan terjadi jauh lebih ngebut dari prediksi awalnya.

Baca juga: Profesor Ini Tantang AI Tercerdas Kerjakan Soal Matematika, Jawabannya “Asbun”

Bukan cuma AGI, "Superintelijen" juga dekat

Yang mungkin bikin sebagian orang ketar-ketir, Altman ternyata tidak cuma membicarakan AGI. Ia juga menyinggung level AI tertinggi yang sering disebut-sebut sebagai Artificial Superintelligence (ASI).

Sebagai gambaran, jika AGI "hanya" setara manusia, ASI adalah kecerdasan level "dewa" yang melampaui batas kepintaran gabungan manusia-manusia paling genius sekalipun, di hampir semua disiplin ilmu.

Menurut Altman, jarak kemunculan entitas superintelijen ini rupanya tidak terpaut jauh dari kehadiran AGI.

"Mengingat apa yang sekarang saya perkirakan sebagai fase takeoff yang lebih cepat, saya rasa superintelijen tidak terlalu jauh," tegasnya.

Prediksi berani dari sang nakhoda OpenAI ini jelas menjadi sinyal peringatan bagi dunia.

Jika mesin yang jauh lebih pintar dari penciptanya ini benar-benar lahir dalam hitungan tahun ke depan, peradaban manusia mau tidak mau harus bersiap menghadapi disrupsi terbesar dalam sejarahnya.

Tag:  #openai #blak #blakan #sudah #dekat #kecerdasan #dewa #menyusul

KOMENTAR