Instran Minta Pemerintah Tak Hanya Hitung Untung-Rugi dari Pengembangan Transportasi Umum
Ilustrasi penumpang menunggu kedatangan Commuterline di Stasiun Manggarai. [Suara.com/Alfian Winanto]
08:04
9 Januari 2026

Instran Minta Pemerintah Tak Hanya Hitung Untung-Rugi dari Pengembangan Transportasi Umum

Baca 10 detik
  • Ketua Pembina Instran, Bambang Susantono, menegaskan kebijakan transportasi publik harus melampaui untung rugi finansial semata.
  • Transportasi publik memiliki peran strategis menopang sosial ekonomi perkotaan melalui efek berganda tidak kasatmata.
  • Pemerintah berperan memfasilitasi mobilitas warga yang lancar demi perkembangan dan produktivitas ekonomi kota.

Ketua Pembina Instran, Bambang Susantono, menegaskan kebijakan transportasi publik tidak semestinya dilihat semata dari hitungan untung dan rugi secara finansial.

Menurut dia, transportasi memiliki peran strategis dalam menopang kehidupan sosial dan ekonomi perkotaan, sehingga pendekatannya harus melampaui perhitungan arus kas dan neraca keuangan.

“Transportasi itu kita enggak bicara soal untung rugi, tapi juga bagaimana multiplier effect-nya,” ujar Bambang di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Ia menjelaskan, setiap pergerakan masyarakat yang difasilitasi oleh transportasi publik akan memicu aktivitas ekonomi lanjutan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Bambang menyebut, konsep forward and backward linkage dalam transportasi kerap luput dari perhatian, padahal sektor ini berkaitan erat dengan berbagai aktivitas ekonomi kota.

Menurutnya, ketika mobilitas warga terhambat akibat mahalnya biaya atau keterbatasan layanan, dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga produktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Ketua Pembina Instran, Bambang Susantono. [Ist] PerbesarKetua Pembina Instran, Bambang Susantono. [Ist]

Ia menilai, pendekatan bisnis murni dalam mengelola angkutan umum berpotensi keliru jika mengabaikan manfaat ekonomi yang bersifat tidak kasatmata.

“Yang diambil bukan hanya benefit yang kelihatan, soal cash flow, tapi juga intangible benefit-nya,” kata Bambang.

Ia mencontohkan, sejumlah kota di dunia berani menggratiskan transportasi umum karena menyadari dampak ekonomi jangka panjang dari mobilitas yang lancar dan terjangkau.

Menurut Bambang, kebijakan tersebut bukan bentuk pemborosan, melainkan investasi sosial dan ekonomi yang hasilnya dirasakan oleh seluruh warga kota.

Ia menambahkan, peran pemerintah sangat penting sebagai fasilitator pergerakan masyarakat, bukan sekadar regulator yang menuntut efisiensi finansial semata.

Bambang menilai, kota akan berkembang ketika mobilitas warganya difasilitasi dengan baik, aman, andal, serta terjangkau.

Dalam konteks itu, ia berharap pemerintah semakin berani mengambil kebijakan transportasi publik yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Menurutnya, selama transportasi masih dipandang sebagai beban keuangan semata, manfaat besarnya bagi ekonomi dan kehidupan kota tidak akan pernah optimal.

"Kota itu berkembang karena memang kita bisa melakukan pergerakan mobilitas yang difasilitasi, dan memang tugas fasilitasi adalah tugas dari pemerintah," pungkas Bambang.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #instran #minta #pemerintah #hanya #hitung #untung #rugi #dari #pengembangan #transportasi #umum

KOMENTAR