Volatilitas Tinggi, Harga Bitcoin Bakal Tembus Rekor Lagi?
Harga Bitcoin naik ke level Rp 1,54 miliar, namun pasar tetap waspada akibat ketegangan antara AS dan Venezuela.()
19:44
8 Januari 2026

Volatilitas Tinggi, Harga Bitcoin Bakal Tembus Rekor Lagi?

Harga Bitcoin diproyeksikan kembali mencetak rekor pada 2026. Proyeksi tersebut datang bersama risiko volatilitas tinggi.

Sejumlah pengamat menempatkan kisaran harga Bitcoin pada 2026 hingga 225.000 dollar AS.

Pada Oktober 2025, Bitcoin sempat menyentuh rekor 126.000 dollar AS. Harga kemudian merosot ke sekitar 80.000 dollar AS menjelang akhir tahun.

Saat ini, harga Bitcoin masih sekitar 30 persen di bawah rekor tertingginya.

Pergerakan Bitcoin pada 2026 diperkirakan berada dalam rentang lebar. Faktor penekan datang dari suku bunga global. Dorongan penguatan muncul dari arus dana institusional.

Skenario optimistis memproyeksikan harga Bitcoin menembus 150.000 dollar AS atau sekitar Rp 2,475 miliar pada akhir 2026.

Analis Tokocrypto Fyqieh Fachrur menilai pergerakan Bitcoin sejak akhir 2025 hingga awal 2026 masih berada pada fase transisi.

Bitcoin dinilai bertahan di atas area penopang struktural di level 80.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,32 miliar pada penutupan bulanan. Level tersebut kerap menjadi zona stabilisasi harga secara historis.

“Bitcoin mampu bertahan di atas area 80.000 dollar AS pada penutupan bulanan, yang secara historis menjadi zona stabilisasi harga. Namun, tekanan masih terlihat dari sisi likuiditas dan sentimen global,” kata Fyqieh.

Fyqieh menilai pergerakan harga masih berpotensi berfluktuasi selama premi Coinbase belum kembali positif secara konsisten. Ia mencermati tekanan jual mulai melemah dibanding periode sebelumnya.

Pasar kripto sepanjang 2025 turut ditopang lingkungan regulasi yang lebih ramah di Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.

Minat investor institusional dan pelaku keuangan tradisional, termasuk bank, juga meningkat.

Kepala Riset Galaxy Alex Thorn menyebut lingkungan investasi global berada dalam kondisi kompleks.

Valuasi saham tinggi. Situasi geopolitik terus berubah. Kekhawatiran muncul terkait keberlanjutan belanja modal kecerdasan buatan.

Kebijakan moneter mulai bergeser. Pemilu paruh waktu Amerika Serikat juga semakin dekat.

“Dengan latar belakang ini, prospek Bitcoin di tahun 2026 sulit diprediksi,” ujar Thorn, dikutip dari CNBC.

Berikut sejumlah proyeksi harga Bitcoin pada 2026:

Carol Alexander memproyeksikan Bitcoin bergerak pada kisaran 75.000 hingga 150.000 dollar AS. Titik keseimbangan diperkirakan berada di sekitar 110.000 dollar AS.

Profesor keuangan Universitas Sussex tersebut menilai pergerakan harga Bitcoin sebelumnya banyak didorong pedagang ritel. Dua tahun terakhir menunjukkan keterlibatan investor institusional yang semakin besar.

CoinShares memperkirakan harga Bitcoin berada di rentang 120.000 hingga 170.000 dollar AS pada 2026.

Kepala Riset CoinShares James Butterfill menilai pergerakan harga lebih konstruktif berpotensi muncul pada paruh kedua tahun tersebut.

Butterfill menyebut investor akan mencermati sosok ketua baru Federal Reserve setelah masa jabatan Jerome Powell berakhir pada Mei.

"Orang baru tersebut kemungkinan akan bersikap lunak, tetapi pasar akan menunggu kejelasan sebelum menilai kembali aset berisiko secara lebih tegas,” kata Butterfill.

Standard Chartered memproyeksikan harga Bitcoin menembus 150.000 dollar AS pada 2026.

Kepala Riset Aset Digital Global Standard Chartered Geoff Kendrick menyebut penurunan harga pada 2025 masih berada dalam batas wajar. Kondisi tersebut mendorong revisi proyeksi bank tersebut.

ETF Bitcoin dinilai berpotensi menjadi pendorong utama harga pada 2026.

“Oleh karena itu, kami sekarang berpikir bahwa kenaikan harga Bitcoin di masa mendatang pada dasarnya hanya akan didorong oleh satu faktor saja pembelian ETF,” kata Kendrick.

CEO Maple Finance Sidney Powell menargetkan harga Bitcoin di level 175.000 dollar AS.

Proyeksi tersebut didukung ekspektasi penurunan suku bunga dan peningkatan adopsi Bitcoin oleh lembaga keuangan.

Powell sebelumnya memprediksi koreksi harga pada 2025, yang kemudian terjadi. Proyeksi kenaikan hingga 180.000–200.000 dollar AS pada 2025 tidak tercapai.

Menurut Powell, tonggak penting pada 2026 muncul saat pinjaman berbasis Bitcoin melampaui 100 miliar dollar AS.

“Para pemegang Bitcoin semakin canggih, mereka tidak ingin menjual BTC mereka. Mereka ingin meminjam dengan menggunakan BTC sebagai jaminan. Hal ini menciptakan siklus positif: tekanan jual berkurang, utilitas meningkat, dan harga lebih tinggi,” ujar Powell.

Kepala Ekonom Bit Mining Youwei Yang memprediksi volatilitas Bitcoin tetap tinggi pada 2026. Kisaran harga diperkirakan berada antara 75.000 hingga 225.000 dollar AS.

“Tahun 2026 bisa menjadi tahun yang kuat bagi Bitcoin, didukung oleh potensi penurunan suku bunga dan sikap regulasi yang lebih akomodatif terhadap kripto,” kata Yang.

"Namun, volatilitas yang tinggi kemungkinan akan terjadi di tengah ketidakpastian makroekonomi dan geopolitik yang sedang berlangsung,” tambahnya.

Analis Nexo Iliya Kalchev menilai kegagalan target 250.000 dollar AS pada 2025 tidak menggugurkan pandangan jangka panjang.

Kalchev menyebut benturan mekanisme pasar dan perubahan kondisi makro menjadi penyebab utama.

Pemegang jangka panjang mulai melepas aset. Investor institusional masuk sebagai pembeli.

Menurut Kalchev, 2026 terlihat lebih konstruktif. Fase penjualan oleh pemegang lama diperkirakan berakhir. Alokasi institusional mulai meningkat.

“Secara bertahap meningkat dari tingkat yang masih rendah,” tutup Kalchev.

Tag:  #volatilitas #tinggi #harga #bitcoin #bakal #tembus #rekor #lagi

KOMENTAR