Zulhas Sebut 33 Proyek WTE Cuma Atasi 20 Persen Sampah
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) (tengah) dalam rapat di kantornya, Jakarta, Senin (23/2/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
18:12
23 Februari 2026

Zulhas Sebut 33 Proyek WTE Cuma Atasi 20 Persen Sampah

- Proyek pengolah sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy (WTE) di 33 kota hanya dapat mengatasi 20 persen masalah sampah nasional.Adapun pemerintah saat ini baru melelang proyek WTE di 7 kota yang diikuti puluhan perusahaan asing.

“Jadi kalau waste to energy itu jalan semua di 33 kota itu baru 20 persen masalah sampah selesai. Masih ada 80 persen lagi ya yang belum bisa kita selesaikan,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) usai rapat di kantornya, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Zulhas mengatakan, dalam melalui Rapat Koordinasi Percepatan Penerapan Teknologi Pengelolaan Sampah yang diikuti kementerian dan lembaga terkait, telah diputuskan 80 persen sampah lainnya diselesaikan dengan beberapa mekanisme.

Baca juga: Rosan: Danantara Lelang 7 Proyek Sampah Jadi Listrik (WTE) Pekan Depan

Pertama, diserahkan kepada Kepala Badan Riset, Teknologi, dan Inovasi Nasional (BRIN), Menteri Pendidikan Tinggi, dan Menteri Lingkungan Hidup untuk menyiapkan teknologi pengelolaan sampah.

Mesin dan kapasitas pengolahannya itu nantinya akan disesuaikan dengan kondisi pedesaan.

Menurutnya, terdapat sejumlah tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yakni, TPST non Refuse-derived Fuel (RDF), TPST RDF, Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), dan pengolahan sampah organik.

“Jadi ada empat kategori, ada yang harus diselesaikan segera, alatnya seperti apa dan seterusnya,” kata Zulhas.

Pemerintah menargetkan, dalam waktu satu bulan ke depan mesin pengolahan sampah itu sudah masuk sistem pengadaan barang e Katalog.

Dengan demikian, mesin-mesin itu bisa dibeli masyarakat untuk mengolah sampah di tempat mereka.

Pengolahan sampah modern ini menjadi salah satu solusi karena open dumping atau pembuangan sampah di tempat terbuka tanpa diolah dan dipilah tidak lagi diperbolehkan.

“Sehingga dua tahun lagi kita akan melihat hasil nyata perubahan besar ya, terutama yang besar-besar itu yang open dumping seperti Bantar Gebang, di Bali, 2027 akhir atau 2028 awal ini bisa kita selesaikan,” tutur Zulhas.

Diketahui, pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara hendak membangun proyek PSEL di 33 kota/kabupaten.

CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani mengatakan, proyek itu membutuhkan investasi Rp 91 triliun.

"Program ini memang minimumnya per daerah adalah harus mempunyai kemampuan (kelola sampah) 1.000 ton per hari. Mungkin total investasinya itu mencapai kurang lebih Rp 91 triliun untuk 33 daerah itu," ujar Rosan usai menghadiri Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2025).

Setelah menjajaki lokasi proyek di sejumlah daerah, pemerintah menggelar lelang 7 proyek di sejumlah kota besar, termasuk Jakarta.

Danantara berencana mengumumkan pemenang proyek tersebut pada akhir Februari mendatang.

Baca juga: Danantara Mau 30 Persen Saham di Tiap Proyek Sampah Jadi Energi

Tag:  #zulhas #sebut #proyek #cuma #atasi #persen #sampah

KOMENTAR