Belanja Negara Tembus Rp 3.451,4 T di Desember 2025 Jadi Biang Kerok Defisit
– Pemerintah melalui Kementerian Keuangan merealisasikan belanja negara Rp 3.451,4 triliun hingga Desember 2025. Realisasi itu setara 95,3 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan, realisasi tersebut berasal dari belanja pemerintah pusat Rp 2.602,3 triliun atau 96,3 persen dari pagu.
“Belanja negara telah dibelanj akan sejumlah Rp 3.451,4 triliun yang berarti juga 95,3 persen APBN,” ujar Suahasil dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Desember di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Belanja kementerian dan lembaga sepanjang 2025 tercatat Rp 1.500,4 triliun atau 129,3 persen. Belanja nonkementerian dan lembaga mencapai Rp 1.102 triliun atau 71,5 persen.
Suahasil menjelaskan, pergeseran anggaran terjadi seiring penyesuaian agenda prioritas kementerian dan lembaga. Sebagian anggaran belanja di luar kementerian dan lembaga masuk ke belanja lembaga terkait.
Transfer ke daerah mencapai Rp 849 triliun hingga 30 Desember 2025. Nilai tersebut setara 92,3 persen dari target APBN 2025 senilai Rp 919,9 triliun.
Realisasi belanja juga terlihat meningkat jika dilihat per kuartal. Hingga akhir kuartal I, belanja negara mencapai Rp 620,27 triliun atau 17,1 persen dari pagu. Pertumbuhan tercatat 14,6 persen secara tahunan.
Kuartal II mencatat realisasi Rp 1.407,1 triliun atau 38,9 persen dari pagu. Laju pertumbuhan melambat menjadi 0,6 persen secara tahunan.
Kuartal III mencatat realisasi Rp 2.234,8 triliun atau 61,7 persen dari pagu. Angka tersebut mengalami kontraksi 0,7 persen secara tahunan. Memasuki kuartal IV, belanja meningkat tajam dan mendekati batas pagu anggaran.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah tidak memangkas belanja meski penerimaan negara melemah. Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga perekonomian nasional melalui stimulus.
“Kalau ekonominya sedang turun ke bawah, kami harus memberikan stimulus ke perekonomian,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Januari 2026, Kamis (8/5/2026).
Belanja negara yang lebih tinggi dibanding penerimaan mendorong defisit APBN hingga Desember 2025. Defisit tercatat Rp 695,1 triliun atau 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto.
Posisi defisit tersebut mendekati batas maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto sesuai ketentuan undang-undang.
Tag: #belanja #negara #tembus #34514 #desember #2025 #jadi #biang #kerok #defisit