Riset Indef: MBG Ubah Komposisi Belanja, Bukan Tambah Defisit
– Institute for Development Economics and Finance (Indef) menilai program Makan Bergizi Gratis atau MBG tidak mempengaruhi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Peneliti Indef Rizal Taufikurrahman mengatakan, pendanaan program MBG bersumber dari realokasi APBN.
Skema tersebut membuat pelaksanaan MBG lebih bersifat perubahan komposisi belanja dibandingkan stimulus fiskal.
“Defisit APBN tetap netral ya, realokasi antar pos belanja tidak menambah total belanja maupun defisit pemerintah,” kata Rizal dalam diskusi daring, Kamis (8/1/2026).
Indef melakukan riset terhadap program MBG dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menggunakan metode Overlapping Generation Model.
Pendekatan tersebut digunakan untuk menghitung dampak lintas generasi dari kedua program.
Rizal menjelaskan, dari sisi indikator makroekonomi MBG memberi dampak positif. Dampaknya tercatat kecil, tetapi berlangsung berkelanjutan pada agregat makro, terutama pada kelompok masyarakat yang memasuki usia produktif.
Program MBG juga berkontribusi terhadap kenaikan produk domestik bruto atau PDB.
Peningkatan PDB bersifat moderat dengan puncak di kisaran 0,15 hingga 0,17 persen, lalu menurun. Meski demikian, program ini dinilai mendorong peningkatan produktivitas tenaga kerja secara bertahap.
“Bahwa manfaat utama MBG ini tercermin pada peningkatan kesejahteraan antar generasinya bukan pada ekspansi output atau faktor produksi secara permanen,” tutur Rizal.
Ia menyoroti persoalan stunting yang masih menghambat pembangunan nasional.
Data menunjukkan angka stunting di sejumlah provinsi lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Kondisi pembangunan gizi juga melambat dan melampaui ambang batas yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.
“Ini memang menjadi problem ya secara struktural pembangunan nasional,” kata Rizal.
Pemerintah mengalokasikan anggaran MBG sebesar Rp 335 triliun pada 2026. Nilai tersebut meningkat tajam dibandingkan alokasi anggaran MBG pada 2025 sebesar Rp 71 triliun.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Badan Gizi Nasional untuk meningkatkan prosedur pelaksanaan program MBG.
Presiden meminta pelaksanaan MBG berjalan maksimal dan menekan kesalahan di lapangan.
"Tahun 2026 yang akan datang sudah dialokasikan kurang lebih Rp 335 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis," ujar Prasetyo usai retret kabinet di Padepokan Garuda Yaksa, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan kinerja APBN per 31 Desember 2025 mencatat defisit Rp 695,1 triliun atau 2,92 persen dari PDB.
“Walau defisit membesar ke Rp 695,1 dan lebih tinggi tapi tetap terjaga defisit tidak di atas 3 persen meski memang naik dari rencana awal 2,78 persen,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Desember, Jakarta, Kamis.
Tag: #riset #indef #ubah #komposisi #belanja #bukan #tambah #defisit