IHSG Masih Betah Menghijau Pagi Ini ke Level 8.946
Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]
10:34
8 Januari 2026

IHSG Masih Betah Menghijau Pagi Ini ke Level 8.946

Baca 10 detik
  • Pada Kamis, 8 Januari 2026, IHSG dibuka dan diperdagangkan di level 8.946, menunjukkan penguatan 0,17 persen hingga pukul 09.12 WIB.
  • Penguatan IHSG ditopang oleh aksi beli investor asing senilai Rp229 miliar serta kinerja sektor industri dasar berbasis nikel dan emas.
  • Proyeksi teknikal mengindikasikan IHSG berpotensi menguji resistance 8.960-8.970, namun terdapat risiko koreksi jangka pendek karena kondisi overbought.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah menghijau di level 8.946 pada awal perdagangan, Kamis, 8 Januari 2026.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.12 WIB, IHSG masih melonjak naik 0,17 persen ke level 8.959.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 6,22 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,67 triliun, serta frekuensi sebanyak 563.900 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 327 saham bergerak naik, sedangkan 247 saham mengalami penurunan, dan 384 saham tidak mengalami pergerakan.

Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto] PerbesarLayar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, RLCO, NSSS, BSIM, KOKA, IFSH, BRRC, DADA, LUCY, OPMS, NINE, PPGL.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, VICI, ARTA, NICL, LRNA, CITY, INCO, RMKE, OBMD, MHKI, ASLI, INPC.

Proyeksi IHSG

IHSG kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) pada perdagangan sebelumnya. Mengutip BRI Danareksa Sekuritas edisi 8 Januari 2026, IHSG ditutup menguat 0,13 persen ke level 8.944.

Penguatan IHSG terjadi di tengah pergerakan bursa global yang cenderung beragam. Di Wall Street, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,94 persen ke level 48.996,08, sementara S&P 500 turun 0,34 persen ke posisi 6.920,93. Adapun Nasdaq justru menguat tipis 0,16% ke level 23.584,28.

Dari dalam negeri, BRI Danareksa Sekuritas mencatat penguatan IHSG ditopang oleh aksi beli investor asing dengan nilai net foreign buy sebesar Rp229 miliar di pasar reguler.

Sektor basic industry menjadi penopang utama, terutama saham-saham berbasis nikel dan emas, seiring tren kenaikan harga komoditas global.

Secara teknikal, momentum IHSG dinilai masih positif meski mulai terbatas. IHSG diproyeksikan berpeluang menguji area resistance di kisaran 8.960 hingga 8.970, dengan level support berada pada rentang 8.895–8.910.

Namun demikian, analis mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap potensi aksi ambil untung. Indikator teknikal jangka pendek menunjukkan kondisi pasar yang sudah berada di area overbought, sehingga risiko koreksi jangka pendek masih terbuka.

Dari sisi aliran dana (flow), minat pasar tidak hanya berlanjut pada saham-saham komoditas nikel dan emas. BRI Danareksa Sekuritas juga mencermati mulai masuknya perhatian investor ke tema waste to energy (WTE), seiring rencana pemerintah membangun 34 proyek WTE pada 2026.

Adapun saham-saham yang direkomendasikan dalam riset tersebut antara lain TOBA, ANTM, dan PPRI.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #ihsg #masih #betah #menghijau #pagi #level #8946

KOMENTAR