Rupiah Makin Terperosok ke Level Rp 16.758 per USD Hari Ini
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
16:36
6 Januari 2026

Rupiah Makin Terperosok ke Level Rp 16.758 per USD Hari Ini

Baca 10 detik
  • Rupiah ditutup melemah 0,11 persen menjadi Rp 16.758 per USD pada Selasa, 6 Januari 2025.
  • Pelemahan rupiah dipicu sentimen global dan data perdagangan domestik yang menunjukkan penurunan ekspor.
  • Analis menyarankan Bank Indonesia segera melakukan intervensi agar rupiah tidak mengalami pelemahan lebih dalam.

Nilai tukar rupiah masih belum bangkit dari zona merah di penutupan Selasa, 6 Januari 2025. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 16.758 per USD.

Alhasil, rupiah melemah 0,11 persen dibanding penutupan pada Senin yang berada di level Rp 16.740 per USD.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.762 per dolar AS.

Ilustrasi uang rupiah. [Antara] PerbesarIlustrasi uang rupiah. [Antara]

Saat ini pergerakan mata uang di Asia bervariasi dengan kecenderungan menguat. Di mana, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,6 persen. 

Selanjutnya ada baht Thailand yang menanjak 0,39 persen dan dolar Singapura yang terkerek 0,24 persen. Disusul, yuan China yang terangkat 0,12 persen.

Berikutnya, rupee India terapresiasi 0,07 persen dan yen Jepang naik 0,03 persen. Lalu dolar Taiwan yang sudah ditutup menguat tipis 0,02 persen.

Sentimen Pelemahan Rupiah

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah dikarenakan sentimen global dan dalam negeri. Namun data perdagangan Indonesia mengecewakan yang dirilis Senin masih membebani. 

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS masih terbebani oleh data perdagangan yang menunjukkan penurunan ekspor yang besar dan impor yang stagnan, meningkatkan prospek pemangkasan suku bunga oleh BI," katanya saat dihubungi Suara.com.

Lukman menuturkan, rupiah seharusnya bisa mengambil momentum saat indeks USD sendiri masih melemah hari ini. Untuk itu, Bank Indonesia harus segera mengintervensi rupiah agar tidak mengalami pelemahan yang lebih dalam.

"Rupiah jelas masih terbebani mengingat investor cenderung menghindari rupiah menjelang data-data ekonomi penting AS seperti NFP pekan ini, dan data cadangan devisa Indonesia. Rupiah hanya bisa mneguat dengan intervensi BI. Range Rp 16.700 - Rp 16.850," tandasnya.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #rupiah #makin #terperosok #level #16758 #hari

KOMENTAR