GOTO Diborong BlackRock dan Vanguard, Target Harga Saham Capai Rp 100 Tahun Ini?
Ilustrasi logo PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. [Situs GoTo]
18:04
5 Januari 2026

GOTO Diborong BlackRock dan Vanguard, Target Harga Saham Capai Rp 100 Tahun Ini?

Baca 10 detik
  • Manajer investasi global ternama seperti BlackRock dan Vanguard aktif mengakumulasi saham GOTO selama Desember 2025.
  • BlackRock memimpin akumulasi dengan penambahan sekitar 600 juta lembar saham secara bulanan.
  • Aksi beli institusional ini terjadi setelah saham GOTO menekan IHSG sepanjang tahun 2025.

Di tengah fluktuasi indeks yang cukup tajam, sejumlah manajer investasi global ternama dilaporkan mulai mempertebal kepemilikan saham mereka di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Langkah akumulasi ini menjadi sorotan utama, mengingat GOTO merupakan salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar besar yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Data terbaru dari Bloomberg mengungkapkan adanya arus modal masuk yang konsisten dari institusi-institusi raksasa sepanjang Desember 2025.

Nama-nama besar seperti BlackRock, Vanguard, hingga Crédit Agricole tercatat aktif menambah porsi kepemilikan mereka.

Fenomena ini memicu spekulasi di kalangan investor ritel mengenai arah pergerakan harga GOTO di tahun 2026, setelah melewati periode tekanan yang cukup berat sepanjang tahun lalu.

BlackRock dan Vanguard Pimpin Akumulasi Global

Pimpinan arus akumulasi ini tidak lain adalah BlackRock Inc., perusahaan manajemen aset terbesar di dunia. BlackRock dilaporkan melakukan penambahan kepemilikan sekitar 600 juta lembar saham GOTO secara bulanan.

Dengan aksi beli ini, total kepemilikan BlackRock kini menyentuh angka 30,88 miliar lembar saham, atau setara dengan 2,71% dari total saham yang beredar di pasar.

Selain BlackRock, raksasa pengelola dana asal Amerika Serikat lainnya, Vanguard, juga terpantau melakukan penambahan posisi, meski dalam volume yang lebih konservatif.

Perbankan investasi global seperti JPMorgan dan Goldman Sachs pun tidak ketinggalan dengan mencatatkan akumulasi tipis namun konsisten.

Dari Benua Eropa, Crédit Agricole muncul sebagai entitas yang cukup agresif melakukan pembelian bulanan. Kehadiran institusi Eropa ini memberikan sinyal kuat bahwa minat terhadap ekosistem digital Indonesia masih terjaga dengan baik di mata pemodal internasional.

Melihat prospek GOTO, MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness saham GOTO di kisaran 65-68. Target harga pertama 71 dan target harga kedua 73. Stoploss saham GOTO jika jatuh ke bawah 64.

Sedangkan Mandiri Sekuritas pada akhir tahun lalu merekomendasikan buy saham GOTO dengan target harga 100.

Performa GOTO: Antara Tekanan 2025 dan Harapan 2026

Harus diakui bahwa perjalanan saham GOTO sepanjang tahun 2025 bukanlah hal yang mudah bagi para pemegang sahamnya.

Saham ini sempat menjadi salah satu kontributor utama yang menekan laju IHSG akibat pelemahan harga yang terus berlangsung. Pada penutupan perdagangan terbaru, harga GOTO berada di level Rp68 per lembar, mengalami pelemahan sekitar 1% dibandingkan harga pembukaan pada hari yang sama.

Meski demikian, para analis melihat adanya perubahan sentimen yang mulai terasa di awal Januari 2026. Tekanan jual yang mendominasi tahun lalu mulai terimbangi oleh gairah baru di pasar domestik.

Pada perdagangan perdana tahun ini, saham GOTO justru tampil sebagai salah satu pendorong penguatan indeks dengan lonjakan harga yang cukup signifikan.

Kembalinya kepercayaan investor ini berjalan selaras dengan tren net buy asing yang mulai membanjiri pasar saham Indonesia sejak awal tahun.

Masuknya investor institusi sekelas BlackRock pada harga yang relatif rendah (di kisaran Rp60-an) memunculkan pertanyaan: apakah ini sekadar strategi bottom fishing atau adanya keyakinan kuat terhadap perbaikan fundamental GOTO?

Editor: M Nurhadi

Tag:  #goto #diborong #blackrock #vanguard #target #harga #saham #capai #tahun

KOMENTAR