Ribuan UMKM Belajar Kelola Keuangan, Asuransi Jadi Sorotan
– Upaya penguatan ketahanan ekonomi pelaku usaha kecil terus dilakukan di tengah tantangan pengelolaan arus kas dan risiko usaha.
PT Prudential Life Assurance atau Prudential Indonesia bersama Mercy Corps Indonesia mendorong peningkatan literasi keuangan dan pemahaman asuransi kesehatan kepada lebih dari 6.400 UMKM di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur melalui program Mastercard Strive di Indonesia.
Program ini tidak hanya menyasar peningkatan pengetahuan dasar keuangan, tetapi juga mendorong pelaku UMKM lebih siap menghadapi risiko usaha yang kerap datang tak terduga, terutama dari sisi kesehatan dan kecelakaan kerja.
Literasi Naik, Praktik Masih Tertinggal
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen mengatakan, meskipun indeks literasi keuangan nasional telah mencapai 66,46 persen pada 2025, masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki keterampilan praktis dalam mengelola keuangan usaha.
“Hal ini diperkuat dengan hasil pre-test yang menunjukkan 88 persen peserta ternyata tidak pernah membuat perencanaan keuangan,” ujar Karin dalam keterangan resmi, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, lemahnya manajemen risiko juga terlihat dari kondisi keuangan pelaku UMKM. Sebanyak 85 persen peserta tercatat tidak memiliki tabungan darurat, sementara 81 persen tidak atau kurang memahami pentingnya asuransi bagi keberlanjutan usaha.
Melalui pelatihan dan pendampingan, pemahaman tersebut mulai berubah. Hasil post-test menunjukkan sekitar 88 persen UMKM berkomitmen menyusun rencana keuangan, dan 52 persen di antaranya berencana menyiapkan dana darurat.
“Lebih dari 88 persen peserta juga sudah memahami tujuan asuransi, dengan 59 persen tertarik menggunakan produk asuransi untuk melindungi diri dan menjaga keberlanjutan usaha,” kata Karin.
Asuransi dan Ketahanan UMKM
Selain edukasi, Prudential Indonesia juga memberikan perlindungan Personal Accident Insurance melalui program PRUWorks untuk membantu pelaku usaha menghadapi risiko kecelakaan yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi mereka.
Menurut Karin, penguatan ketangguhan finansial UMKM membutuhkan kolaborasi jangka panjang. “Melalui kerja sama dengan Mercy Corps Indonesia, kami membekali para fasilitator agar mampu memberikan edukasi keuangan yang inklusif dan berdampak bagi UMKM,” ujarnya.
Executive Director Mercy Corps Indonesia Ade Soekadis menambahkan, kesehatan keuangan merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan UMKM, terutama bagi kelompok marginal dan rentan. “Kerja sama dengan Prudential Indonesia menjadi penting untuk mendorong dampak positif dan kesejahteraan masyarakat secara luas,” kata Ade.
Sejalan dengan itu, Otoritas Jasa Keuangan menekankan pentingnya kemampuan individu dalam mengelola keuangan sehari-hari, menghadapi guncangan finansial maupun non-finansial, serta merencanakan masa depan agar merasa aman secara finansial.
Senior Vice President of Social Impact for Asia, Pacific, Europe, Middle East and Africa, Mastercard Center for Inclusive Growth Subhashini Chandran menyebut kolaborasi ini sebagai bukti komitmen Mastercard Strive dalam mendukung UMKM agar tumbuh berkelanjutan.
“Dampak dari kolaborasi ini menunjukkan bagaimana UMKM dapat menjadi lebih tangguh ketika dibekali pengetahuan dan pendampingan yang tepat,” ujarnya.
Tag: #ribuan #umkm #belajar #kelola #keuangan #asuransi #jadi #sorotan