IHSG Dibuka ke Zona Hijau, Naik 0,11 Persen ke Posisi 8.758
Ilustrasi IHSG. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang menembus level 10.000.(DOKUMENTASI BEI)
09:32
5 Januari 2026

IHSG Dibuka ke Zona Hijau, Naik 0,11 Persen ke Posisi 8.758

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan di zona hijau Senin (5/1/2026). Indeks menguat 0,11 persen atau 9,897 poin ke level 8.758,029.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip melalui RTI, IHSG dibuka di posisi 8.778,732 dan sempat bergerak fluktuatif saat menit-menit awal perdagangan. Indeks sempat menyentuh level tertinggi di 8.788,904, sebelum IHSG turun hingga level terendah harian di 8.732,319.

Aktivitas transaksi pada pembukaan perdagangan terpantau cukup aktif. Volume transaksi mencapai 8,554 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 4,135 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 593.451 kali.

Dari sisi pergerakan saham, jumlah saham melemah masih lebih banyak dibandingkan yang menguat. Ada 311 saham turun, 245 saham naik, dan 149 saham tidak mengalami perubahan.

Sejumlah sektor bergerak menguat dan menjadi penopang indeks. Sementara sebagian sektor lainnya masih mengalami tekanan.

Sektor transportasi dan logistik naik 3,26 persen, bahan baku melonjak 1,83 persen, energi menguat 1,40 persen, infrastruktur dan industri sama-sama mencatatkan kenaikan masing-masing sebesar 0,16 persen.

Di sisi lain, sejumlah sektor justru bergerak di zona merah. Sektor properti mengalami tekanan 0,52 persen, disusul konsumer siklikal yang melemah 0,42 persen, keuangan turun 0,40 persen, kesehatan turut terkoreksi 0,20 persen, konsumer non-siklikal turun 0,15 persen, serta teknologi melemah 0,03 persen.

IHSG diperkirakan bakal melanjutkan penguatan ke posisi 8.905 pada perdagangan Senin ini, setelah indeks ditutup naik 1,17 persen ke level 8.748,13 pada Jumat (2/1/2026) kemarin.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan dalam skenario terbaik (best case), IHSG dinilai telah menyelesaikan fase koreksi wave [iv] dari wave 5. Kondisi itu membuka peluang bagi indeks untuk kembali melanjutkan tren naiknya dan menguji area resistance di kisaran 8.776-8.905. Apabila rentang tersebut mampu ditembus secara meyakinkan, ruang penguatan lanjutan dinilai masih terbuka.

“Kami memperkirakan adanya beberapa skenario yang memungkinkan terjadi untuk IHSG, dimana pada best case (biru), IHSG sudah menyelesaikan wave [iv] dari wave 5 sehingga IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji rentang 8,776-8,905,” ujar Herditya melalui analisa hariannya.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi koreksi jangka pendek. Dalam dua skenario alternatif, IHSG masih rawan mengalami tekanan sebelum kembali melanjutkan tren kenaikan, terutama jika terjadi pelemahan minat beli di level resistance terdekat.

“Namun, pada dua skenario lain (hitam dan merah), IHSG masih rawan terkoreksi dahulu,” paparnya.

Level support IHSG berada di kisaran 8.584 dan 8.525, sementara resistance terdekat di posisi 8.776 dan 8.822.

Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, memperkirakan IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 8.645-8.775.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #ihsg #dibuka #zona #hijau #naik #persen #posisi #8758

KOMENTAR