Dampak Penangkapan Maduro ke Ekonomi RI Masih Terbatas, Ekonom Wanti-wanti Risiko Modal Asing Keluar
– Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat dinilai belum berdampak langsung pada perekonomian Indonesia.
Risiko baru muncul jika eskalasi geopolitik berlangsung lama dan meluas ke negara produsen minyak lain. Kondisi tersebut berpotensi menekan pasar keuangan domestik.
Peneliti Center of Economic and Law Studies Celios Muhammad Andri Perdana menilai dampak saat ini masih terbatas.
"Kondisi ini bisa berpengaruh ke Indonesia jika gelombang persitegangan ini berkepanjangan dan merembet ke negara minyak lainnya, seperi Iran yang hari ini juga diguncang dengan kerusuhan yang mengancam pergantian rezim," ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (4/1/2026).
Andri menjelaskan, gejolak berkepanjangan akan meningkatkan ketidakpastian global. Situasi tersebut berisiko mendorong aliran modal asing keluar dari Indonesia.
Tekanan terhadap nilai tukar rupiah juga berpeluang muncul. Investor global cenderung memindahkan dana ke aset aman seperti emas.
"Kalau terindikasi akan berkepanjangan, ada risiko capital outflow. Namun indikasi pastinya bisa kita lihat setidaknya setelah melihat reaksi di pasar futures besok Senin," ucapnya.
Pandangan serupa disampaikan Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance Indef M. Rizal Taufikurahman.
Rizal menilai gejolak politik di Venezuela tidak memiliki transmisi langsung ke sektor riil Indonesia. Produksi, konsumsi, serta neraca perdagangan domestik dinilai tidak terdampak.
Keterkaitan ekonomi Indonesia dan Venezuela relatif kecil. Hubungan perdagangan, investasi, dan ketergantungan energi dinilai terbatas.
"Isu penangkapan Nicolas Maduro, secara langsung tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap fundamental ekonomi Indonesia," kata Rizal kepada Kompas.com, Minggu.
Menurut Rizal, dampak lebih terasa melalui jalur sentimen global. Peningkatan risiko geopolitik berpotensi mengubah perilaku investor.
Eskalasi politik di Venezuela dapat memicu sikap risk off di pasar keuangan global. Investor cenderung menghindari aset berisiko.
"Dalam kondisi seperti ini, aliran modal cenderung bergerak ke aset aman, sehingga negara berkembang termasuk Indonesia bisa mengalami tekanan jangka pendek pada pasar saham dan nilai tukar," jelasnya.
Rizal menegaskan dampak tersebut bersifat sementara. Selama konflik tidak berkembang menjadi krisis regional atau geopolitik skala besar, arah fundamental ekonomi nasional dinilai tetap terjaga.
Tag: #dampak #penangkapan #maduro #ekonomi #masih #terbatas #ekonom #wanti #wanti #risiko #modal #asing #keluar