Marak Penipuan Investasi Bodong di Telegram, Ini Modusnya
- Pluang mengungkap puluhan akun bodong di Telegram mencatut nama resminya untuk menjerat korban investasi fiktif.
- Modus penipuan meliputi DM penawaran eksklusif, janji profit sangat tinggi, dan meminta transfer dana di luar sistem.
- Pluang menegaskan akun resmi tidak menghubungi pengguna lebih dulu dan meminta pelaporan segera jika menemukan akun palsu.
Modus penipuan investasi masih banyak ditemukan, tak terkecuali di Telegram. Platform investasi dan trading Kripto, Pluang mengungkapkan beberapa modus penipuan yang muncul di aplikasi asal Rusia itu.
Perusahaan mengungkapkan kalau belakangan ini puluhan akun bodong bermunculan dengan mencatut nama dan logo resmi Pluang untuk menjerat korban ke dalam penipuan finansial.
"Para pelaku penipuan biasanya menggunakan modus seperti kesempatan cuan cepat, menawarkan masuk ke grup eksklusif, hingga janji titip dana investasi," katanya, dikutip dari siaran pers, Minggu (4/1/2026).
Pluang pun mengungkapkan sejumlah modus penipuan investasi yang banyak beredar Telegram. Pertama, penipu mengirim Pesan Duluan (DM) lewat akun Telegram.
"Akun resmi Telegram milik Pluang tidak pernah menghubungi pengguna terlebih dahulu melalui pesan pribadi untuk menawarkan produk investasi, semuanya dilakukan secara broadcast massal hanya lewat akun resmi," lanjutnya.
Kedua, janji profit tidak masuk akal. Penipu biasanya menawarkan keuntungan tinggi dalam waktu singkat tanpa informasi disclaimer risiko.
Ketiga, permintaan transfer dana luar aplikasi. Pelaku meminta pengguna mengirimkan dana ke rekening pribadi atau dompet digital di luar sistem pembayaran resmi aplikasi Pluang ataupun undangan saling transfer ke sesama pengguna yang dikenal ataupun tidak dikenal.
Keempat, cara komunikasi dan pengarahan link. Akun resmi Pluang tidak akan minta nasabah memberikan data pribadi yang bersifat rahasia, serta juga tidak akan membawa pengguna untuk mengakses situs yang bukan berkaitan dengan domain resmi.
Kelima, menyamar sebagai admin. Penipu menggunakan nama pengguna (username) yang sangat mirip dengan akun resmi, namun biasanya memiliki tambahan angka atau karakter khusus.
"Pluang menghimbau jika menemukan indikasi akun palsu, pengguna diharapkan untuk segera melaporkannya melalui platform media sosial terkait dan mengambil tangkapan layar (screenshot) untuk dilaporkan ke tim bantuan Pluang," jelasnya.
Tag: #marak #penipuan #investasi #bodong #telegram #modusnya