Trump Tunda Penerapan Tarif Impor Produk Furnitur Kayu, Kenapa?
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda rencana kenaikan tarif impor untuk sejumlah produk furnitur berbahan kayu selama satu tahun.
Penundaan tersebut mencakup furnitur berlapis kain, lemari dapur, dan meja rias, sehingga penerapannya diundur hingga 2027.
Dikutip dari CNN, Kamis (1/1/2026), penundaan itu disampaikan dalam pernyataan Gedung Putih, setelah Trump menandatangani keputusan beberapa jam sebelum akhir tahun 2025.
Ilustrasi furnitur kayu.
Sebelumnya, kenaikan tarif tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada Kamis hari ini.
Pada September 2025, Trump memerintahkan penerapan tarif baru sebesar 25 persen untuk lemari dapur dan furnitur berlapis kain.
Tarif impor itu mulai berlaku pada Oktober 2025, dengan rencana kenaikan lanjutan pada 2026, masing-masing menjadi 50 persen untuk lemari dapur dan 30 persen untuk furnitur berlapis kain.
Namun, melalui perintah terbaru, kenaikan tarif lanjutan tersebut ditunda. Dengan demikian, tarif untuk barang-barang itu tetap berada di level 25 persen untuk sementara waktu.
“Amerika Serikat terus terlibat dalam negosiasi produktif dengan mitra dagang untuk mengatasi timbal balik perdagangan dan masalah keamanan nasional sehubungan dengan impor produk kayu,” demikian pernyataan Gedung Putih.
Langkah penundaan ini muncul di tengah meningkatnya kritik terhadap pemerintahan Trump terkait kegagalan menstabilkan harga.
Sejak Trump kembali menjabat pada awal 2025, berbagai tarif impor telah diberlakukan terhadap beragam barang, yang dinilai turut mendorong kenaikan harga di pasar domestik.
Ilustrasi furnitur kayu
Bahkan sebelum tarif 25 persen untuk furnitur diberlakukan, harga produk furnitur di AS telah melonjak akibat bea masuk atas sebagian besar barang impor dari China dan Vietnam, dua negara yang menjadi sumber utama impor furnitur ke AS.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran soal keterjangkauan harga di kalangan rumah tangga Amerika, Trump menyalahkan pemerintahan Presiden Joe Biden atas tekanan inflasi.
Dalam sejumlah pidato terbarunya, Trump juga menyatakan bahwa kebijakan tarif pada akhirnya dapat menurunkan biaya hidup bagi warga Amerika.
Pernyataan resmi Gedung Putih pada Rabu itu tidak secara langsung menjelaskan alasan di balik penundaan kenaikan tarif tersebut.
Sebelumnya, pada September 2025, Trump membenarkan pengenaan tarif terhadap produk kayu, termasuk kayu gelondongan dan kayu olahan, dengan alasan keamanan nasional dan kebutuhan melindungi industri kayu domestik AS.
Tarif tersebut diumumkan setelah selesainya penyelidikan yang diperintahkan Trump kepada Departemen Perdagangan AS berdasarkan Pasal 232 Undang-Undang Perluasan Perdagangan, yang memungkinkan pembatasan impor atas dasar keamanan nasional.
Dalam beberapa bulan menjelang keputusan itu, Trump juga berulang kali mengkritik Kanada atas ekspor kayu dalam jumlah besar ke AS.
Ia menilai dominasi kayu impor dari negara tetangga di utara AS tersebut berpotensi menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional.
Tag: #trump #tunda #penerapan #tarif #impor #produk #furnitur #kayu #kenapa