Nataru 2025/2026, Sistem Kelistrikan di Papua Dipastikan dalam Kondisi Surplus
- Sistem kelistrikan di Papua dipastikan dalam kondisi surplus selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Berdasarkan hasil pemantauan, beban puncak kelistrikan di keenam provinsi di tanah Papua saat ini mencapai 364,10 MW dengan daya mampu pembangkit sebesar 543,58 MW.
"Kondisi tersebut memberikan cadangan daya sekitar 179,48 MW yang cukup untuk memenuhi kebutuhan daya saat libur Natal 2025.dan Tahun Baru 2026," kata Ketua Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Erika Retnowati, dikutip dari Antara, Sabtu (27/12).
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat Diksi Erfani Umar mengatakan, Papua memiliki sistem kelistrikan yang paling kompleks di Indonesia. Saat ini terdapat sembilan sistem besar dan 374 sistem kecil yang sebagian besar masih bersifat isolated atau belum saling terhubung.
"Di Papua ada sembilan sistem besar dengan total daya mampu sekitar 540 megawatt, serta ratusan sistem kecil yang tersebar di wilayah pegunungan dan pedalaman," katanya.
Menurut Diksi, pembangkit utama di Papua berada di wilayah Holtekamp yang terdiri atas PLTU, PLTMG, serta sejumlah PLTD yang tersebar di berbagai kota. Seluruh pembangkit tersebut dalam kondisi siap operasi untuk menyuplai listrik selama periode Natal dan Tahun Baru.
"Cadangan daya mampu di Papua saat ini sekitar 35 persen sehingga secara kecukupan masih sangat aman," ujarnya.
Selain itu, PLN juga telah melakukan pemetaan risiko berbasis geospasial, termasuk mitigasi potensi bencana dan gangguan cuaca. Langkah penguatan aset kritikal, kesiapan sumber daya manusia, peralatan, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus dilakukan untuk memastikan pemulihan kelistrikan dapat dilakukan dengan cepat apabila terjadi gangguan.
Tag: #nataru #20252026 #sistem #kelistrikan #papua #dipastikan #dalam #kondisi #surplus