Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh Stabil, Bencana Sumatera Jadi ''Ujian''
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Media asing soroti pertumbuhan ekonomi Indonesia.(PIXABAY)
16:04
26 Desember 2025

Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh Stabil, Bencana Sumatera Jadi ''Ujian''

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 bergerak dalam rentang yang relatif stabil, yakni di sekitar 5 persen, dengan dinamika yang berubah dari kuartal ke kuartal.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 tumbuh 4,87 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Laju pertumbuhan ekonomi kemudian menguat pada kuartal II 2025 menjadi 5,12 persen (yoy), sebelum kembali berada di 5,04 persen (yoy) pada kuartal III 2025.

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Freepik Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.

Di sisi proyeksi, pemerintah tetap menempatkan target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen untuk keseluruhan 2025, meski sepanjang tahun muncul penyesuaian outlook dari sejumlah pihak, termasuk lembaga internasional.

Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan 2025 di kisaran 4,7 sampai 5,5 persen, sementara sejumlah ekonom melihat ruang pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 berada di sekitar 5,0 sampai 5,1 persen.

Kuartal I 2025: Pertumbuhan ekonomi RI 4,87 persen

BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 sebesar 4,87 persen (yoy).

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan penopang pertumbuhan ekonomi datang dari kombinasi faktor musiman dan penguatan sektor tertentu.

“Ekonomi Indonesia pada triwulan I 2025 tumbuh sebesar 4,87 persen, yang ditopang oleh sektor pertanian yang tumbuh double digit, industri makanan dan minuman yang tetap solid, serta sektor transportasi. Selain itu, Ramadan dan Idul Fitri juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Amalia.

Dari sisi pengeluaran, BPS juga menyoroti ekspor barang dan jasa yang tumbuh 6,78 persen, sementara konsumsi pemerintah mengalami kontraksi seiring normalisasi belanja dibanding periode Pemilu pada tahun sebelumnya.

Ilustrasi pertanian, petani.PIXABAY/HARTONO SUBAGIO Ilustrasi pertanian, petani.

Untuk sektor pertanian, BPS mencatat pertumbuhan 10,52 persen (yoy) pada kuartal I 2025, dengan dorongan produksi padi dan jagung yang meningkat.

“Kinerja positif sektor pertanian tahun ini didorong oleh adanya peningkatan produksi padi dan jagung, serta meningkatnya permintaan domestik,” kata Amalia.

Kuartal II 2025: Pertumbuhan ekonomi menguat ke 5,12 persen, ditopang konsumsi, investasi, dan ekspor

Pada kuartal II 2025, pertumbuhan ekonomi menguat menjadi 5,12 persen (yoy), menurut catatan BPS.

Pemerintah, melalui Kementerian Keuangan, menempatkan konsumsi, investasi, dan ekspor sebagai pendorong utama di periode ini.

Penguatan di kuartal II 2025 juga menjadi konteks penting karena memperlihatkan ekonomi kembali ke lintasan “5 persen” setelah kuartal I 2025 yang lebih rendah.

Kuartal III 2025: bertahan di 5,04 persen, konsumsi rumah tangga tetap dominan

Pada kuartal III 2025, BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen (yoy). Pemerintah menilai capaian ini menjadi dasar menjaga momentum menuju akhir tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, merujuk capaian kuartal III 2025 tersebut, menyampaikan optimisme pemerintah untuk mencapai target tahunan.

“Pemerintah optimis (5,2 persen),” kata Airlangga.

Airlangga juga menyoroti bahwa angka 5,04 persen dinilai baik karena mampu bertahan di kisaran 5 persen.

“Angka 5,04 itu angka yang baik karena bisa bertahan 5 persen,” tuturnya.

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. FREEPIK/PIKISUPERSTAR Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.

BPS turut menegaskan konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan utama.

“Jika dilihat dari sumber pertumbuhan pada triwulan III 2025, konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan utama atau sumber pertumbuhan terbesar, yaitu 2,54 persen," terang Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud.

Pemerintah: dari outlook “sekitar 5 persen” ke target 5,2 persen

Sepanjang 2025, pemerintah beberapa kali menyampaikan rentang outlook pertumbuhan ekonomi, mulai dari “sekitar 5 persen” hingga mempertahankan target 5,2 persen dalam berbagai kesempatan.

Pada 1 Juli 2025, Menteri Keuangan saat itu, Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 di sekitar 5 persen dan menyinggung langkah mitigasi agar pertumbuhan tetap mendekati level tersebut.

“Pemerintah akan mencoba melakukan berbagai langkah untuk memitigasi sehingga pertumbuhan ekonomi bisa mendekati atau tetap terjadi 5 persen,” kata Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI.

Menjelang rilis pertumbuhan ekonomi kuartal III 2025, pemerintah kembali menegaskan target 5,2 persen. Airlangga, pada 5 November 2025, menyatakan optimisme target itu dapat dicapai dengan menjaga momentum hingga kuartal IV 2025.

Pemerintah juga menyiapkan paket stimulus untuk mendorong aktivitas ekonomi kuartal IV 2025. Pemerintah mengumumkan paket stimulus Rp 16,23 triliun untuk kuartal IV 2025, dengan harapan membantu mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen.

Bank Indonesia: kisaran 4,7 sampai 5,5 persen, “sedikit di atas titik tengah”

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Maret 2025 di Jakarta, Rabu (19/3/2025). 
ANTARA/Rizka Khaerunnisa Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Maret 2025 di Jakarta, Rabu (19/3/2025).

Bank Indonesia (BI) menempatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 pada rentang 4,7 sampai 5,5 persen. Pernyataan ini disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

“Untuk keseluruhan tahun 2025, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan sedikit di atas titik tengah, kisaran 4,7 persen sampai 5,5 persen,” ujar Perry.

Dalam penjelasan yang sama, Perry juga menekankan arah bauran kebijakan BI untuk menyeimbangkan stabilitas dan pertumbuhan.

“Kebijakan moneter Bank Indonesia diarahkan pada keseimbangan untuk menjaga stabilitas serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi, pro stability and growth,” ucap Perry.

BI juga memproyeksikan momentum pertumbuhan membaik di kuartal IV 2025, meski menyoroti perlunya penguatan permintaan domestik saat ekspor diperkirakan melambat karena faktor global.

Ekonom: perkiraan di sekitar 5,0 sampai 5,1 persen, belanja pemerintah jadi kunci akhir tahun

Di kalangan ekonom, proyeksi pertumbuhan 2025 banyak berkisar di sekitar 5 persen dengan catatan akselerasi kuartal IV 2025.

Tim ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menempatkan pertumbuhan ekonomi 2025 pada rentang 5,0 sampai 5,1 persen.

“Dengan melihat berbagai perkembangan leading indicator yang sudah kita amati sampai selama periode Oktober-November 2025, kami masih melihat ekonomi Indonesia ini cukup resilien, perkiraannya pertumbuhan ekonomi ini akan berkisar antara 5 sampai 5,1 persen pada tahun ini,” ungkap Head of Macroeconomics and Financial Market Research Bank Mandiri Dian Ayu Yustina.

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro yang menyoroti perbaikan indikator seperti PMI dan indeks keyakinan konsumen, serta membaca ruang akselerasi memasuki 2026.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026. PEXELS/TOM FISK Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026.

“Perbaikan ini menandakan pulihnya persepsi masyarakat terhadap prospek ekonomi, sekaligus membuka ruang akselerasi pada 2026,” ujar Andry.

Sementara itu, dikutip dari Reuters, lembaga pemeringkat Fitch merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 menjadi 4,9 persen.

Fitch menyebut “menantang” bagi Indonesia untuk tumbuh 5 persen, dengan sorotan pada ketidakpastian global dan perlambatan konsumsi domestik.

Proyeksi lembaga internasional: ADB dan Bank Dunia

Menjelang penutupan tahun, Asian Development Bank (ADB) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 menjadi 5,0 persen dari 4,9 persen sebelumnya, merujuk laporan Asian Development Outlook (ADO) Desember 2025.

Sementara itu, Bank Dunia, dalam laporannya pada 17 Desember 2025 menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,0 persen pada sembilan bulan pertama 2025, dan pertumbuhan diproyeksikan “tetap pada level ini” hingga 2026–2027.

Dampak bencana di Sumatera terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia

Bencana banjir bandang dan longsor berskala besar di sejumlah wilayah Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menjadi salah satu faktor risiko yang ikut diperhitungkan dalam proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjelang tutup tahun 2025.

Bank Dunia menilai bencana hidrometeorologi tersebut termasuk faktor risiko penurunan (downside risk) bagi kinerja ekonomi.

“Terkait dengan risiko yang merupakan downside risk, tentunya bencana alam seperti banjir yang terjadi di Sumatera dan juga beberapa lokasi lainnya pun juga akan berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian di Indonesia,” kata Lead Economist Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste David Knight dalam peluncuran laporan Indonesia Economic Prospects (IEP), dikutip dari Antara.

 Tim SAR gabungan saat melakukan proses pencarian korban banjir dan longsor di Kota Sibolga, Sumatera Utara,Dok Polda Sumut Tim SAR gabungan saat melakukan proses pencarian korban banjir dan longsor di Kota Sibolga, Sumatera Utara,

Dari sisi otoritas moneter, Bank Indonesia (BI) menyajikan hitungan sementara mengenai besaran dampak ke pertumbuhan 2025.

Deputi Gubernur BI Aida S Budiman menyebut bencana di tiga provinsi itu diperkirakan menurunkan pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 0,017 persen (dalam PDB setahun), dengan pendekatan perhitungan yang melihat hilangnya aktivitas ekonomi selama 32 hari.

“Dampaknya terhadap perekonomian memang agak negatif. Tetapi, karena masih perhitungan sementara, dalam produk domestik bruto (PDB) setahun ini perkiraannya baru minus 0,017 persen,” ujar Aida.

Sementara itu, pemerintah menyatakan masih memantau besaran dampak makro dari bencana tersebut sembari memprioritaskan penanganan darurat.

“(Dampaknya) belum, kita masih monitor,” kata Airlangga.

Ia menambahkan fokus pemerintah saat ini adalah “tanggap darurat dulu”.

Dalam perkembangan penanganan, pemerintah juga menaksir kebutuhan dana pemulihan dan rekonstruksi untuk wilayah terdampak mencapai sekitar Rp 51,82 triliun.

Tag:  #ekonomi #indonesia #2025 #tumbuh #stabil #bencana #sumatera #jadi #ujian

KOMENTAR