Pertamina Ternyata Kelola Aset Migas di Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara
PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menyatakan pengeboran minyak dan gas (Migas) tetap beroperasi selama musim libur Natal dan Tahun Baru 2026.(PT Pertamina Drilling)
07:04
26 Desember 2025

Pertamina Ternyata Kelola Aset Migas di Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara

– Pertamina mengonfirmasi kepemilikan dan pengelolaan aset hulu minyak dan gas bumi di sejumlah kawasan luar negeri.

Aset tersebut tersebar di Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara, dengan Aljazair menjadi salah satu lokasi kunci operasi internasional perusahaan.

Manager Relations PT Pertamina Internasional EP (PIEP) Dhaneswari Retnowardhani mengatakan, pengelolaan aset luar negeri dilakukan melalui Subholding Upstream sebagai bagian dari strategi ekspansi dan penguatan portofolio internasional.

“Pertamina melalui Subholding Upstream mengelola sejumlah aset hulu migas di berbagai kawasan internasional, antara lain di Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara,” ujar Dhaneswari saat dihubungi, Kamis (25/12/2025).

Di Afrika, fokus utama Pertamina berada di Aljazair. Operasi dijalankan melalui Pertamina Algeria EP (PAEP) yang berada di bawah koordinasi PIEP. Di negara tersebut, Pertamina terlibat dalam pengelolaan Production Sharing Contract (PSC) Blok 405A.

Blok migas ini telah berproduksi lebih dari dua dekade. Pengelolaannya dilakukan bersama perusahaan migas nasional Aljazair, Sonatrach, dan menjadi salah satu aset internasional terlama yang dimiliki Pertamina.

“Di Aljazair, Pertamina berpartisipasi dalam PSC Blok 405A, yang telah beroperasi lebih dari dua dekade bersama mitra nasional Aljazair, Sonatrach,” kata Dhaneswari.

Keberlanjutan Blok 405A kini mendapatkan kepastian jangka panjang. Pemerintah Aljazair menyetujui perpanjangan kontrak PSC selama 25 tahun ke depan. Keputusan tersebut memperpanjang masa operasi Pertamina di negara Afrika Utara itu sekaligus menjaga kesinambungan produksi minyak.

“Perpanjangan kontrak PSC Blok 405A selama 25 tahun ke depan menjadi bukti kepercayaan pemerintah Aljazair terhadap kapabilitas Pertamina,” ujar Dhaneswari.

Ia menambahkan, perpanjangan kontrak memastikan produksi minyak dari Blok 405A tetap berlanjut dan dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pasokan energi Indonesia.

Sebagai informasi, Blok 405A baru-baru ini mencatat pengapalan perdana minyak mentah ke Indonesia pada Desember 2025. Pengapalan tersebut menjadi produksi pertama setelah perpanjangan kontrak PSC dan menandai fase lanjutan operasi Pertamina di Aljazair.

Hubungan kerja sama antara Pertamina dan Sonatrach sendiri telah terjalin panjang dan berkembang sejak awal 2000-an. Kerja sama itu kini berada dalam kerangka kontrak jangka panjang yang memberikan kepastian hukum dan operasional bagi kedua belah pihak.

Dengan portofolio aset yang tersebar di berbagai kawasan, Pertamina menempatkan Aljazair sebagai salah satu simpul penting operasi hulu migas di luar negeri. Aset ini berperan dalam menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memperkuat pasokan energi ke dalam negeri.

Tag:  #pertamina #ternyata #kelola #aset #migas #timur #tengah #afrika #asia #tenggara

KOMENTAR