Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Bos BI Buka Peluang Turunkan Lagi Suku Bunga Acuan pada 2026
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi pers setelah RDG BI pada Rabu (17/9/2025).(Tangkapan layar YouTube BI)
07:40
29 November 2025

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Bos BI Buka Peluang Turunkan Lagi Suku Bunga Acuan pada 2026

- Bank Indonesia (BI) membuka peluang penurunan suku bunga atau BI rate berlanjut pada 2026. Hal ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, ruang pelonggaran kebijakan moneter semakin terbuka seiring dengan inflasi yang terkendali sesuai sasaran BI sebesar 1,5-3,5 persen di tahun depan.

"Dengan terkendalinya inflasi, kami akan mencermati ruang penurunan suku bunga BI Rate lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan," ujarnya saat PTBI 2025 di Gedung BI, Jakarta, Jumat (29/11/2025).

Di sisi lain, BI juga memperkuat pelonggaran kebijakan makroprudensial pada tahun depan melalui pemberian insentif likuiditas ke perbankan.

Mulai Desember 2025, insentif likuiditas ini akan dinaikkan menjadi Rp 423 triliun.

Insentif diberikan untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas pemerintah sehingga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi.

"Kebijakan makroprudensial longgar diperkuat tahun 2026 untuk mendorong kredit perbankan lebih tinggi lagi," ucapnya.

Selain potensi penurunan suku bunga, BI juga menyiapkan langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Intervensi di pasar valas juga akan terus dilakukan melalui transaksi NDF di luar negeri, intervensi spot, serta pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder.

Di sisi likuiditas, BI akan melakukan ekspansi likuiditas moneter pro-market untuk memastikan transmisi penurunan suku bunga berjalan efektif dan memperdalam pasar uang.

BI juga akan menjaga kecukupan cadangan devisa dan memperluas instrumen penempatan valas devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA).

"Pada tahun 2026, dengan masih tingginya ketidakpastian global, kebijakan moneter tetap pada kesimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan, pro stability and growth,"  kata Perry.

Tag:  #dorong #pertumbuhan #ekonomi #buka #peluang #turunkan #lagi #suku #bunga #acuan #pada #2026

KOMENTAR