Selain MotoGP, Intip Keseruan Tradisi Bau Nyale 2026 di Mandalika
Warga ikut menangkap nyale atau cacing laut yang dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika, saat puncak Tradisi Bau Nyale di Pantai Seger, Kuta Lombok Tengah, Selasa (22/2/2022). Tradisi Bau Nyale digelar tiap tahun oleh masyarakat Suku Sasak di sepanjang pantai selatan Pulau Lombok pada tanggal 20 bulan 10 penanggalan Suku Sasak, yang tahun ini jatuh pada 22 Februari 2022.(KOMPAS.com/FITRI RACHMAWATI)
17:07
12 Februari 2026

Selain MotoGP, Intip Keseruan Tradisi Bau Nyale 2026 di Mandalika

  – Di balik suara mesin motor balap di Sirkuit Pertamina Mandalika, ribuan lampu senter warga masih menyala terang di pesisir Pantai Seger setiap tahunnya.

Tradisi Bau Nyale, yang dipercaya sebagai kembalinya Putri Mandalika, kini menjadi bagian penting pariwisata yang menjaga ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca juga: 5 Spot Sunset Terbaik di Mandalika, Siapkan Kamera untuk Abadikan Momen

Acara ini menarik perhatian banyak wisatawan yang ingin melihat langsung budaya asli Lombok.

Menjelang puncak acara pada Februari atau Maret 2026, kawasan Mandalika akan diisi berbagai kegiatan, mulai dari pemilihan Puteri Mandalika hingga Karnaval Seribu Putri.

Wisata Budaya di Pesisir Selatan

Bagi wisatawan, Bau Nyale memberikan pengalaman yang berbeda. Saat subuh, suasana pantai menjadi ramai oleh warga yang turun ke laut untuk menangkap nyale atau cacing laut yang dipercaya sebagai jelmaan sang putri.

Baca juga: Festival Bau Nyale NTB Hadirkan Film Pendek Legenda Putri Mandalika

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, menekankan bahwa keterlibatan masyarakat adalah kunci utama dalam mendukung budaya dan pariwisata ini.

“Bau Nyale bukan hanya atraksi tahunan, tetapi identitas masyarakat Lombok Tengah. Kami ingin memastikan bahwa pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tetap memberi ruang utama bagi budaya lokal,” ujar Bahri pada Minggu (8/2/2026), dikutip dari Antara.

Bagi pelancong, momen ini menjadi kesempatan tepat untuk mencoba kuliner lokal dan berbincang dengan warga Sasak di sepanjang pesisir Pantai Seger.

Pilihan Kegiatan Selain MotoGP

Mandalika memang dikenal lewat ajang balap internasional seperti MotoGP.

Namun, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyebutkan bahwa wilayah ini memiliki daya tarik yang lebih luas dan harus bisa dinikmati sepanjang tahun.

“Kita tidak boleh bergantung pada satu acara saja. MotoGP memang memberi dampak besar, tetapi Mandalika harus hidup sepanjang tahun. Kolaborasi antara olahraga, budaya seperti Bau Nyale, dan pemberdayaan UMKM menjadi strategi utama agar ekonomi daerah tumbuh berkelanjutan,” ungkapnya.

Baca juga: 5 Oleh-oleh Khas Lombok yang Wajib Dibawa Pulang, Banyak Dijumpai di Mandalika

Hal ini terlihat dari padatnya kalender wisata 2026, salah satunya ajang Bhayangkara Riding Day 2026 yang diikuti sekitar 3.500 bikers dari berbagai daerah.

Hal ini membuat Mandalika menjadi destinasi yang beragam, di mana pengunjung bisa melihat sirkuit modern sekaligus tradisi masyarakat secara bersamaan.

Tips Berkunjung bagi Wisatawan

Jika kamu berencana datang ke Bau Nyale tahun ini, ada beberapa panduan sederhana agar perjalanan tetap nyaman dan bertanggung jawab:

  • Jaga kebersihan: karena acara berlokasi di pantai, pastikan tidak membuang sampah sembarangan dan ikuti aturan penangkapan nyale di zona yang sudah ditentukan
  • Pesan hotel lebih awal: biasanya pemesanan hotel meningkat drastis saat acara berlangsung, jadi sebaiknya siapkan penginapan dari jauh hari
  • Dukung usaha lokal: cobalah berbelanja di lapak UMKM setempat untuk membantu perekonomian warga secara langsung.

Tag:  #selain #motogp #intip #keseruan #tradisi #nyale #2026 #mandalika

KOMENTAR