Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN
– Transformasi energi di sektor pangan dan maritim Indonesia mencatatkan rekor baru.
Hingga penghujung 2025, tercatat sebanyak 390.034 pelaku usaha di sektor pertanian dan kelautan telah beralih menggunakan teknologi berbasis listrik.
Mereka beralih menggunakan listrik melalui program Electrifying Agriculture (EA) dan Electrifying Marine (EM) milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero).
Jumlah itu meningkat sekitar 30 persen secara year-on-year (YoY) jika dibandingkan dengan capaian pada 2024 yang tercatat 300.535 pelanggan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan, program EA dan EM merupakan bagian integral perusahaan dalam mendukung visi pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional.
Dalam hal ini, PLN mendorong transisi energi berkelanjutan, ketahanan ekonomi masyarakat, hingga mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
Baca juga: Pasang Home Charging, Segini Total Biaya Lewat PLN Mobile
“PLN hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mendorong produktivitas ekonomi rakyat melalui berbagai program berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (12/2/2026).
Darmawan menegaskan, pihaknya terus berkomitmen membantu pelaku usaha di sektor pangan dan maritim dengan pemanfaatan listrik yang efisien dan ramah lingkungan.
“Kami mendorong pelaku usaha untuk mengadopsi teknologi modern berbasis listrik yang mampu meningkatkan nilai tambah hasil produksi,” ujar Darmawan.
Melalui program tersebut, PLN menghadirkan pasokan listrik yang andal dan efisien untuk mendukung peningkatan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional.
Efisiensi biaya operasional
Program transformasi energi PLN tidak hanya sekadar mengubah sumber energi, tetapi juga mengubah struktur biaya operasional secara signifikan di berbagai lini.
Baca juga: Wujudkan Green Mining, PLN dan BIB Borong 23.040 Unit Renewable Energy Certificate
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto menjelaskan, hingga 2025, total daya listrik yang terpasang melalui program EA dan EM mencapai 5.240 megavolt ampere (MVA). Naik sekitar 25 persen jika dibandingkan pada 2024 yang tercatat sebesar 4.203 MVA.
Hal tersebut diikuti dengan konsumsi listrik pada 2025 yang mencapai 7,1 terawatt hour (TWh). Jumlah ini meningkat sekitar 16 persen jika dibandingkan pada 2024 yang mencapai sebesar 6,1 TWh.
Capaian itu mencerminkan tingginya pemanfaatan listrik untuk mendukung aktivitas di sektor industri primer.
Baca juga: Kejati Bengkulu Tetapkan Vice President PT PLN Indonesia Power Tersangka Korupsi PLTA Musi
Adi mengatakan, program tersebut dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
“Dengan dukungan listrik yang memadai, kami berharap para pelaku usaha dapat meningkatkan produktivitas, inovasi, dan kemandirian,” ungkapnya.
Dengan demikian, kata dia, ekosistem pertanian, peternakan, perikanan, hingga sektor kelautan dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Adi menambahkan, PLN terus bersinergi dengan pemerintah untuk memperluas program listrik masuk sawah.
Dampak nyata program PLN
Melalui program EA pompanisasi berbasis listrik, para petani dapat menghemat bahan bakar dan meningkatkan hasil panen secara signifikan.
Dampak program itu dirasakan langsung oleh para petani di Kabupaten Seluma, Bengkulu.
Baca juga: Diskon Listrik Dongkrak Layanan Home Charging PLN, Pengguna Tembus 70.250 pada 2025
Bupati Seluma Teddy Rahman mengapresiasi sinergi dan keterlibatan PLN dalam mendukung sektor pertanian.
Dukungan itu dilakukan melalui pemanfaatan energi dan teknologi untuk irigasi sawah dan pengolahan hasil tani sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.
Menurutnya, program PLN bukan hanya soal pasokan listrik, tetapi tentang energi mampu mengubah kehidupan petani Seluma.
“Terima kasih PLN yang telah mengambil bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah,” ucap Teddy.
Manfaat program turut dirasakan Abdurrahman, salah satu peternak bebek yang tergabung dalam Kelompok Tani Sabana Mandiri di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten.
Baca juga: Jumlah Mobil Listrik Tembus 103.000, PLN Perkuat Infrastruktur EV di IIMS 2026
Ia menyampaikan, sebelumnya petani menghadapi banyak kendala dalam mengatur suhu bibit bebek di kandang.
Kini, penggunaan listrik yang stabil dalam pengelolaan peternakan bebek dapat meningkatkan kesehatan dan mempercepat pertumbuhan ternak, serta mengoptimalkan produktivitas telur.
“Dengan adanya listrik dari PLN, ternak kami menjadi lebih sehat, dan hasil produksinya pun meningkat. Program PLN ini benar-benar membawa manfaat besar bagi usaha kami," terang Abdurrahman.
Di sektor kelautan, program EM juga memberi dampak positif bagi salah satu industri galangan kapal di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Manager Production and Engineering PT Layar Perkasa Nusantara, Ashawir menuturkan, saat ini seluruh peralatan di galangan kapal telah menggunakan listrik.
Menurutnya, penggunaan listrik sangat membantu menurunkan biaya operasional hingga lebih dari 20 persen sekaligus mengurangi emisi gas buang di galangan kapal.
Baca juga: PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU
“Jika menggunakan mesin diesel, biaya operasional diprediksi hampir mencapai Rp 1 miliar per tahun, tetapi jika menggunakan listrik hanya sekitar Rp 730 juta per tahun,” tutur Ashawir.
Tag: #lebih #dari #390000 #pelaku #usaha #agrikultur #kelautan #adopsi #teknologi #listrik