Kopi dan Ekonomi Kreatif, BTN Lihat Peluang Besar dari Budaya Ngopi
Suasana Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026, pameran kopi yang pertama kali digelar dan diikuti sebanyak 75 peserta dengan target transaksi mencapai Rp3 miliar yang berlangsung di Grand City Convention Hall Surabaya, mulai 29-31 Mei 2026.(KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU)
12:36
31 Mei 2026

Kopi dan Ekonomi Kreatif, BTN Lihat Peluang Besar dari Budaya Ngopi

- Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 memasuki hari terakhir, yang digelar di Grand City Convention Hall Surabaya sejak 29–31 Mei 2026.

Bagi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, kopi bukan hanya soal minuman, tetapi juga tentang peluang usaha, pertumbuhan UMKM, hingga pergerakan ekonomi masyarakat.

Untuk itu di tengah berkembang gaya hidup masyarakat modern, BTN kini mulai memperluas dukungan terhadap sektor ekonomi kreatif, salah satunya industri kopi yang terus tumbuh di Indonesia.

Baca juga: Ambisi Ekspansi Kopi Kenangan, Bidik 4.000 Gerai pada 2030

Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, mengatakan BTN merasa terhormat bisa menjadi bagian dari pameran kopi nasional tersebut.

Menurutnya, budaya kopi saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia.

Ia bahkan menggambarkan kedekatan kopi dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, termasuk dengan identitas BTN sebagai bank perumahan.

“Saya yakin semua penggemar kopi ya, rumah tanpa kopi hambar ya, gitu juga rumah tangga tanpa kopi hambar banget gitu kan, jadi ada pahit dan manisnya,” katanya kepada jurnalis termasuk Kompas.com.

Baca juga: Program Dairi Prima Angkat Nilai Kopi hingga Durian Dairi

Industri kopi jadi perhatian BTN, dinilai masih sangat potensial

Kini BTN melihat industri kopi sebagai sektor yang memiliki potensi pertumbuhan sangat besar.

Brewing menjadi salah satu kegiatan di Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026, pameran kopi yang pertama kali digelar dan diikuti sebanyak 75 peserta dengan target transaksi mencapai Rp3 miliar yang berlangsung di Grand City Convention Hall Surabaya, mulai 29-31 Mei 2026.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Brewing menjadi salah satu kegiatan di Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026, pameran kopi yang pertama kali digelar dan diikuti sebanyak 75 peserta dengan target transaksi mencapai Rp3 miliar yang berlangsung di Grand City Convention Hall Surabaya, mulai 29-31 Mei 2026.

Perkembangan coffee shop, warung kopi, hingga UMKM berbasis kopi dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah.

Menurutnya, sektor perbankan sangat bergantung pada kondisi ekonomi masyarakat.

Ketika industri berkembang, maka sektor keuangan juga ikut tumbuh.

Baca juga: Amran Kucurkan Rp 40 M untuk Pembibitan Kopi Aceh Usai Bencana 

“Nah kita sebagai bank tentunya bank ini hidupnya sesuai dengan pertumbuhan ekonomi. Kalau ekonomi susah, bank pasti susah. Kalau ekonominya maju, bank itu pasti maju dan profitnya besar,” ujar Setiyo Wibowo.

“Jadi kita selalu punya interest bahwa industri, UMKM, ataupun pertumbuhan ekonomi itu akan bagus terus gitu ya. Salah satu penggerak ekonomi tentunya adalah Horeka (Hotel, Restoran, Kafe) dan salah satunya yang tren di Indonesia adalah mengenai kafe kopi atau lifestyle mengenai perkopian,” imbuhnya.

Sebab budaya kopi di Indonesia masih memiliki peluang pertumbuhan yang sangat besar.

Meski Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia, tingkat konsumsi kopi masyarakat masih tergolong rendah dibanding negara lain.

Baca juga: Hilirisasi Kopi Berhasil, Mengapa Teh Tertinggal?

“Konsumsi kopi per kapita kita ternyata rendah. Indonesia cuma 1 sampai 1,1 kilo per tahun. US itu 4,8 kilo per tahun per kapita. Eropa itu 5,7 kilo per tahun. Brasil 6,4 kilo per tahun,” kata pria yang biasa disapa Bowo itu.

“Budaya kopi ini potensi di Indonesia masih tinggi sekali tingkat konsumsinya kita termasuk rendah dan dengan harapan kami tentunya dengan event ICX itu bukan hanya edukasi mengenai perkopian tapi juga sebagai katalis mengenai industri kopi,” sambungnya.

Brewing menjadi salah satu kegiatan di Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026, pameran kopi yang pertama kali digelar dan diikuti sebanyak 75 peserta dengan target transaksi mencapai Rp3 miliar yang berlangsung di Grand City Convention Hall Surabaya, mulai 29-31 Mei 2026. KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Brewing menjadi salah satu kegiatan di Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026, pameran kopi yang pertama kali digelar dan diikuti sebanyak 75 peserta dengan target transaksi mencapai Rp3 miliar yang berlangsung di Grand City Convention Hall Surabaya, mulai 29-31 Mei 2026.

BTN ingin ekonomi tumbuh dari warung kopi, dorong digitalisasi dan pembiayaan UMKM

Selanjutnya BTN berharap perkembangan industri kopi tidak hanya dinikmati pelaku usaha besar, tetapi juga mampu menghidupkan ekonomi masyarakat kecil.

Ia pun membayangkan semakin banyak warung kopi dan kedai kecil tumbuh di berbagai daerah sebagai penggerak ekonomi baru.

Baca juga: Imbas Bencana Aceh, Harga Biji Kopi Arabika di Pasar Lokal Naik 30-40 Persen

“Mudah-mudahan nanti makin banyak kafe, warkop, sehingga nanti di setiap pengkolan, setiap gang, banyak warung kopi, ekonominya bisa tumbuh,” tutur Setiyo Wibowo.

Saat ini selama tiga hari mendukung penyelenggaraan ICX 2026 juga hadir melalui sistem pembayaran digital dan layanan pembiayaan usaha.

Dimana seluruh transaksi didorong menggunakan sistem cashless melalui QRIS, EDC BTN, hingga aplikasi Bale by BTN.

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi BTN sebagai bank digital yang ingin lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat modern, termasuk generasi muda dan pelaku UMKM.

Tag:  #kopi #ekonomi #kreatif #lihat #peluang #besar #dari #budaya #ngopi

KOMENTAR