Sering Pakai Topi Bikin Rambut Rontok, Mitos atau Fakta?
- Topi menjadi aksesori yang kerap digunakan untuk melindungi kepala dari paparan sinar matahari sekaligus melengkapi penampilan.
Lantas, benarkah topi menjadi penyebab utama kerontokan rambut? Menurut dokter kulit, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Dalam sebagian besar kasus, penggunaan topi justru tidak berbahaya bagi kesehatan rambut maupun kulit kepala. Berikut fakta yang perlu diketahui.
Baca juga: Tips Menjaga Anak Tetap Sehat saat El Nino, dari Minum Air hingga Pakai Topi
Topi umumnya tidak menyebabkan rambut rontok
Banyak orang khawatir rambut akan mudah rontok jika terlalu sering mengenakan topi. Padahal, menurut dokter kulit bersertifikat Dendy Engelman, penggunaan topi yang pas di kepala umumnya tidak menyebabkan kerontokan rambut.
Pengecualian hanya terjadi jika topi yang digunakan terlalu ketat sehingga terus-menerus menarik batang rambut dan memberikan tekanan pada kulit kepala.
Kondisi tersebut dapat menimbulkan ketegangan yang dalam jangka panjang berisiko memengaruhi kesehatan folikel rambut.
"Topi hanya berpotensi menyebabkan kerontokan jika ukurannya sangat ketat atau menimbulkan gesekan yang menyebabkan tarikan pada rambut dan kulit kepala," kata Engelman, seperti dilansir Byrdie, Senin (1/6/2026).
Ia menjelaskan, tekanan yang terjadi berulang kali dalam waktu lama dapat berkontribusi terhadap kerontokan, terutama pada orang yang memang sudah memiliki rambut tipis atau kulit kepala yang rentan.
Meski demikian, kondisi tersebut tergolong jarang terjadi sehingga sebagian besar pengguna topi tidak perlu merasa khawatir.
Topi justru dapat membantu melindungi rambut dan kulit kepala
Alih-alih menjadi penyebab kerontokan, topi yang digunakan dengan ukuran yang tepat justru dapat memberikan perlindungan tambahan bagi rambut dan kulit kepala.
Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari diketahui dapat merusak batang rambut, membuat warna rambut lebih cepat memudar, serta meningkatkan risiko kulit kepala terbakar.
Baca juga: Rambut Rontok atau Patah? Ini Bedanya Menurut Dokter
Selain itu, cuaca dingin dan angin kencang juga dapat membuat rambut menjadi lebih kering dan rapuh.
Engelman mengungkap, topi dapat berfungsi sebagai lapisan pelindung dari berbagai faktor lingkungan tersebut.
"Sebagian besar topi yang ukurannya sesuai bahkan dapat membantu mencegah kerusakan kulit kepala dan rambut karena melindungi kepala dari sinar UV, suhu dingin, dan angin," ujarnya.
Oleh karenanya, penggunaan topi saat beraktivitas di luar ruangan justru dapat menjadi salah satu cara menjaga kesehatan rambut, terutama ketika cuaca sedang terik.
Kerusakan rambut biasanya terjadi akibat tarikan berlebihan
Selain kerontokan, ada pula anggapan bahwa topi dapat membuat rambut mudah patah dan rusak.
Engelman menilai kondisi tersebut sebenarnya juga lebih berkaitan dengan tekanan atau tarikan yang terjadi secara terus-menerus.
"Tarikan atau ketegangan yang berulang pada rambut dapat menyebabkan rambut patah atau bahkan rontok seiring waktu," jelasnya.
Namun, risiko tersebut umumnya hanya muncul jika seseorang menggunakan topi yang sangat sempit atau sering menarik rambut dengan kuat saat mengenakannya.
Dalam penggunaan sehari-hari, topi yang nyaman dan tidak terlalu ketat tidak akan merusak struktur rambut.
Sebaliknya, rambut lebih sering mengalami kerusakan akibat penggunaan alat styling panas, pewarnaan berulang, atau perawatan rambut yang kurang tepat.
Penyebab rambut rontok biasanya berasal dari faktor lain
Jika mengalami kerontokan rambut yang cukup parah, penyebabnya kemungkinan bukan berasal dari topi yang digunakan setiap hari.
Para ahli menyebut faktor genetik sebagai salah satu penyebab paling umum, terutama pada pria yang mengalami penipisan rambut seiring bertambahnya usia.
Selain faktor keturunan, perubahan hormon, stres, kehamilan, pola makan yang kurang bergizi, hingga kondisi medis tertentu juga dapat memengaruhi kesehatan rambut.
Baca juga: 7 Cara Efektif Mengatasi Rambut Rontok di Usia 40-an, Jangan Ikat Rambut Terlalu Kencang
"Banyak orang, terutama pria, mengalami penipisan rambut dan kebotakan seiring bertambahnya usia. Hormon, stres, pola makan, serta penggunaan produk dan alat penata rambut yang merusak juga dapat menyebabkan kerontokan," tutur Engelman.
Karena penyebab kerontokan rambut sangat beragam, pemeriksaan ke dokter kulit menjadi langkah terbaik jika rambut rontok terjadi terus-menerus. Dengan begitu, penyebab utama dapat diketahui dan ditangani secara lebih tepat.
Tag: #sering #pakai #topi #bikin #rambut #rontok #mitos #atau #fakta