Inhealth Ganti Logo, Perkuat Sinergi dengan IFG Life
PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Inhealth) resmi melakukan perubahan identitas visual perusahaan melalui peluncuran logo baru pada Selasa (2/6/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan positioning perusahaan di dalam kelompok usaha Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN asuransi, penjaminan, dan investasi.
Perubahan logo tersebut dilakukan secara serentak di Kantor Pusat Inhealth Tower Jakarta, serta mencakup 12 kantor pemasaran, 11 kantor operasional, dan 34 kantor layanan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Baca juga: Laba Mandiri Inhealth Rp 82,8 Miliar di Kuartal I 2026, Ditopang Pengelolaan Risiko
IFG Life menegaskan komitmen perlindungan nasabah lewat penguatan kinerja keuangan dan klaim yang transparan.
Inhealth merupakan anak usaha PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life). Penyelarasan identitas visual dilakukan untuk memperkuat keterkaitan perusahaan dengan IFG sebagai induk holding.
Tetap beroperasi dengan nama dan layanan yang sama
Direktur Kepatuhan merangkap Pelaksana Tugas Direktur Utama Inhealth Marihot H Tambunan menegaskan, perubahan branding tidak mengubah status hukum perusahaan maupun layanan yang diberikan kepada nasabah.
“Perubahan branding tidak mengubah status hukum Perusahaan yaitu ‘PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia’, begitu pula dengan produk dan layanan, tetap sama. Selama lebih dari 17 tahun, Inhealth telah hadir sebagai asuransi kesehatan pilihan utama dan tepercaya di Indonesia,” ujar Marihot dalam siaran pers, Selasa.
Inhealth telah beroperasi sejak 2008 sebagai perusahaan asuransi kesehatan berbasis solusi managed care.
Baca juga: Didukung 8.000 Mitra Provider, Mandiri Inhealth Jaga Layanan Kesehatan Selama Lebaran
Dalam perjalanannya, perusahaan terus mengembangkan layanan yang terintegrasi dan adaptif untuk memenuhi kebutuhan perlindungan kesehatan masyarakat maupun karyawan perusahaan.
Ilustrasi asuransi kesehatan.
Kuasai pangsa pasar asuransi kesehatan kumpulan
Di tengah proses transformasi perusahaan, Inhealth mencatatkan posisi yang kuat di industri asuransi kesehatan nasional.
Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada kuartal I 2026, Inhealth secara konsisten tercatat sebagai perusahaan asuransi dengan pangsa pasar terbesar di segmen asuransi kesehatan kumpulan.
Perusahaan juga melayani lebih dari 1,7 juta pengguna jasa layanan. Jumlah tersebut menjadikan Inhealth sebagai salah satu penyedia perlindungan kesehatan yang digunakan oleh karyawan dan masyarakat Indonesia.
Baca juga: Mandiri Inhealth Perkuat Layanan Digital Lewat Aplikasi One by IFG
Dalam profil perusahaan yang disampaikan dalam siaran pers, Inhealth menyebut layanan kesehatan yang diberikan didukung lebih dari 8.000 jaringan provider yang tersebar di Indonesia maupun luar negeri.
Menjadi bagian dari struktur holding IFG
Marihot menjelaskan, sejak 26 Juni 2024 Inhealth telah masuk ke dalam struktur holding IFG dan menjadi anak perusahaan IFG Life. Sejak saat itu, berbagai bentuk sinergi terus dilakukan baik dalam pengembangan produk, layanan maupun digitalisasi.
“Dengan semangat melayani sepenuh hati, kami terus memperkuat sinergi dan bergerak maju bersama IFG dan IFG Life untuk memperkuat fondasi layanan sebagai penyedia asuransi jiwa dan kesehatan. Di antaranya yaitu penguatan layanan digital melalui aplikasi One by IFG yang telah dilakukan sejak tahun 2025 dan kolaborasi dalam Produk Asuransi Bersama (PAB),” kata Marihot.
Selain pengembangan layanan dan digitalisasi, perusahaan juga menempatkan pengelolaan risiko yang disiplin serta optimalisasi portofolio sebagai fokus bisnis.
Baca juga: Sepanjang 2025, IFG Life dan Mandiri Inhealth Bayar Klaim Rp 10,7 Triliun
Melalui perubahan branding ini, Inhealth menyatakan ingin memperkuat kolaborasi strategis dengan para pemangku kepentingan untuk menghadirkan perlindungan asuransi yang komprehensif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ilustrasi asuransi kesehatan
Momentum perkuat ekosistem perlindungan
Direktur Keuangan merangkap Pelaksana Tugas Direktur Utama IFG Life Ryan Diastana Firman mengatakan perubahan branding Inhealth menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan produk dan layanan asuransi.
Menurut dia, IFG Life dan Inhealth memiliki komitmen yang sama untuk terus menghadirkan produk dan layanan asuransi yang andal dan tepercaya bagi masyarakat.
“Perubahan branding Inhealth ini tentunya menjadi momentum untuk melangkah ke depan dan terus memperkuat sinergi, baik dari sisi produk dan layanan. Sinergi ini diharapkan mendorong ekosistem perlindungan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dengan dukungan lebih dari 8.000 mitra provider Inhealth di berbagai wilayah Indonesia hingga luar negeri,” ujar Ryan.
Baca juga: Mandiri Inhealth Salurkan Dana Pemulihan Fasilitas Umum di Sibolga dan Tapteng
Jaringan provider tersebut mencakup rumah sakit, klinik, laboratorium, hingga apotek yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Cakupan layanan meliputi Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, hingga layanan di luar negeri, khususnya Singapura.
Berawal dari askes, kini mayoritas dimiliki IFG Life
Inhealth didirikan pada 2008 oleh PT Askes (Persero) untuk mengembangkan bisnis asuransi kesehatan komersial berbasis managed care.
Seiring transformasi PT Askes (Persero) menjadi BPJS Kesehatan dan perkembangan bisnis perusahaan, komposisi pemegang saham Inhealth saat ini terdiri dari IFG Life sebesar 80 persen dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 20 persen.
Perusahaan mengantongi izin usaha dari Menteri Keuangan melalui Keputusan Nomor KEP-38/KM.10/2009 tanggal 20 Maret 2009. Selain itu, Inhealth juga telah memperoleh sertifikat SNI ISO 37001:2016 sebagai bagian dari penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan.
Baca juga: Mandiri Inhealth Bayar Klaim Rp 3,9 Triliun hingga November 2025
Saat ini, selain melayani lebih dari 1,7 juta peserta, Inhealth didukung jaringan lebih dari 8.000 provider serta memiliki 12 kantor pemasaran, 11 kantor operasional, dan 34 kantor layanan di berbagai daerah.