Anthropic Bersiap IPO, Valuasi Tembus Rp 17.256 Triliun
Ilustrasi chatbot AI Claude bikinan Anthropic.(searchenginejournal.com)
14:20
2 Juni 2026

Anthropic Bersiap IPO, Valuasi Tembus Rp 17.256 Triliun

Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic diam diam mengajukan dokumen awal penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat, Securities and Exchange Commission atau SEC.

Langkah tersebut membuka peluang Anthropic menjadi salah satu perusahaan kecerdasan buatan besar pertama yang melantai di bursa saham.

“Ini memberi kami opsi untuk go public setelah SEC menyelesaikan peninjauannya,” kata Anthropic dalam pernyataan, Senin (1/6/2026), seperti dilansir CNBC.

“Penawaran umum perdana yang diusulkan akan bergantung pada kondisi pasar dan faktor-faktor lainnya,” lanjut perusahaan.

Baca juga: Jelang IPO, SpaceX Disebut Berpeluang Dimerger dengan Tesla

Pengajuan rahasia tersebut belum memastikan waktu Anthropic resmi menggelar IPO.

Perusahaan masih perlu menyerahkan prospektus resmi kepada investor setidaknya 15 hari sebelum memulai roadshow.

Melalui langkah ini, Anthropic bergerak lebih cepat dari OpenAI yang juga disebut sedang menyiapkan pengajuan rahasia untuk IPO.

Sementara itu, SpaceX milik Elon Musk sudah mengajukan prospektus resmi dan bersiap melakukan roadshow pekan ini.

Perusahaan antariksa tersebut diperkirakan debut di bursa pekan depan.

Anthropic didirikan pada 2021 oleh sejumlah eksekutif dan peneliti yang keluar dari OpenAI karena perbedaan pandangan soal arah pengembangan kecerdasan buatan.

Perusahaan ini dikenal melalui keluarga model kecerdasan buatan bernama Claude.

Model tersebut mendukung sejumlah produk, termasuk asisten pemrograman populer Claude Code.

Baca juga: BEI Dorong Industri Kreatif untuk IPO

Pendapatan Anthropic melonjak

Anthropic mencatat pertumbuhan sangat cepat dalam setahun terakhir.

Pada Mei, perusahaan mengumumkan pendapatan tahunan mencapai 47 miliar dollar AS.

Dengan kurs Rp 17.882 per dollar AS, nilai tersebut setara sekitar Rp 840,45 triliun.

Angka itu melonjak dari pendapatan tahunan tahun lalu yang sebesar 10 miliar dollar AS atau sekitar Rp 178,82 triliun.

Pekan lalu, Anthropic juga menutup putaran pendanaan baru dengan valuasi 965 miliar dollar AS.

Nilai tersebut setara sekitar Rp 17.256 triliun.

Valuasi Anthropic melampaui OpenAI yang mencapai 852 miliar dollar AS atau sekitar Rp 15.235 triliun pada akhir Maret.

Kenaikan valuasi itu menunjukkan besarnya minat investor terhadap perusahaan kecerdasan buatan generatif.

Minat tersebut terutama mengarah ke perusahaan yang dinilai mampu bersaing langsung dengan OpenAI, Google, dan xAI.

Model keamanan siber jadi perhatian Wall Street

Tahun ini, Anthropic menarik perhatian Wall Street dan pejabat pemerintah Amerika Serikat setelah memperkenalkan model kecerdasan buatan bernama Claude Mythos Preview.

Model tersebut diklaim memiliki kemampuan keamanan siber tingkat lanjut.

Anthropic merilis model itu kepada sejumlah perusahaan terpilih melalui inisiatif keamanan siber bernama Project Glasswing.

Perusahaan juga terlibat pembicaraan dengan pejabat senior pemerintahan Presiden Donald Trump terkait kemampuan model tersebut.

Popularitas Claude Mythos menjadi kabar baik bagi investor dan eksekutif Anthropic.

Sebelumnya, sejumlah pihak khawatir pertumbuhan perusahaan akan terganggu setelah berseteru dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Model kecerdasan buatan Anthropic sempat masuk daftar hitam Pentagon setelah negosiasi kedua pihak gagal.

Akibatnya, sejumlah kontraktor pertahanan menghentikan kerja sama dengan Anthropic untuk mematuhi perintah Departemen Pertahanan.

Namun, bisnis Anthropic di sektor swasta justru tumbuh lebih cepat.

Makin banyak perusahaan menggunakan model kecerdasan buatan dan alat pemrograman Anthropic.

Di pasar konsumen, Claude juga sempat menempati posisi pertama dalam daftar aplikasi gratis teratas Apple di Amerika Serikat pada akhir Februari.

Anthropic masih menggugat pemerintahan Trump untuk membatalkan pemboikotan tersebut.

Proses hukum masih berjalan.

Trump sebelumnya mengatakan kepada CNBC pada April, kesepakatan antara Anthropic dan Departemen Pertahanan “mungkin terjadi.”

Kebutuhan komputasi makin besar

Pertumbuhan cepat Anthropic membuat perusahaan harus menambah kapasitas infrastruktur kecerdasan buatan dalam jumlah besar.

Dalam beberapa bulan terakhir, Anthropic menandatangani sejumlah kesepakatan pusat data dan komputasi besar.

Bulan lalu, Anthropic mencapai kesepakatan dengan SpaceX untuk menggunakan daya komputasi di pusat data Colossus 1 di Memphis, Tennessee.

Pusat data tersebut terkait dengan bisnis kecerdasan buatan milik Elon Musk.

Berdasarkan prospektus SpaceX, Anthropic akan membayar SpaceX 1,25 miliar dollar AS per bulan hingga Mei 2029.

Nilai tersebut setara sekitar Rp 22,35 triliun per bulan.

Perjanjian tersebut dapat diakhiri oleh salah satu perusahaan dengan pemberitahuan 90 hari sebelumnya.

Kesepakatan itu menunjukkan besarnya kebutuhan komputasi perusahaan kecerdasan buatan untuk melatih dan menjalankan model yang makin kompleks.

Bagi Anthropic, akses ke infrastruktur komputasi menjadi kunci untuk mempertahankan pertumbuhan.

Kebutuhan tersebut makin penting saat persaingan dengan OpenAI, Google, Meta, dan xAI semakin ketat.

Tag:  #anthropic #bersiap #valuasi #tembus #17256 #triliun

KOMENTAR