Singgung Pengabdian di Pemerintahan, Nadiem: Hadiah yang Saya Dapatkan Adalah Jeruji Besi
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim membacakan pleidoi dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).(KOMPAS.com/Fristin Intan Sulistyowati )
14:18
2 Juni 2026

Singgung Pengabdian di Pemerintahan, Nadiem: Hadiah yang Saya Dapatkan Adalah Jeruji Besi

- Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengaku hancur menghadapi proses hukum yang menjerat dirinya setelah mengaku telah mengorbankan banyak hal selama mengabdi kepada negara.

Hal itu disampaikan Nadiem saat membacakan pleidoi atau nota pembelaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).

Baca juga: Nadiem Singgung Ironi Kasus Chromebook: Klaim Hemat Rp 3,9 Triliun, Malah Dituntut Penjara

Dalam pleidoinya, Nadiem mengatakan dirinya telah mempertaruhkan kondisi finansial, reputasi, hingga ketenangan keluarga demi mengabdi di pemerintahan.

Namun, ia mengaku justru berakhir di balik proses pidana.

“Hadiah yang saya dapatkan adalah jeruji besi,” kata Nadiem di hadapan majelis hakim.

Baca juga: Nadiem Sebut Ada Tukar Badan demi Prestasi Penegakan Hukum di Kasusnya

Nadiem juga menyinggung penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana yang pernah diterimanya dari Presiden atas pengabdiannya selama menjadi menteri.

“Bayangkan betapa hancurnya hati saya,” ujarnya.

Ia mempertanyakan sikap negara terhadap dirinya setelah seluruh pengorbanan yang dilakukan selama menjabat menteri.

“Apakah negara sekejam ini pada abdinya?” tutur Nadiem.

Baca juga: Nadiem Akui Kurang Paham Dinamika Politik: Saya Bukan Pemimpin Sempurna

Nadiem menegaskan keputusan dirinya masuk ke pemerintahan merupakan bentuk pengabdian kepada negara, meski sebelumnya telah berada dalam kondisi nyaman sebagai pendiri Gojek.

“Kalau semua orang berprestasi menolak amanah untuk mengabdi karena sudah nyaman, apa jadinya masa depan negara kita?” kata Nadiem.

Ia mengatakan kesempatan mencari keuntungan finansial masih selalu terbuka, namun kesempatan melakukan perubahan besar bagi bangsa tidak datang dua kali.

“Kesempatan mencari uang akan selalu ada di hidup saya. Tetapi kesempatan melakukan lompatan besar untuk generasi penerus bangsa hanya akan datang sekali dalam hidup,” ujarnya.

Nadiem juga mengaku berharap anak-anaknya kelak memahami alasan dirinya memilih mengabdi kepada negara.

“Saya harap di kemudian hari anak-anak saya akan menonton pledoi ini. Dan meyakini bahwa ayahnya tidak pernah menyesal mengabdi kepada negara,” ucapnya.

Baca juga: Nadiem Minta Dibebaskan: Tak Satu Pun Dakwaan Korupsi Chromebook Terbukti

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut Nadiem Makarim, dengan hukuman 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.

Selain pidana penjara, Nadiem juga dituntut membayar denda Rp 1 miliar serta uang pengganti senilai Rp 809,596 miliar dan Rp 4,871 triliun.

Jaksa menyebut nilai tersebut berasal dari harta kekayaan yang diduga tidak seimbang dengan penghasilan sah terdakwa. Jika tidak mampu membayar uang pengganti, tuntutan itu akan diganti dengan pidana penjara tambahan selama sembilan tahun.

Tag:  #singgung #pengabdian #pemerintahan #nadiem #hadiah #yang #saya #dapatkan #adalah #jeruji #besi

KOMENTAR