Marak Kamera Tersembunyi Kamar Hotel di China, Tamu Jadi Korban Pengintaian
Jika berencana liburan ke China dan menginap di salah satu hotel yang ada di sana, disarankan untuk berhati-hati karena sebagian besar hotel di sana terpasang kamera tersembunyi.
Fenomena kamera tersembunyi di kamar hotel di China bukanlah permasalahan kemarin sore.
Kasus ini sudah ramai menjadi perbincangan publik, pemerintah juga sudah mewajibkan pemilik hotel untuk menyisi kamera tersembunyi di kamar hotel secara rutin.
Baca juga: Hotel Tertinggi Dunia, Ada 1.000 Kamar dan Bisa Tidur di Atas Awan
Namun sayangnya, ancaman keberadaan kamera tersembunyi di kamar hotel di China masih belum hilang hingga saat ini.
Tidak sedikit tamu-tamu hotel yang menyadari bahwa hotel yang mereka tempat di China terpasang kamera tersembunyi, yang mana terhubung ke saluran pornografi.
Dari laporan investigasi tim BBC, arsip rekaman kamera tersembunyi tersebut bahkan tersebar dan disiarkan secara langsung.
Baca juga: Cara Cek Kamera Tersembunyi di Kamar Vila atau Hotel, Kenali Tanda-tandanya
Hotel di China terpasang kamera tersembunyi
Eric (bukan nama sebenarnya) adalah salah satu dari banyaknya korban pengintaian kamera tersembunyi di kamar hotel di China.
Ia menceritakan, suatu malam pada tahun 2023 ia sedang menjelajahi media sosial yang biasa ia akses untuk mencari konten porno.
Saat memutar salah satu video, beberapa detik setelah video tersebut dimulai, ia tiba-tiba terdiam dan menyadari bahwa pasangan yang sedang ia tonton tersebut adalah dirinya dan sang pacar.
Eric mengatakan, tiga pekan sebelumnya, ia dan sang pacar memang menginap di salah satu hotel di kawasan Shenzhen, China bagian selatan.
Baca juga: 2 Hotel Indonesia Masuk Daftar Hotel Terbaik Dunia, Apa Saja?
Eric dan sang pacar tidak menyadari bahwa mereka tengah direkam menggunakan kamera tersembunyi.
Lalu, rekaman tersebut sudah tersebar luas ke saluran yang biasa ia gunakan untuk mengakses konten pornografi.
Kini, Eric bukan hanya konsumen di industri pornografi dari kamera tersembunyi di China, tetapi sudah menjadi bagian dari korban untuk konten.
Baca juga: Mengapa Banyak Hotel “Menghilangkan” Kamar 13?
Kasus Eric merupakan salah satu dari banyaknya kasus serupa yang terjadi di China.
Dari investigasi tim BBC, mereka menemukan ribuan video dari kamera tersembunyi di kamar hotel yang ada di China.
Video tersebut kemudian dijual sebagai konten pornografi di berbagai situs. Bahkan, sebagian besar video tersebut diiklankan di aplikasi pesan dan media sosial Telegram.
Video dari kamera tersembunyi di hotel, untuk apa?
Ada beberapa titik di kamar hotel yang perlu kita waspadai dan periksa untuk mengantisipasi adanya kamera tersembunyi.
Tim BBC mencoba menelusuri dengan menyamar sebagai konsumen dari salah satu agen penyedia konten kamera tersembunyi di hotel China, yang dikenal sebagai AKA.
Tim BBC membayar sebesar 450 yuan, atau sekitar Rp 1 jutaan untuk bisa mengakses salah satu situs yang menampilkan siaran langsung dari kamera tersembunyi tersebut.
Setelah mengakses situs, konsumen punya opsi untuk memilih antara lima tayangan video berbeda. Masing-masing video menampilkan kamar yang berbeda.
Baca juga: Mau Staycation di Hotel, Pakar Sarankan Hindari Kamar Lantai Dasar
Siaran langsung muncul pada saat tamu hotel mengaktifkan aliran listrik dengan memasukan kartu kunci kamar mereka.
Selain menonton siaran langsung, konsumen juga bisa memutar ulang, atau bahkan mengunduh video tersebut.
Dimana posisi kamera tersembunyi di hotel China?
Dari penelusuran tim BBC di sebuah kamar hotel di kawasan Zhengzhou, China tengah, mereka menemukan posisi kamera tersembunyi itu berada di unit ventilasi dinding.
Kamera tersebut terhubung ke suplai listrik gedung, dan mengarah ke tempat tidur.
Jika sebelumnya sempat beredar di media sosial sebuah alat yang bisa mendeteksi keberadaan kamera tersembunyi di hotel, kamera tersebut justru tidak terdeteksi sama sekali.
Pada saat tim BBC menonaktifkan kamera tersembunyi yang ada di kamar hotel tersebut, kabar ini justru langsung menyebar luas di Telegram.
Baca juga: Di Hotel Bintang Lima Ini, Pengunjung Bisa Bikin Suvenir Sendiri
"Zhonghua [nama kamera] telah dihapus!" tulis seorang pelanggan di saluran utama yang dikelola oleh AKA.
Dalam investigasi ini, Tim BBC mengidentifikasi sekitar 12 agen yang sejenis dengan AKA. Diketahui, agen-agen tersebut juga bekerja untuk pihak yang posisinya lebih tinggi dari mereka.
Diduga, pihak tersebut ialah sang pemilik kamera. Mereka lah yang mengatur pemasangan kamera tersembunyi dan mengelola platform siaran langsung ini.
Bagaimana dengan korban kamera tersembunyi ini?
Blue Lie, dari sebuah LSM yang berbasis di Hongkong bernama Rainlily, ialah salah satu orang yang membantu para korban konten kamera tersembunyi di China.
Blue Lie menolong para korban untuk menghapus rekaman tersebut. Ia juga mengatakan permintaan akan bantuan tersebut justru meningkat.
Namun sayangnya, realisasinya terbilang sulit, karena Telegram tidak pernah menanggapi permintaan penghapusan video dari Rainlily.
"Kami percaya perusahaan teknologi memiliki tanggung jawab besar dalam mengatasi masalah ini. Karena perusahaan-perusahaan ini bukanlah platform netral. Kebijakan mereka membentuk bagaimana konten tersebut akan disebarkan," kata Li.
Tim BBC juga mencoba menghubungi Telegram, berkaitan dengan pelaporan penyebaran pornografi yang dilakukan oleh AKA dan kelompok sejenis. Namun, pihak Telegram tidak menanggapi laporan tersebut.
Selang 10 hari kemudian, Tim BBC kembali menghubungi Telegram terkait pelaporan penyebaran pornografi, dengan mengantongi temuan investigasi tim BBC.
Setelahnya, pihak Telegram merespon, dan mengatakan bahwa pihaknya melarang tegas berbagai pornografi tanpa persetujuan.
Pihak Telegram juga mengatakan bahwa mereka secara proaktif memoderasi dan menerima laporan (konten yang tidak pantas), untuk menghapus jutaan konten berbahaya setiap hari.
Selain ke Telegram, tim BBC juga menyampaikan temuan investigasi ini kepada AKA dan Brother Chun (pihak yang diduga sebagai pemilik kamera tersembunyi di hotel).
Mereka tidak merespon tim BBC, tetapi beberapa jam kemudian akun Telegram yang mereka gunakan untuk mengiklankan konten tersebut diketahui telah dihapus.
Namun, situs web yang aksesnya dijual oleh AKA kepada Tim BBC (saat menyamar) masih menyiarkan secara langsung video tamu di hotel.
Tag: #marak #kamera #tersembunyi #kamar #hotel #china #tamu #jadi #korban #pengintaian