Naik Kereta Uap Ambarawa–Tuntang, Wisman Terpukau Suasana Nostalgia
Sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) mengaku kagum dengan suasana perjalanan saat naik kereta uap klasik rute Ambarawa-Tuntang.
"Tentu saja, ini sangat mengagumkan, sangat bagus, ini pertama kalinya saya ke Indonesia," kata wisman asal Inggris, dikutip dari siaran resmi KAI Wisata, Kamis (29/1/2026).
Hal serupa juga diungkapkan oleh sepasang wisman asal Hong Kong dan Australia. Mereka mengaku terkesan dan menikmati perjalanan bersama di kereta uap klasik tersebut.
"Perjalanan selama di dalam kereta sangatlah menyenangkan, dan sangat otentik. Kami sudah mencoba naik kereta serupa di berbagai negara, tapi gerbong gerbong di sini kondisinya jauh lebih baik," kata mereka.
Baca juga: 5 Jalur Kereta Api Terindah di Indonesia: Panorama Alam dari Balik Jendela
Para wisman tersebut antusias menaiki kereta uap yang melintasi hamparan hijau dan panorama Danau Rawa Pening yang asri.
Perjalanan pulang-pergi tersebut berdurasi sekitar satu jam, dan menghadirkan suasana nostalgia yang tenang. Pilihan perjalanan ini menjadi opsi liburan yang berbeda dan berkesan bagi mereka.
“Perjalanan dengan kereta uap Ambarawa–Tuntang menghadirkan memori, edukasi, dan kebanggaan terhadap warisan perkeretaapian Indonesia," kata VP Corporate Secretary KAI Wisata Otnial Eko Pamiarso.
Ia menilai, antusiasme wisatawan mancanegara menunjukkan bahwa apa yang dikelola KAI Wisata memiliki daya saing global.
“Ambarawa–Tuntang kami posisikan sebagai destinasi paket lengkap; ada sejarah, alam, budaya, dan pengalaman yang menyentuh sisi emosional, menjadi bentuk storytelling nyata tentang Indonesia yang ramah, kaya makna, dan layak dikunjungi wisatawan dunia," kata Corporate Branding & Communication KAI Wisata Riesta Junianti.
Baca juga: Catat! Ini Jadwal Beli Tiket Kereta untuk Mudik Lebaran 2026
Selain naik kereta uap klasik, pengunjung juga bisa merasakan pengalaman otentik mengenal sejarah perkeretaapian Indonesia di Museum Kereta Api Ambarawa.
Museum ini merupakan bangunan cagar budaya yang menyimpan koleksi sarana perkeretaapian heritage.
Beberapa di antaranya seperti lokomotif uap, lokomotif diesel, dan kereta ikonik, yang menjadi daya tarik edukatif. Sekaligus, menjadi wisata budaya bagi wisatawan lokal maupun global.
Setibanya di Stasiun Tuntang, pengunjung nantinya akan disambut dengan suasana lokal yang hangat.
Wisatawan dapat menikmati aneka kuliner tradisional seperti jamu segar dan bubur hangat, menyaksikan tarian daerah, hingga berfoto di berbagai spot instagrammable.
Baca juga: 3 Cara Buat Chicken Katsu Jepang ala Chef, Tepung Menempel dan Renyah
Otnial melanjutkan, kini tersedia juga wisata perahu di kawasan Stasiun Tuntang yang beroperasi pukul 09.00–16.00 WIB.
Tersedia tarif promo Rp 10.000 per orang untuk durasi 20 menit, dan kapasitas maksimal enam penumpang. Tidak hanya berkeliling sungai Tuntang, penumpang pun dapat menikmati ikan segar tangkapan dari sungai Tuntang langsung di dalam perahu.
“Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi magnet pariwisata yang berkelanjutan serta menguatkan citra Ambarawa Tuntang sebagai ikon heritage nasional yang membanggakan Indonesia di mata dunia” ujar Otnial.
Tag: #naik #kereta #ambarawatuntang #wisman #terpukau #suasana #nostalgia