5 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Pekalongan yang Wajib Dibawa Pulang
– Pekalongan dikenal luas sebagai Kota Batik.
Namun, selain kain bermotif khas, kota di pesisir utara Jawa Tengah ini juga memiliki beragam oleh-oleh kuliner dan produk lokal yang menarik untuk dibawa pulang.
Berikut lima rekomendasi oleh-oleh khas Pekalongan yang patut dilirik wisatawan.
1. Gula saka atau gula kelapa asli
Gula saka, sebutan lokal untuk gula kelapa, merupakan salah satu produk tradisional khas Pekalongan yang masih dibuat secara alami.
Ilustrasi gula aren. Gula aren sering disamakan dengan gula merah, faktanya kedua gula ini berbeda. Gula kelapa atau gula aren adalah jenis gula yang populer di kalangan vegan dan dianggap lebih sehat karena merupakan pemanis nabati alami.
Gula ini diolah dari nira kelapa murni tanpa campuran bahan kimia, sehingga menghasilkan rasa manis alami dengan aroma khas yang kuat.
Ciri khas gula saka terletak pada warnanya yang cokelat pekat dan teksturnya yang padat.
Produk ini kerap digunakan sebagai pemanis alami untuk teh dan kopi, serta bahan utama berbagai jajanan tradisional.
Gula saka dari wilayah pegunungan seperti Lebakbarang dan Doro dikenal memiliki kualitas yang lebih baik karena bahan baku niranya yang murni.
2. Kopi Tahlil
Bagi pencinta kopi, kopi tahlil menjadi oleh-oleh khas Pekalongan yang unik dan berbeda.
Kopi ini diracik dengan campuran berbagai rempah, seperti jahe, kapulaga, cengkeh, kayu manis, dan serai.
Kopi Tahlil, salah satu oleh-oleh khas Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (28/7/2024).
Perpaduan kopi dan rempah tersebut menghasilkan rasa yang hangat dan kaya, cocok dinikmati pada malam hari atau saat cuaca dingin.
Kopi tahlil biasanya disajikan dalam gelas kecil dengan aroma yang harum dan menggoda, serta kerap disajikan dalam acara tradisi masyarakat setempat.
3. Batik Pekalongan
Sebagai Kota Batik, Pekalongan menawarkan beragam produk batik, mulai dari pakaian, kain, tas, hingga aksesori.
Ilustrasi batik Pekalongan dengan warna cerah.
Motif batik Pekalongan dikenal kaya warna dan detail, mencerminkan pengaruh budaya pesisir yang kuat.
Wisatawan dapat berburu batik di Pasar Batik Setono dan Kampung Batik Kauman, dua lokasi yang populer untuk mencari batik langsung dari perajin.
Harga batik Pekalongan bervariasi, mulai dari sekitar Rp 35.000, tergantung jenis kain dan motif.
4. Makanan Kering Khas Pekalongan
Makanan kering menjadi pilihan oleh-oleh yang praktis karena tahan lama dan mudah dikemas.
Rahasia keripik tempe renyah tanpa santan terdapat pada adonan lapisan tepung serta teknik penggorengan yang tepat.
Pekalongan memiliki sejumlah camilan khas, seperti kripik tempe yang gurih dan renyah, kripik paru bagi pencinta camilan berbahan jeroan sapi, serta opak gambir.
Opak gambir merupakan kue kering tipis berbentuk gulungan dengan rasa manis legit, terbuat dari campuran tepung ketan dan gula merah.
Berbagai makanan kering ini dapat ditemukan di toko oleh-oleh maupun pasar tradisional di Pekalongan.
5. Capret
Capret merupakan camilan khas Pekalongan yang terbuat dari tepung kanji. Camilan ini hadir dalam berbagai varian rasa, mulai dari pedas balado, lada hitam, hingga jagung bakar.
Capret Oleh-oleh Khas Pekalongan
Teksturnya yang renyah dan cita rasanya yang beragam membuat capret digemari sebagai oleh-oleh.
Keunikan rasa capret menjadikannya pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin membawa pulang camilan khas dengan karakter kuat.
Tips beli oleh-oleh khas Pekalongan
Agar mendapatkan oleh-oleh berkualitas dengan harga terjangkau, wisatawan disarankan mengunjungi pasar tradisional seperti Pasar Grosir Setono atau Pasar Banjarsari, yang banyak menjual produk lokal langsung dari produsen rumahan.
Selain itu, pilih produk dalam kemasan tertutup dan berlabel untuk menjamin kebersihan, terutama untuk makanan.
Jangan lupa untuk perhatikan kadaluwarsa atau bisa menanyakan kepada pihak toko, khususnya saat membeli makanan olahan tradisional tanpa pengawet.
Tag: #rekomendasi #oleh #oleh #khas #pekalongan #yang #wajib #dibawa #pulang