Bukan Candi! Ternyata Ini yang Dicari Turis Arab saat Liburan ke Indonesia
Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.(Dok. Kemenpar)
21:07
13 Januari 2026

Bukan Candi! Ternyata Ini yang Dicari Turis Arab saat Liburan ke Indonesia

Di balik ramainya kunjungan turis Arab ke Indonesia, ada cerita pemandu wisata yang perlahan memahami kesukaan para tamu.

Pemandu wisata dari Wisata Kreatif Jakarta, Ira Lathief, bercerita pengalamannya memandu turis Arab di Indonesia kepada Kompas.com, Minggu (28/12/2025).

Menurut Ira, mayoritas turis Arab kurang tertarik pada wisata budaya, termasuk kunjungan objek wisata patung-patung di Indonesia.

"Tamu Arab itu enggak suka lihat patung-patung karena enggak cocok dengan kebanyakan Muslim," kata Ira.

Hal ini disadari Ira ketika membawa tamu Arab berwisata ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan melihat respons mereka terhadap patung-patung di sana.

Sebab bagi Muslim, patung bisa dianggap berhala bila disembah atau dipuja sehingga menyimpang dari ajaran Islam.

"Jadi kalau turis Arab itu enggak cocok, misalnya dibawa ke Borobudur, ke candi-candi, itu mereka enggak cocok," sambung dia.

Yang dicari turis Arab di Indonesia

Wisata alam

Wisatawan berpose di Bawah air terjun Curug Wangi ( FOTO : KOMPAS.com / Ahya Nurdin)Ahya Nurdin Wisatawan berpose di Bawah air terjun Curug Wangi ( FOTO : KOMPAS.com / Ahya Nurdin)Alih-alih wisata sejarah budaya seperti mengunjungi candi-candi di Indonesia, turis Arab biasa memilih wisata alam yang sulit ditemui di negaranya.

Mereka biasa memilih destinasi wisata Indonesia bersuhu sejuk. Misalnya, Puncak dan Bandung yang sama-sama berlokasi di Jawa Barat.

Hingga 10 tahun lalu, kata Ira, Puncak Bogor selalu menjadi tujuan utama turis Arab ke Indonesia.

Hal yang sama juga diakui oleh Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini.

Menurut Made, turis Arab menyukai wisata ke Puncak dan Bandung karena udara sejuk serta lingkungannya yang hijau.

"Mereka suka ke Taman Safari kalau keluarga ya. Ke Gunung Mas Agrowisata yang ada kebun teh, terutama untuk anak-anak ya," kata Made saat dihubungi Kompas.com secara terpisah pada Rabu (26/11/2025).

Beberapa turis Arab juga memilih menyewa motor untuk berkendara di sekitar Puncak, khususnya kawasan vila yang disewa.

Ira juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, turis Arab cenderung menyukai wisata alam dengan mengunjungi air terjun (curug) atau arung jeram (rafting).

"Mereka lihat air terjun saja senang banget kan. Mereka suka luar biasa," kata Ira.

Royal

Turis Arab biasanya berkunjung bersama anggota keluarga saat musim libur tiba, terutama saat musim Lebaran (Idul Fitri) maupun Lebaran Haji.

Selama libur panjang tersebut, mereka cenderung menetap di destinasi tertentu dalam waktu lama.

"Mereka itu misalnya dua bulan mau ke Indonesia, itu misalnya satu bulan itu inginnya di Puncak aja, ditawarin yang lain-lain enggak mau. Kalau sekarang mungkin ke Bali mereka banyak yang mau juga," ungkap Ira.

Adapun menurut data yang disampaikan Made, Kemenpar mencatat rata-rata turis Arab menetap selama 13,4 hari di Indonesia.

Selama berkunjung, turis Arab rata-rata mengeluarkan dana sebesar 2.000 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 33 jutaan.

Pengeluaran ini umumnya dihabiskan untuk akomodasi, kuliner, hingga belanja, dan hiburan di Indonesia. 

Selaras dengan keterangan Made, Ira mengatakan bahwa turis Arab terbilang royal saat berwisata ke Indonesia.

"Mereka itu senang banget bagi-bagi duit mulai dari OB, bel boy, segala macam dan ngasihnya tuh Rp 50.000, Rp 100.000 itu kan gede banget ya untuk 12 tahun waktu awal-awal menjadi guide," pungkas Ira.

Tag:  #bukan #candi #ternyata #yang #dicari #turis #arab #saat #liburan #indonesia

KOMENTAR